Idrus Marham Yakin Reshuffle Kabinet sebagai Respons terhadap Aspirasi Rakyat
Rabu, 10 September 2025 - 23:16 WIB
loading...
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham reshuffle kabinet merupakan respons atas aspirasi rakyat. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham buka suara menanggapi reshuffle kabinet baru-baru ini. Menurut dia, reshuffle pada Senin 8 September 2025 itu merupakan respons atas aspirasi rakyat. Ia mengatakan bahwa aspirasi itu direalisasikan Prabowo secara bertahap.
"Saya kira, bukan saya kira ya, tetapi saya yakini, beliau pasti memberikan respons terhadap aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat ini tentu tidak mungkin tidak dapat dilaksanakan sekaligus, pasti bertahap," kata Idrus di Jakarta, Rabu (10/9/2025).
Dia mengatakan, lima menteri di-reshuffle pada Senin (8/9/2025). Idrus memprediksi ada tahap lanjutan dalam merespons aspirasi masyarakat. Pasalnya, kursi Menko Polkam dan Menpora masih kosong.
Baca juga: Golkar Nonaktifkan Adies Kadir dari Jabatan Anggota DPR
"Pada tahap awal ada lima, ya ada lima orang, pada tahap kedua nanti ada evaluasi terus-menerus, karena kenapa? Karena Pak Prabowo telah berjanji apabila menyangkut kepentingan rakyat apapun harus kita lakukan," tuturnya.
Dia yakin bahwa reshuffle yang dilakukan Presiden Prabowo itu dalam rangka perbaikan kinerja pemerintahan. Hal itu juga sebagai respons atas masifnya tuntutan rakyat belakangan ini.
"Oleh karena itu menteri-menteri muncul dari mana pun dia, apakah dari partai politik atau bukan partai politik, diorientasikan bahwa reshuffle itu dalam rangka peningkatan kinerja ke depan sesuai dengan harapan masyarakat untuk membantu rakyat memenuhi kepentingan rakyat, masa depan rakyat yang lebih baik," ujarnya.
Baca juga: Gibran Sebut Reshuffle Kabinet Sudah Dihitung Matang oleh Prabowo
Idrus juga tak menampik adanya suara dari internal Golkar yang menyodorkan nama Anggota DPR Fraksi Partai Golkar Puteri Anetta Komarudin menjadi Menpora pengganti Dito Ariotedjo yang juga merupakan kader partai berlambang pohon beringin itu.
"Saya kira ada suara-suara seperti itu, ada mekanisme seperti itu, tergantung kepada Pak Prabowo, yang pasti misalkan Pak Mukhtarudin Sekretaris Fraksi sekarang itu adalah Golkar ada di situ (Menteri P2MI), misalkan di Kemenpora orang Golkar lagi alhamdulillah," kata Idrus.
Akan tetapi, ia menegaskan posisi menteri merupakan hak prerogatif presiden. Ia menuturkan, pembagian kursi menteri bukan pada penjatahan, melainkan profesionalitas.
"Ya kenapa kita patut kita syukuri di satu sisi, tapi disisi lain, tantangan bagi Golkar untuk membuktikan bahwa Golkar memiliki kader terbaik, tetapi bila tidak ya ini memang tergantung pada presiden, ini bukan jatah-jatahan ya," imbuhnya.
Dia meyakini, Presiden Prabowo mendengar aspirasi rakyat dalam melakukan perombakan kabinet. "Kami punya keyakinan bahwa Presiden Prabowo sangat aspiratif bahkan sensitif memperhatikan aspirasi rakyat, dalam rangka memperhatikan aspirasi rakyat," pungkasnya.
"Saya kira, bukan saya kira ya, tetapi saya yakini, beliau pasti memberikan respons terhadap aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat ini tentu tidak mungkin tidak dapat dilaksanakan sekaligus, pasti bertahap," kata Idrus di Jakarta, Rabu (10/9/2025).
Dia mengatakan, lima menteri di-reshuffle pada Senin (8/9/2025). Idrus memprediksi ada tahap lanjutan dalam merespons aspirasi masyarakat. Pasalnya, kursi Menko Polkam dan Menpora masih kosong.
Baca juga: Golkar Nonaktifkan Adies Kadir dari Jabatan Anggota DPR
"Pada tahap awal ada lima, ya ada lima orang, pada tahap kedua nanti ada evaluasi terus-menerus, karena kenapa? Karena Pak Prabowo telah berjanji apabila menyangkut kepentingan rakyat apapun harus kita lakukan," tuturnya.
Dia yakin bahwa reshuffle yang dilakukan Presiden Prabowo itu dalam rangka perbaikan kinerja pemerintahan. Hal itu juga sebagai respons atas masifnya tuntutan rakyat belakangan ini.
"Oleh karena itu menteri-menteri muncul dari mana pun dia, apakah dari partai politik atau bukan partai politik, diorientasikan bahwa reshuffle itu dalam rangka peningkatan kinerja ke depan sesuai dengan harapan masyarakat untuk membantu rakyat memenuhi kepentingan rakyat, masa depan rakyat yang lebih baik," ujarnya.
Baca juga: Gibran Sebut Reshuffle Kabinet Sudah Dihitung Matang oleh Prabowo
Idrus juga tak menampik adanya suara dari internal Golkar yang menyodorkan nama Anggota DPR Fraksi Partai Golkar Puteri Anetta Komarudin menjadi Menpora pengganti Dito Ariotedjo yang juga merupakan kader partai berlambang pohon beringin itu.
"Saya kira ada suara-suara seperti itu, ada mekanisme seperti itu, tergantung kepada Pak Prabowo, yang pasti misalkan Pak Mukhtarudin Sekretaris Fraksi sekarang itu adalah Golkar ada di situ (Menteri P2MI), misalkan di Kemenpora orang Golkar lagi alhamdulillah," kata Idrus.
Akan tetapi, ia menegaskan posisi menteri merupakan hak prerogatif presiden. Ia menuturkan, pembagian kursi menteri bukan pada penjatahan, melainkan profesionalitas.
"Ya kenapa kita patut kita syukuri di satu sisi, tapi disisi lain, tantangan bagi Golkar untuk membuktikan bahwa Golkar memiliki kader terbaik, tetapi bila tidak ya ini memang tergantung pada presiden, ini bukan jatah-jatahan ya," imbuhnya.
Dia meyakini, Presiden Prabowo mendengar aspirasi rakyat dalam melakukan perombakan kabinet. "Kami punya keyakinan bahwa Presiden Prabowo sangat aspiratif bahkan sensitif memperhatikan aspirasi rakyat, dalam rangka memperhatikan aspirasi rakyat," pungkasnya.
(cip)
Lihat Juga :