Keluarga Mendiang Arya Daru Minta Bantuan ke Puspom TNI

Selasa, 09 September 2025 - 16:05 WIB
loading...
Keluarga Mendiang Arya...
Kuasa hukum keluarga mendiang diplomat Arya Daru Pangayunan (ADP), Marwan Iswandi mendatangi Puspom Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Selasa (9/9/2025). Foto/Danandaya Arya Putra
A A A
JAKARTA - Kuasa hukum keluarga mendiang diplomat Arya Daru Pangayunan (ADP), Marwan Iswandi mendatangi Pusat Polisi Militer (Puspom) Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Selasa (9/9/2025). Kedatangan mereka untuk meminta bantuan pengusutan kembali kasus kematian ADP. Sebab keluarga tak puas dengan penyelidik yang dilakukan Polda Metro Jaya bahwa ADP disebut tewas karena bunuh diri.

"Tujuan kami di sini untuk meminta bantuan dari jajaran TNI. Karena boleh dong, bisa membantu ke pihak kepolisian. Kami melihat dari pihak kepolisian agak kurang, kurang greget di dalam penanganan mengungkap kasus pembunuhan," kata Marwan kepada wartawan, Selasa (9/9/2025).

Baca juga: Menlu Dukung Langkah Tim Hukum Keluarga untuk Dorong Penyelidikan Lanjutan Kasus Kematian Arya Daru

Dia mengaku telah mengirimkan surat kepada panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto terkait permintaan bantuan ini. Namun, ia menegaskan kewenangan penuh atas penyelidikan ini tetap ada di Kepolisian.



"Hasilnya seperti apa nanti polisi, apa pun hasilnya, nanti jelas di polisi. Tapi kami minta bantuan, karena di instansi TNI ini lengkap juga. Ada intelnya segala macam, dan peralatan untuk mengungkap perkara ini," sambungnya.

Kedatangannya ke Puspom TNI juga turut disertai sejumlah data baru yang berkaitan dengan kasus kematian ADP.

"Kami juga sudah memberikan data-data juga ke polisi militer untuk menindak lanjuti ini," tuturnya.

Baca juga: Tim Hukum Keluarga: Menlu Kaget Dengar Laporan Makam Arya Daru Sempat Dirusak

Dia memandang bahwa kematian ADP yang disebut bunuh diri ini tentunya menjadi sebuah hal yang janggalan. Sebab dalam kondisi sesak nafas, seseorang akan secara spontan membuka penutup wajahnya.

"Karena apa? Kita melihat dalam hal ini, perkara ini sangat janggal. Jangankan kita orang hukum seperti ini, anak-anak yang masih kecil pasti terlihat canggung.Bunuh diri dengan kepala tertutup. Kalau orang ada yang bunuh diri, kalau dia merasa senyesek itu, harus dibuka, itu sama dia," ujarnya.

Sebagai informasi, polisi menyimpulkan tidak ada keterlibatan orang lain dalam kematian Arya. Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Wira Satya Triputra mengungkapkan bahwa Arya ternyata telah memiliki keinginan untuk mengakhiri hidupnya sejak lama, tepatnya sejak tahun 2013.

Fakta tersebut terungkap dari hasil pemeriksaan digital forensik terhadap perangkat elektronik milik Arya. “Ditemukan riwayat komunikasi antara pemilik akun email [email protected](milik ADP) dengan akun [email protected]. Dari hasil tersebut diketahui bahwa sejak 2013 ADP sudah memiliki keinginan bunuh diri, dan pada tahun 2021 keinginannya semakin kuat,” kata Wira dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (29/7/2025).

Wira menjelaskan bahwa akun yang dihubungi Arya Daru merupakan milik Samaritans, lembaga amal di Inggris dan Irlandia yang menyediakan layanan dukungan emosional secara rahasia kepada orang-orang yang mengalami tekanan psikologis, keputusasaan, dan pemikiran untuk bunuh diri.

“Dari keseluruhan data digital yang diperoleh dari barang bukti elektronik, tidak ditemukan informasi maupun dokumen yang mengandung muatan ancaman fisik, psikis, atau kekerasan dari pihak lain,” jelas Wira.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Anies Baswedan: Dino...
Anies Baswedan: Dino Patti Djalal Bukan Karbitan Jadi Diplomat, Bukan Pula Karbitan Jadi Pejabat
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Kemlu Ungkap Kondisi...
Kemlu Ungkap Kondisi 9 WNI Rombongan Global Sumud Flotilla
Kemlu Tegaskan Pembebasan...
Kemlu Tegaskan Pembebasan 9 WNI Ditangkap Israel Jadi Prioritas
Menlu Ungkap Kondisi...
Menlu Ungkap Kondisi 9 WNI yang Ditangkap Israel: Komunikasi Sulit
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
Bukan Lagi Negara Adikuasa,...
Bukan Lagi Negara Adikuasa, 250 Diplomat AS Dipecat
Update Kecelakaan Kapal...
Update Kecelakaan Kapal di Perairan Malaysia, 7 WNI Meninggal Dunia
Rekomendasi
Kendaraan Listrik Siap...
Kendaraan Listrik Siap Menjadi Sumber Energi Baru bagi Amerika Serikat
MPMX Bekali Wirausaha...
MPMX Bekali Wirausaha Disabilitas dengan Literasi Keuangan dan Digital
Timnas Indonesia Gagal...
Timnas Indonesia Gagal ke Final Piala AFF U-19 Usai Dikalahkan Australia
Berita Terkini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved