Relawan Kemanusiaan IGPC Ikuti Pelatihan Sebelum ke Gaza Palestina
Rabu, 03 September 2025 - 17:45 WIB
loading...
Relawan kemanusiaan asal Indonesia yang tergabung dalam IGPC mengikuti pembekalan dan pelatihan teknis dan teknikal meeting di Gedung General Union of Tunisian Worker. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Puluhan relawan kemanusiaan asal Indonesia yang tergabung dalam Indonesia Global Peace Convoy (IGPC) mengikuti pembekalan dan pelatihan teknis dan teknikal meeting di Gedung General Union of Tunisian Worker. Pelatihan tersebut dijalani relawan sebelum bergabung dalam misi maritim internasional menembus blokade Gaza, Palestina melalui jalur laut Mediterania.
Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan fisik, mental, serta teknis para relawan dalam menghadapi tantangan selama pelayaran menuju Gaza. Para peserta akan menempuh rute laut Mediterania dalam rangka mengantar bantuan kemanusiaan dan menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina.
Misi kemanusiaan ini mendapat dukungan penuh dari Kedutaan Besar (Kedubes) RI di Tunisia. Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap partisipasi aktif warga negara Indonesia dalam upaya perdamaian dan kemanusiaan global.
Baca juga: Sekjen PBB Kecam Kekejaman di Gaza, Serukan Akuntabilitas di Tengah Kelaparan
"Kami mendukung penuh perjuangan para relawan Indonesia yang dengan semangat kemanusiaan tinggi ikut dalam gerakan Global Sumud Flotila. Ini adalah bentuk nyata solidaritas rakyat Indonesia terhadap Palestina," ujarnya, Rabu (3/9/2025).
Salah satu relawan IGPC, Ogy Faturahman, menyampaikan selama berada di Tunisia, para relawan menjalani pelatihan intensif demi memastikan pelayaran berjalan sesuai prosedur dan aman.
“Di hari kedua ini, kami fokus mempersiapkan fisik dan mental serta menyusun strategi konvoi kemanusiaan lewat jalur laut. Ini adalah bagian dari perjuangan untuk membebaskan Palestina dari penjajahan zionis Israel,” ujarnya.
Baca juga: Satgas Garuda Merah Putih-II Sukses Laksanakan Airdrop 17,8 Ton Bantuan Kemanusiaan di Gaza
Konvoi maritim ini merupakan bagian dari Global Sumud Flotilla, yang melibatkan partisipasi ribuan aktivis kemausiaan dari 44 negara dan didukung oleh 72 kapal laut. Armada internasional ini diorganisir untuk menerobos blokade yang telah lama melumpuhkan wilayah Gaza, sekaligus mengantarkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Gaza, Palestina yang tengah mengalami krisis kemanusiaan.
Indonesia melalui IGPC kembali menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian dunia khusunya untuk menghentikan penjajahan dan genosida Israel terhadap rakyat Gaza.
"Ini bukan pelayaran biasa, ini merupakan pelayaran kemanusiaan yang merupakan langka strategis untuk pembebasan Palestina khusunya rakyat Gaza yang telah menderita sejak serangan Israel pada 7 oktokber 2023 silam," kata Koodinator IGPC Muhammad Husein.
Menurut Husein, gerakan kemanusiaan ini sangat diharapkan untuk mendapatkan bantuan dari semua pihak termasuk pemerintah Indonesia agar dapat melindungi seluruh WNI yang terlibat secara langsung dalam misi kemanusiaan tersebut.
"Kami terus melakukaan koordinasi dengan semua pihak, dan tentunya doa dan dukungan dari masyarakat Indonesia sangat berarti agar misi kemanusiaan ini bisa berlangsung dengan damai dan aman," paparnya.
Sejumlah relawan kemanusiaan dari IGPC ini terdiri dari berbagai kalangan, baik aktivis kemanusiaan, jurnalis, tim medis bahkan kalangan artin dan influencer ikut ambil dalam bagian misi tersebut.
Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan fisik, mental, serta teknis para relawan dalam menghadapi tantangan selama pelayaran menuju Gaza. Para peserta akan menempuh rute laut Mediterania dalam rangka mengantar bantuan kemanusiaan dan menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina.
Misi kemanusiaan ini mendapat dukungan penuh dari Kedutaan Besar (Kedubes) RI di Tunisia. Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap partisipasi aktif warga negara Indonesia dalam upaya perdamaian dan kemanusiaan global.
Baca juga: Sekjen PBB Kecam Kekejaman di Gaza, Serukan Akuntabilitas di Tengah Kelaparan
"Kami mendukung penuh perjuangan para relawan Indonesia yang dengan semangat kemanusiaan tinggi ikut dalam gerakan Global Sumud Flotila. Ini adalah bentuk nyata solidaritas rakyat Indonesia terhadap Palestina," ujarnya, Rabu (3/9/2025).
Salah satu relawan IGPC, Ogy Faturahman, menyampaikan selama berada di Tunisia, para relawan menjalani pelatihan intensif demi memastikan pelayaran berjalan sesuai prosedur dan aman.
“Di hari kedua ini, kami fokus mempersiapkan fisik dan mental serta menyusun strategi konvoi kemanusiaan lewat jalur laut. Ini adalah bagian dari perjuangan untuk membebaskan Palestina dari penjajahan zionis Israel,” ujarnya.
Baca juga: Satgas Garuda Merah Putih-II Sukses Laksanakan Airdrop 17,8 Ton Bantuan Kemanusiaan di Gaza
Konvoi maritim ini merupakan bagian dari Global Sumud Flotilla, yang melibatkan partisipasi ribuan aktivis kemausiaan dari 44 negara dan didukung oleh 72 kapal laut. Armada internasional ini diorganisir untuk menerobos blokade yang telah lama melumpuhkan wilayah Gaza, sekaligus mengantarkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Gaza, Palestina yang tengah mengalami krisis kemanusiaan.
Indonesia melalui IGPC kembali menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian dunia khusunya untuk menghentikan penjajahan dan genosida Israel terhadap rakyat Gaza.
"Ini bukan pelayaran biasa, ini merupakan pelayaran kemanusiaan yang merupakan langka strategis untuk pembebasan Palestina khusunya rakyat Gaza yang telah menderita sejak serangan Israel pada 7 oktokber 2023 silam," kata Koodinator IGPC Muhammad Husein.
Menurut Husein, gerakan kemanusiaan ini sangat diharapkan untuk mendapatkan bantuan dari semua pihak termasuk pemerintah Indonesia agar dapat melindungi seluruh WNI yang terlibat secara langsung dalam misi kemanusiaan tersebut.
"Kami terus melakukaan koordinasi dengan semua pihak, dan tentunya doa dan dukungan dari masyarakat Indonesia sangat berarti agar misi kemanusiaan ini bisa berlangsung dengan damai dan aman," paparnya.
Sejumlah relawan kemanusiaan dari IGPC ini terdiri dari berbagai kalangan, baik aktivis kemanusiaan, jurnalis, tim medis bahkan kalangan artin dan influencer ikut ambil dalam bagian misi tersebut.
(cip)
Lihat Juga :