Mahasiswa Amikom Tewas saat Demo di Yogyakarta, Kapolri: Sedang Pendalaman
Senin, 01 September 2025 - 17:45 WIB
loading...
A
A
A
“Cuma kena gas air mata kok gitu. Gak papa itu ke Sardjito. Saya ke sana anaknya sudah terbujur kayak gitu (meninggal dunia),” kata Yoyon, Minggu, 31 Agustus 2025.
Yoyon mengaku ikut memandikan anaknya. Saat itulah dia melihat di tubuh anaknya banyak luka. Pada kepalanya ada luka bocor, dan di tubuhnya ada bekas pijakan sepatu PDL dan beberapa sayatan. Selain itu juga ada beberapa putih-putih yang diduga karena gas air mata, lecet pada kaki tangan dan punggung.
Baca juga: Mahasiswa Amikom Peserta Aksi Unjuk Rasa Meninggal, Keluarga: Ada Bekas Pijakan Sepatu PDL dan Banyak Luka
Proses pemulangan jenazah juga agak lama. Pihak Kepolisian meminta untuk dilakukan autopsi. Namun keluarga hanya pasrah dan tidak bersedia. “Meninggalnya jam 07.00 WIB. Kita enggak mau autopsi makanya tadi nunggu lama ini kan target sampai sini jam 1 sudah telat,” katanya.
Yoyon mengatakan, saat itu anaknya tidak pakai baju. Katanya itu diperkuat dari rekaman CCTV. Dari keterangan rumah sakit juga tidak ada kejelasan siapa yang mengantar. Hanya dikatakan dari tenaga kesehatan Polda DIY. “Nggak ada cuma dari unit kesehatan polda gitu saja. Kata yang antar ada aksi demo,” katanya.
Yoyon mengaku ikut memandikan anaknya. Saat itulah dia melihat di tubuh anaknya banyak luka. Pada kepalanya ada luka bocor, dan di tubuhnya ada bekas pijakan sepatu PDL dan beberapa sayatan. Selain itu juga ada beberapa putih-putih yang diduga karena gas air mata, lecet pada kaki tangan dan punggung.
Baca juga: Mahasiswa Amikom Peserta Aksi Unjuk Rasa Meninggal, Keluarga: Ada Bekas Pijakan Sepatu PDL dan Banyak Luka
Proses pemulangan jenazah juga agak lama. Pihak Kepolisian meminta untuk dilakukan autopsi. Namun keluarga hanya pasrah dan tidak bersedia. “Meninggalnya jam 07.00 WIB. Kita enggak mau autopsi makanya tadi nunggu lama ini kan target sampai sini jam 1 sudah telat,” katanya.
Yoyon mengatakan, saat itu anaknya tidak pakai baju. Katanya itu diperkuat dari rekaman CCTV. Dari keterangan rumah sakit juga tidak ada kejelasan siapa yang mengantar. Hanya dikatakan dari tenaga kesehatan Polda DIY. “Nggak ada cuma dari unit kesehatan polda gitu saja. Kata yang antar ada aksi demo,” katanya.
Lihat Juga :