Pertemuan Prabowo-Ulama Diharapkan Redakan Eskalasi Politik dan Sosial yang Memanas

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 23:58 WIB
loading...
Pertemuan Prabowo-Ulama...
Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah ormas Islam menandai fase penting dalam upaya meredakan eskalasi politik dan sosial. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah ormas Islam menandai fase penting dalam upaya meredakan eskalasi politik dan sosial. Agenda yang membawa pesan persatuan dan tantangan bangsa itu disambut baik oleh banyak pihak, termasuk kalangan aktivis dan masyarakat sipil.

Pertemuan ini terjadi di tengah riuhnya dinamika politik Jakarta dan nasional. Ketidakpuasan publik atas kenaikan biaya hidup, kebijakan pajak, hingga sorotan pada gaya hidup pejabat menjadi bara yang menyulut amarah. Di titik ini, pertemuan antara Presiden dan ulama seolah menjadi jembatan untuk meredam tensi. Ulama memiliki kharisma yang mengakar di tengah umat, sementara negara punya instrumen kebijakan untuk menjawab kegelisahan.

Kedewasaan negara diuji saat gelombang protes rakyat makin mengeras. Tugas negara bukan sekadar mengamankan demonstrasi, melainkan mendengar dan mengolah aspirasi menjadi tindakan solutif. Pertemuan dengan ormas Islam patut diapresiasi, tetapi harus dipahami bahwa simbol persatuan tidak akan cukup tanpa langkah konkret di lapangan. Presiden perlu memastikan pesan yang dibawa ulama tidak hanya berhenti sebagai retorika, melainkan menjadi dasar pengambilan kebijakan.

Baca juga: Prabowo Dialog dengan 16 Ormas Islam Sikapi Situasi Nasional, Ajak Masyarakat Lebih Tenang

"Kami menilai, kehadiran ulama dalam momen ini adalah kekuatan moral yang strategis. Mereka bukan hanya penyejuk hati umat, tetapi juga penuntun arah bangsa. Namun, ulama tidak boleh dibiarkan berdiri sendiri. Negara harus bergandengan tangan dengan para kiai, habib, dan cendekiawan Muslim untuk membangun dialog kebangsaan yang tulus. Dalam konteks ini, JAN menekankan pentingnya kontinuitas pertemuan, bukan sebatas seremoni belaka," kata Ketua Jaringan Aktivis Nusantara Romadhon Jasn, Sabtu (30/8/2025).

Presiden juga diingatkan untuk tidak hanya mengandalkan legitimasi moral dari tokoh agama. Legitimasi politik sejati lahir dari kebijakan yang berpihak pada rakyat. Ketika harga bahan pokok menekan, ketika lapangan kerja masih terbatas, dan ketika disparitas sosial semakin tajam, rakyat tidak cukup hanya dijanjikan persatuan. Mereka menanti bukti nyata dari pemerintah. Itulah ukuran kedewasaan negara dalam menjawab gejolak. Romadhon Jasn menegaskan hal ini sebagai prioritas.

Baca juga: Presiden Prabowo Perintahkan TNI-Polri Tindak Tegas Massa Anarkis

"Di sisi lain, ulama memiliki tugas keagamaan sekaligus kebangsaan. Dalam sejarah Indonesia, suara ulama kerap menjadi penentu arah bangsa, baik dalam perlawanan terhadap penjajahan maupun dalam merawat kemerdekaan," ujarnya.

"Karena itu, ajakan agar Gus Baha, Ustaz Abdul Somad, Ustaz Adi Hidayat dan para ulama di tiap wilayah turun bersuara, harus dimaknai sebagai panggilan kebangsaan. Ulama harus mengingatkan umat untuk tetap tenang, tapi juga berani menyuarakan kritik demi kebaikan bersama," ungkap Romadhon.


Kombinasi negara dan ulama inilah yang dapat menjadi penopang persatuan. Negara hadir dengan kebijakan, ulama hadir dengan keteladanan moral.

"Jika keduanya benar-benar berjalan seiring, gejolak di jalanan bisa teredam tanpa kehilangan ruang demokrasi. Rakyat akan merasa didengar, bukan ditundukkan. Dalam kondisi seperti sekarang, itulah keseimbangan yang paling dibutuhkan," tegasnya.

Pertemuan Presiden dan ulama ini bisa menjadi titik balik penting jika dilanjutkan dengan langkah nyata. Inilah momentum untuk membangun sinergi baru yakni, negara yang tegas namun peka, dan ulama yang menyejukkan. Persatuan tidak bisa hanya digemakan, ia harus diwujudkan dalam tindakan sehari-hari yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Sejarah bangsa selalu membuktikan, persatuan yang dibangun di atas kesungguhan akan melahirkan energi besar bagi peradaban. Pertemuan Presiden dan ulama hanyalah awal dari perjalanan panjang itu. Rakyat kini menunggu kebijakan yang menyejahterakan,” ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Didesak Tegaskan Sikap...
Didesak Tegaskan Sikap ke Pemerintahan Prabowo, PDIP: Memangnya Jazilul Siapa?
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Haul Akbar Ulama Betawi,...
Haul Akbar Ulama Betawi, Gus Muhaimin Urai Peran Besar Ulama Bangun Bangsa
Haul Akbar Ulama Betawi...
Haul Akbar Ulama Betawi Digelar di Monas Besok, Catat Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatifnya
Rekomendasi
Randy Martin Buka Bisnis...
Randy Martin Buka Bisnis Photobooth, Kemesraannya dengan Lyodra Curi Perhatian
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Berita Terkini
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Puji Kepemimpinan Wali...
Puji Kepemimpinan Wali Kota Agustina, Hendardji Soepandji: Budaya Semarang Kian Kuat dan Harmonis
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved