Prabowo Dialog dengan 16 Ormas Islam Sikapi Situasi Nasional, Ajak Masyarakat Lebih Tenang
Sabtu, 30 Agustus 2025 - 20:38 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto melakukan dialog selama tiga jam dengan 16 organisasi masyarakat (ormas) Islam di kediaman pribadinya, Hambalang, Kabupaten Bogor. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto melakukan dialog selama tiga jam dengan 16 organisasi masyarakat (ormas) Islam di kediaman pribadinya, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/8/2025).
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, yang turut hadir, mengatakan para Ketua Umum dan Sekjen dari 16 ormas Islam hadir secara langsung. Pertemuan tersebut juga dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, Ketua MPR Ahmad Muzani, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI (Purn) Muhammad Herindra.
“Alhamdulillah, sore ini rombongan 16 Organisasi Kemasyarakatan Islam diterima oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto di Hambalang,” kata Gus Yahya dalam keterangannya.
Baca juga: Presiden Prabowo Perintahkan TNI-Polri Tindak Tegas Massa Anarkis
Gus Yahya mengatakan pada pertemuan itu dilaksanakan dialog dari hati kehati memahami secara umum permasalahan bangsa yang dihadapi khususnya hari-hari ini. “Dan kami bersepakat untuk bersama-sama, bahu-membahu berupaya untuk mengatasi keadaan, untuk mengajak kepada masyarakat supaya lebih tenang.”
“Insya Allah bersama-sama Presiden Prabowo Subianto di bawah pemerintahan beliau dan juga dengan dukungan dari para pemimpin umat, Insya Allah bersama-sama kita bisa mengatasi apapun tantangan yang kita hadapi,” tambahnya.
Gus Yahya juga menyebut akan ada pertemuan lanjutan antara Presiden Prabowo dan ormas-ormas Islam yang dijadwalkan berlangsung di Istana Negara.
Baca juga: Presiden Prabowo Beri Rumah untuk Keluarga Affan Kurniawan
“Dan sesudah ini insya Allah akan kami melanjutkan dan pertemuan lanjutan, yang insya Allah akan dilaksanakan di Istana Negara, sama antara Bapak Presiden dengan ormas-ormas Islam dan mudah-mudahan di sana nanti akan ada sesuatu yang bisa dinyatakan sebagai tekad bersama, kesepakatan bersama antara Presiden Prabowo Subianto dengan ormas-ormas Islam sebagai perwakilan dari tubuh umat Islam di Indonesia ini,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menilai dialog tersebut berlangsung terbuka dan produktif. Apalagi, ormas Islam di Indonesia mempunyai kekuatan sejarah penting dan panjang di Indonesia.
“Kami selama 3 jam tadi dengan berdialog dan kami juga memberi masukan dan pandangan Pak Presiden begitu terbuka. Dan kami punya pandangan yang sama bahwa kita, kekuatan ormas Islam sebagai kekuatan yang punya sejarah yang panjang di Republik ini dalam kemerdekaan dan pasca kemerdekaan memahami betul, menghayati betul bahwa persatuan keutuhan dan masa depan bangsa itu perlu kita jaga bersama,” katanya.
Haedar menegaskan pentingnya menjaga demokrasi dengan penuh tanggung jawab dan keadaban. “Kami memahami demokrasi dan aspirasi, tetapi hendaknya dan kami yakin seluruh rakyat Indonesia dapat memanfaatkan demokrasi itu dengan penuh pertanggungjawaban keadaban dan mewaspadai tidak terkontaminasi oleh hal-hal yang membawa pada kekerasan dan perbuatan-perbuatan yang meruntuhkan keutuhan dan kesatuan bangsa Indonesia,” pungkasnya.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, yang turut hadir, mengatakan para Ketua Umum dan Sekjen dari 16 ormas Islam hadir secara langsung. Pertemuan tersebut juga dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, Ketua MPR Ahmad Muzani, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI (Purn) Muhammad Herindra.
“Alhamdulillah, sore ini rombongan 16 Organisasi Kemasyarakatan Islam diterima oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto di Hambalang,” kata Gus Yahya dalam keterangannya.
Baca juga: Presiden Prabowo Perintahkan TNI-Polri Tindak Tegas Massa Anarkis
Gus Yahya mengatakan pada pertemuan itu dilaksanakan dialog dari hati kehati memahami secara umum permasalahan bangsa yang dihadapi khususnya hari-hari ini. “Dan kami bersepakat untuk bersama-sama, bahu-membahu berupaya untuk mengatasi keadaan, untuk mengajak kepada masyarakat supaya lebih tenang.”
“Insya Allah bersama-sama Presiden Prabowo Subianto di bawah pemerintahan beliau dan juga dengan dukungan dari para pemimpin umat, Insya Allah bersama-sama kita bisa mengatasi apapun tantangan yang kita hadapi,” tambahnya.
Gus Yahya juga menyebut akan ada pertemuan lanjutan antara Presiden Prabowo dan ormas-ormas Islam yang dijadwalkan berlangsung di Istana Negara.
Baca juga: Presiden Prabowo Beri Rumah untuk Keluarga Affan Kurniawan
“Dan sesudah ini insya Allah akan kami melanjutkan dan pertemuan lanjutan, yang insya Allah akan dilaksanakan di Istana Negara, sama antara Bapak Presiden dengan ormas-ormas Islam dan mudah-mudahan di sana nanti akan ada sesuatu yang bisa dinyatakan sebagai tekad bersama, kesepakatan bersama antara Presiden Prabowo Subianto dengan ormas-ormas Islam sebagai perwakilan dari tubuh umat Islam di Indonesia ini,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menilai dialog tersebut berlangsung terbuka dan produktif. Apalagi, ormas Islam di Indonesia mempunyai kekuatan sejarah penting dan panjang di Indonesia.
“Kami selama 3 jam tadi dengan berdialog dan kami juga memberi masukan dan pandangan Pak Presiden begitu terbuka. Dan kami punya pandangan yang sama bahwa kita, kekuatan ormas Islam sebagai kekuatan yang punya sejarah yang panjang di Republik ini dalam kemerdekaan dan pasca kemerdekaan memahami betul, menghayati betul bahwa persatuan keutuhan dan masa depan bangsa itu perlu kita jaga bersama,” katanya.
Haedar menegaskan pentingnya menjaga demokrasi dengan penuh tanggung jawab dan keadaban. “Kami memahami demokrasi dan aspirasi, tetapi hendaknya dan kami yakin seluruh rakyat Indonesia dapat memanfaatkan demokrasi itu dengan penuh pertanggungjawaban keadaban dan mewaspadai tidak terkontaminasi oleh hal-hal yang membawa pada kekerasan dan perbuatan-perbuatan yang meruntuhkan keutuhan dan kesatuan bangsa Indonesia,” pungkasnya.
(cip)
Lihat Juga :