Demo Ricuh hingga Makan Korban Dinilai Akibat DPR Abaikan Suara Rakyat
Jum'at, 29 Agustus 2025 - 15:26 WIB
loading...
Petugas memukul mundur massa aksi dengan tembakan gas air mata di kawasan Gerbang Pemuda, Jakarta, Senin (26/8/2025). Foto/Arif Julianto
A
A
A
JAKARTA - Demo sekitar Gedung DPR/MPR yang meluas ke beberapa titik Jakarta dalam beberapa hari belakangan ini bahkan memakan korban jiwa dinilai akibat dari DPR yang mengabaikan suara rakyat. Gelombang unjuk rasa di depan Gedung DPR itu tidak lepas dari ulah para wakil rakyat.
Anggota dewan itu dinilai tidak peka terhadap penderitaan rakyat, hingga akhirnya menyebabkan korban jiwa, Affan Kurniawan seorang pengemudi ojek online meninggal usai dilindas mobil kendaraan taktis (Rantis) Brimob di Jalan Penjernihan, Pejompongan, Jakarta, pada Kamis (28/8/2025) malam.
“Situasi politik yang menyebabkan beberapa aksi unjuk rasa belakangan ini dan kemungkinan akan ada aksi susulan semua karena ulah dan pernyataan para anggota DPR. Akibat mental miskin dan rakus yang ingin menikmati hasil keringat rakyat tanpa peduli apa yang dialami oleh rakyat,” kata Pengamat Politik Fernando Emas saat dihubungi, Jumat (29/8/2025).
Baca juga: Formappi Sentil DPR yang Menghindar saat Didemo Rakyat
Direktur Eksekutif Rumah Politik Indonesia ini berpendapat, DPR semestinya mendengarkan aspirasi masyarakat dan mahasiswa yang menolak tunjangan fantastis bagi anggota dewan.
“Para anggota DPR seharusnya mendengarkan keinginan masyarakat yang keberatan terkait dengan tunjangan rumah. Jangan mengabaikan atau bahkan tidak peduli terhadap keberatan masyarakat,” tuturnya.
Dia mengingatkan, jika DPR terus mengabaikan suara rakyat, gelombang unjuk rasa bisa semakin besar. “Sangat mungkin aksi serupa akan terus berlanjut dengan massa yang lebih banyak jumlahnya. Para anggota DPR jangan lupa terhadap peristiwa 1998 di mana saat itu massa berhasil menduduki gedung DPR," ujarnya.
"Apalagi hari ini gedung DPR seolah para anggota DPR tidak menganggap aksi hari ini yang dilakukan oleh buruh dan mahasiswa, seolah menunjukkan bahwa mereka adalah pengecut,” pungkasnya.
Anggota dewan itu dinilai tidak peka terhadap penderitaan rakyat, hingga akhirnya menyebabkan korban jiwa, Affan Kurniawan seorang pengemudi ojek online meninggal usai dilindas mobil kendaraan taktis (Rantis) Brimob di Jalan Penjernihan, Pejompongan, Jakarta, pada Kamis (28/8/2025) malam.
“Situasi politik yang menyebabkan beberapa aksi unjuk rasa belakangan ini dan kemungkinan akan ada aksi susulan semua karena ulah dan pernyataan para anggota DPR. Akibat mental miskin dan rakus yang ingin menikmati hasil keringat rakyat tanpa peduli apa yang dialami oleh rakyat,” kata Pengamat Politik Fernando Emas saat dihubungi, Jumat (29/8/2025).
Baca juga: Formappi Sentil DPR yang Menghindar saat Didemo Rakyat
Direktur Eksekutif Rumah Politik Indonesia ini berpendapat, DPR semestinya mendengarkan aspirasi masyarakat dan mahasiswa yang menolak tunjangan fantastis bagi anggota dewan.
“Para anggota DPR seharusnya mendengarkan keinginan masyarakat yang keberatan terkait dengan tunjangan rumah. Jangan mengabaikan atau bahkan tidak peduli terhadap keberatan masyarakat,” tuturnya.
Dia mengingatkan, jika DPR terus mengabaikan suara rakyat, gelombang unjuk rasa bisa semakin besar. “Sangat mungkin aksi serupa akan terus berlanjut dengan massa yang lebih banyak jumlahnya. Para anggota DPR jangan lupa terhadap peristiwa 1998 di mana saat itu massa berhasil menduduki gedung DPR," ujarnya.
"Apalagi hari ini gedung DPR seolah para anggota DPR tidak menganggap aksi hari ini yang dilakukan oleh buruh dan mahasiswa, seolah menunjukkan bahwa mereka adalah pengecut,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :