Program Sekolah Rakyat Dinilai Efektif Atasi Kemiskinan Ekstrem di Indonesia
Kamis, 28 Agustus 2025 - 14:34 WIB
loading...
PRogram Sekolah Rakyat dinilai efektif atasi kemiskinan ekstrem di Indonesia. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menggulirkan Program Sekolah Rakyat (SR). Program ini dinilai mempermudah akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu yang selama ini terhambat faktor ekonomi dan sosial dalam mengenyam pendidikan formal.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2024 menyebut lebih dari 227.000 penduduk Indonesia usia 7-12 tahun atau setara Sekolah Dasar (SD) berstatus belum pernah sekolah dan tidak sekolah lagi.
Sementara penduduk berusia 13-15 tahun atau setara Sekolah Menengah Pertama (SMP) jumlahnya naik dua kali lipat hampir 500.000 orang. Kondisi fantastis ditemukan pada kelompok usia 16-18 tahun atau setara Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berjumlah 3.433.153 orang yang belum pernah sekolah atau tidak sekolah lagi.
Baca juga: Gagasan Prabowo soal Sekolah Rakyat Dinilai Melepas Jeratan Kemiskinan
Untuk mendukung Program SR Lembaga Administrasi Negara (LAN) mengambil peran strategis dan berkontribusi melalui penguatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di pusat maupun daerah dalam advokasi kebijakan, perencanaan program hingga monitoring dan evaluasi.
“Program Sekolah Rakyat yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto ini efektif diimplementasikan dan dapat menjangkau anak-anak yang membutuhkan,” kata Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN, Erna Irawaty saat Virtual Public Lecture Seri 6 ASN Talent Academy Explore 2025 bertajuk “Menggerakkan Sekolah Rakyat : Sinergi Pemerintah dan Komunitas Mewujudkan Akses Pembelajaran Inklusif” yang merupakan kerja sama LAN dengan Tanoto Foundation, Kamis (28/8/2025).
Erna menambahkan, pendidikan menjadi fondasi sebuah negara dalam memberikan kesejahteraan yang lebih baik bagi masyarakat oleh karenanya melalui Sekolah Rakyat menjadi sarana pemenuhan pendidikan dengan menghadirkan menghadirkan sekolah yang tidak dibatasi oleh sekat ekonomi sehingga setiap warga masyarakat dapat mengenyam pendidikan yang setara.
Baca juga: 7 Brigjen Naik Pangkat usai Dapat Promosi Jabatan Agustus 2025, Berikut Ini Daftarnya
“Ini merupakan sebuah pembuktian kepada masyarakat bagaimana negara hadir melalui kebijakan pendidikan yang inklusif dan transformatif. Kegiatan ini menjadi sarana advokasi kebijakan pemerintah kepada masyarakat untuk memiliki komitmen bersama mengentaskan kemiskinan melalui Sekolah Rakyat.” ungkapnya.
Senada, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemensos Robben Rico menjelaskan ada tiga kunci dalam memahami Sekolah Rakyat, pertama memberikan penghormatan terhadap keluarga tidak mampu dengan memberikan akses fasiltas sekolah unggulan dengan pelayanan terbaik.
Kedua menjangkau dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat yang paling bawah dan tertinggal dalam proses pembangunan dan ketiga adalah memberikan harapan dan menumbuhkan mimpi para peserta didik untuk percaya diri mampu meraih cita-cita yang diinginkan. Diharapkan dengan program Sekolah Rakyat dapat mendorong kecerdasan kolektif dengan mengedepankan kesetaraan kesempatan dan menumbuhkan solidaritas bersama.
Untuk mendukung kesuksesan Program Sekolah Rakyat pemerintah terus mendorong kerja sama lintas sektor sebagai miniatur kolaborasi pentahelix antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, media dan komunitas. sebagai jembatan untuk mendukung pemerintah dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.
“Adapun cara yang dilakukan melalui pemanfaatan data anak-anak Sekolah Rakyat beserta keluarganya yang akan digunakan sebagai data dasar untuk semua K/L dan komunitas untuk berkolaborasi memerangi kemiskinan melalui program kerjanya,” katanya.
Salah satunya kolaborasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman dengan sasaran penyediaan program 3 juta rumah bagi keluarga miskin.
“Kami berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional dalam penyediaan Makan Bergizi Gratis, kerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk penyelenggaraan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi keluarga miskin, dan masih banyak lagi sinergi yang dilakukan untuk mengentaskan kemiskinan di negeri ini,” paparnya.
Robben Rico juga menyampaikan, Kementerian Sosial berkolaborasi dengan korporasi dalam upaya pemetaan talenta siswa sekolah rakyat melalui pendekatan DNA Talent mapping untuk mengetahui potensi, minat, bakat, keunggulan dan kelemahan siswa. Hal ini juga dilakukan terhadap kepala sekolah dan guru disekolah rakyat untuk menyesuaikan potensi dan karakter yang paling sesuai dengan cara mengajar.
Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi Lastri Fajarwati menyampaikan, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program dalam rangka memutuskan siklus kemiskinan antargenerasi, memperluas akses pendidikan terhadap keluarga miskin dan miskin ekstrem serta menyiapkan generasi emas dan pemimpin perubahan di masa depan.
Beberapa kegiatan yang dilakukan di SRMA 13 Bekasi dimulai pada 9-10 Juli lalu dengan melakukan simulasi dengan menghadirkan siswa dan orang tua siswa untuk mengenali Sekolah Rakyat, kemudian dilanjutkan dengan cek kesehatan, kemudian dilanjutkan dengan simulasi belajar dikelas dan makan bersama.
Selanjutnya dalam proses pembelajran sendiri, siswa dibekali dengan kegiatan orientasi studi lingkungan, program keagamaan, edukasi untuk mitigasi bencana (Tagana), potensi minat dan bakat, pengetahuan dasar dan pemberdayaan, pembangunan karakter dan kepemimpinan.
“Melalui konsisten dan komitmen bersama berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mencetak generasi emas di masa depan, melalui sekolah rakyat anak-anak hebat yang semula tak ada harapan kini mampu meraih cita-cita yang diinginkan,” ucapnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2024 menyebut lebih dari 227.000 penduduk Indonesia usia 7-12 tahun atau setara Sekolah Dasar (SD) berstatus belum pernah sekolah dan tidak sekolah lagi.
Sementara penduduk berusia 13-15 tahun atau setara Sekolah Menengah Pertama (SMP) jumlahnya naik dua kali lipat hampir 500.000 orang. Kondisi fantastis ditemukan pada kelompok usia 16-18 tahun atau setara Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berjumlah 3.433.153 orang yang belum pernah sekolah atau tidak sekolah lagi.
Baca juga: Gagasan Prabowo soal Sekolah Rakyat Dinilai Melepas Jeratan Kemiskinan
Untuk mendukung Program SR Lembaga Administrasi Negara (LAN) mengambil peran strategis dan berkontribusi melalui penguatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di pusat maupun daerah dalam advokasi kebijakan, perencanaan program hingga monitoring dan evaluasi.
“Program Sekolah Rakyat yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto ini efektif diimplementasikan dan dapat menjangkau anak-anak yang membutuhkan,” kata Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN, Erna Irawaty saat Virtual Public Lecture Seri 6 ASN Talent Academy Explore 2025 bertajuk “Menggerakkan Sekolah Rakyat : Sinergi Pemerintah dan Komunitas Mewujudkan Akses Pembelajaran Inklusif” yang merupakan kerja sama LAN dengan Tanoto Foundation, Kamis (28/8/2025).
Erna menambahkan, pendidikan menjadi fondasi sebuah negara dalam memberikan kesejahteraan yang lebih baik bagi masyarakat oleh karenanya melalui Sekolah Rakyat menjadi sarana pemenuhan pendidikan dengan menghadirkan menghadirkan sekolah yang tidak dibatasi oleh sekat ekonomi sehingga setiap warga masyarakat dapat mengenyam pendidikan yang setara.
Baca juga: 7 Brigjen Naik Pangkat usai Dapat Promosi Jabatan Agustus 2025, Berikut Ini Daftarnya
“Ini merupakan sebuah pembuktian kepada masyarakat bagaimana negara hadir melalui kebijakan pendidikan yang inklusif dan transformatif. Kegiatan ini menjadi sarana advokasi kebijakan pemerintah kepada masyarakat untuk memiliki komitmen bersama mengentaskan kemiskinan melalui Sekolah Rakyat.” ungkapnya.
Senada, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemensos Robben Rico menjelaskan ada tiga kunci dalam memahami Sekolah Rakyat, pertama memberikan penghormatan terhadap keluarga tidak mampu dengan memberikan akses fasiltas sekolah unggulan dengan pelayanan terbaik.
Kedua menjangkau dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat yang paling bawah dan tertinggal dalam proses pembangunan dan ketiga adalah memberikan harapan dan menumbuhkan mimpi para peserta didik untuk percaya diri mampu meraih cita-cita yang diinginkan. Diharapkan dengan program Sekolah Rakyat dapat mendorong kecerdasan kolektif dengan mengedepankan kesetaraan kesempatan dan menumbuhkan solidaritas bersama.
Untuk mendukung kesuksesan Program Sekolah Rakyat pemerintah terus mendorong kerja sama lintas sektor sebagai miniatur kolaborasi pentahelix antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, media dan komunitas. sebagai jembatan untuk mendukung pemerintah dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.
“Adapun cara yang dilakukan melalui pemanfaatan data anak-anak Sekolah Rakyat beserta keluarganya yang akan digunakan sebagai data dasar untuk semua K/L dan komunitas untuk berkolaborasi memerangi kemiskinan melalui program kerjanya,” katanya.
Salah satunya kolaborasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman dengan sasaran penyediaan program 3 juta rumah bagi keluarga miskin.
“Kami berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional dalam penyediaan Makan Bergizi Gratis, kerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk penyelenggaraan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi keluarga miskin, dan masih banyak lagi sinergi yang dilakukan untuk mengentaskan kemiskinan di negeri ini,” paparnya.
Robben Rico juga menyampaikan, Kementerian Sosial berkolaborasi dengan korporasi dalam upaya pemetaan talenta siswa sekolah rakyat melalui pendekatan DNA Talent mapping untuk mengetahui potensi, minat, bakat, keunggulan dan kelemahan siswa. Hal ini juga dilakukan terhadap kepala sekolah dan guru disekolah rakyat untuk menyesuaikan potensi dan karakter yang paling sesuai dengan cara mengajar.
Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi Lastri Fajarwati menyampaikan, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program dalam rangka memutuskan siklus kemiskinan antargenerasi, memperluas akses pendidikan terhadap keluarga miskin dan miskin ekstrem serta menyiapkan generasi emas dan pemimpin perubahan di masa depan.
Beberapa kegiatan yang dilakukan di SRMA 13 Bekasi dimulai pada 9-10 Juli lalu dengan melakukan simulasi dengan menghadirkan siswa dan orang tua siswa untuk mengenali Sekolah Rakyat, kemudian dilanjutkan dengan cek kesehatan, kemudian dilanjutkan dengan simulasi belajar dikelas dan makan bersama.
Selanjutnya dalam proses pembelajran sendiri, siswa dibekali dengan kegiatan orientasi studi lingkungan, program keagamaan, edukasi untuk mitigasi bencana (Tagana), potensi minat dan bakat, pengetahuan dasar dan pemberdayaan, pembangunan karakter dan kepemimpinan.
“Melalui konsisten dan komitmen bersama berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mencetak generasi emas di masa depan, melalui sekolah rakyat anak-anak hebat yang semula tak ada harapan kini mampu meraih cita-cita yang diinginkan,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :