Tito Karnavian Raih Penghargaan di Bidang Perumahan Nasional
Selasa, 26 Agustus 2025 - 14:45 WIB
loading...
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menerima penghargaan Hari Perumahan Nasional atau HAPERNAS 2025 dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menerima penghargaan Hari Perumahan Nasional atau HAPERNAS 2025 dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Penghargaan ini diberikan secara langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait dalam acara Perayaan Hari Perumahan Nasional ke-17 di Wisma Mandiri, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (25/8/2025).
Apresiasi tersebut diberikan kepada Tito atas kontribusinya dalam menyukseskan Program 3 Juta Rumah. Program ini merupakan bagian dari program prioritas nasional yang akan meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.
Tito diangggap memegang berbagai peran penting dalam menginisiasi penerbitan Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Mendagri, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, serta Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo.
Baca juga: Serapan APBD Tertinggi Nasional, Wakil Ketua DPRD Jabar: Perlu Peningkatan Pendapatan
SKB tersebut mengatur pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). SKB ini kemudian ditindaklanjuti oleh seluruh pemerintah daerah melalui penerbitan Peraturan Kepala Daerah (Perkada).
Maruarar Sirait menganggap Tito turut mematangkan Program 3 Juta Rumah saat seluruh anggota Kabinet Merah Putih melakukan retret di Akademi Militer, Magelang pada 25 Oktober hingga 27 Oktober 2024. "Saya waktu itu diminta Presiden Prabowo Subianto untuk menyegerakan Program 3 Juta Rumah. Saya langsung diskusi dengan Pak Mendagri Tito Karnavian saat retret di Akmil (Akademi Militer). Akhirnya muncul gagasan pembebasan BPHTB dan PBG yang awalnya bayar menjadi gratis. Itu ada peran Pak Tito di situ," katanya.
Selain terlibat dalam kebijakan, mantan Kapolri itu juga berperan mengawasi implementasi program di daerah. Pasalnya, kemampuan setiap pemerintah daerah dalam mengeksekusi program ini berbeda-beda.
"Oleh karena itu, ada beberapa daerah yang disupervisi langsung oleh Mendagri, seperti Jawa Tengah, Aceh, Kabupaten Banyuasin, dan Kabupaten Kubu Raya. Karena kontribusi itu, beliau mendapat penghargaan," ungkap Maruarar.
Selain Tito Karnavian, sejumlah pejabat lain juga menerima penghargaan serupa, antara lain Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Hendrar Prihadi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, Ketua Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf.
Acara ini turut dihadiri Ketua Satgas Hashim Djojohadikusumo, Meutia Hatta (Putri Bung Hatta), Suharso Monoarfa (Menteri Perumahan Rakyat 2009–2011), Perry Warjiyo (Gubernur Bank Indonesia), serta tokoh nasional lainnya. Penghargaan yang diterima Mendagri Tito Karnavian pada peringatan HAPERNAS 2025 ini menegaskan pentingnya sinergi antar kementerian dan pemerintah daerah dalam menyukseskan Program 3 Juta Rumah.
Dengan kolaborasi yang solid serta keberpihakan pada masyarakat berpenghasilan rendah, pemerintah optimis program ini dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat sekaligus memperkuat fondasi pembangunan berkelanjutan di seluruh Indonesia.
Apresiasi tersebut diberikan kepada Tito atas kontribusinya dalam menyukseskan Program 3 Juta Rumah. Program ini merupakan bagian dari program prioritas nasional yang akan meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.
Tito diangggap memegang berbagai peran penting dalam menginisiasi penerbitan Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Mendagri, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, serta Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo.

Baca juga: Serapan APBD Tertinggi Nasional, Wakil Ketua DPRD Jabar: Perlu Peningkatan Pendapatan
SKB tersebut mengatur pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). SKB ini kemudian ditindaklanjuti oleh seluruh pemerintah daerah melalui penerbitan Peraturan Kepala Daerah (Perkada).
Maruarar Sirait menganggap Tito turut mematangkan Program 3 Juta Rumah saat seluruh anggota Kabinet Merah Putih melakukan retret di Akademi Militer, Magelang pada 25 Oktober hingga 27 Oktober 2024. "Saya waktu itu diminta Presiden Prabowo Subianto untuk menyegerakan Program 3 Juta Rumah. Saya langsung diskusi dengan Pak Mendagri Tito Karnavian saat retret di Akmil (Akademi Militer). Akhirnya muncul gagasan pembebasan BPHTB dan PBG yang awalnya bayar menjadi gratis. Itu ada peran Pak Tito di situ," katanya.
Selain terlibat dalam kebijakan, mantan Kapolri itu juga berperan mengawasi implementasi program di daerah. Pasalnya, kemampuan setiap pemerintah daerah dalam mengeksekusi program ini berbeda-beda.
"Oleh karena itu, ada beberapa daerah yang disupervisi langsung oleh Mendagri, seperti Jawa Tengah, Aceh, Kabupaten Banyuasin, dan Kabupaten Kubu Raya. Karena kontribusi itu, beliau mendapat penghargaan," ungkap Maruarar.
Selain Tito Karnavian, sejumlah pejabat lain juga menerima penghargaan serupa, antara lain Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Hendrar Prihadi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, Ketua Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf.
Acara ini turut dihadiri Ketua Satgas Hashim Djojohadikusumo, Meutia Hatta (Putri Bung Hatta), Suharso Monoarfa (Menteri Perumahan Rakyat 2009–2011), Perry Warjiyo (Gubernur Bank Indonesia), serta tokoh nasional lainnya. Penghargaan yang diterima Mendagri Tito Karnavian pada peringatan HAPERNAS 2025 ini menegaskan pentingnya sinergi antar kementerian dan pemerintah daerah dalam menyukseskan Program 3 Juta Rumah.
Dengan kolaborasi yang solid serta keberpihakan pada masyarakat berpenghasilan rendah, pemerintah optimis program ini dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat sekaligus memperkuat fondasi pembangunan berkelanjutan di seluruh Indonesia.
(rca)
Lihat Juga :