Mantan Pimpinan KPK Lihat Penegak Hukum Cocok Disebut Law Entertainment Agency

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 16:53 WIB
loading...
Mantan Pimpinan KPK...
Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Amien Sunaryadi menyindir penegak hukum di Indonesia. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) Amien Sunaryadi menyindir penegak hukum di Indonesia. Menurut dia, lembaga penegak hukum di Tanah Air saat ini lebih cocok disebut Law Entertainment Agency ketimbang Law Enforcement Agency.

“Makanya gini, kalau dibandingkan dengan dunia internasional, penegakan hukum kita ini lucu-lucu aja, makanya lebih cocok disebut sebagai Law Entertainment Agency,” ungkap Amien dalam dalam Podcast To the Point Aja di YouTube SindoNews dikutip pada Sabtu (23/8/2025).

Dia berpendapat, dalam proses investigasi, investigator tidak berbicara ke media. “Kapan penegakan hukum ini bicara ke media? Nanti setelah perkara ini didaftarkan ke pengadilan,” tuturnya dalam podcast yang dipandu Pung Purwanto dan Andry Susanto.

Baca juga: Kejagung Pamer Uang Rp11,8 Triliun Hasil Dugaan Korupsi CPO



Dia menjelaskan, setelah proses investigasi selesai, kemudian perkara ditangani oleh prosecutor (Jaksa). Setelah dipelajari, perkara tersebut didaftarkan atau dilimpahkan ke pengadilan.

“Baru ngomong ke media, ngomong besar. Yang ngomong siapa? Prosecutor. Karena dia yang akan bertarung di pengadilan,” katanya.

Baca juga: KPK Sita 15 Mobil dan 7 Motor dari OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer Terkait Sertifikasi K3



Dia mengatakan, proses investigasi di Indonesia terbagi menjadi dua, penyelidikan dan penyidikan. Dia pun menyindir lembaga penegak hukum saat ini.

“Nah, di sini baru penyelidikan sudah nyap-nyap enggak karuan gitu kan,” imbuhnya.

“Makanya begini, penegakan hukum di Indonesia ini susah. Bagi penyelidiknya susah karena kebanyakan omong jadi penjahat-penjahatnya sudah bakar-bakar bukti kan,” kata dia.

Maka itu, menurut dia, hal tersebut merugikan orang-orang yang tidak bersalah. “Artinya gini, mereka (penegak hukum, red) melakukan yang salah dan merusak kerusakannya itu merugikan dia sendiri juga merugikan orang yang tidak bersalah,” ucapnya.

Dia pun menyarankan penegak hukum di Indonesia belajar dari cara kerja penegak hukum di negara lain dan bagaimana cara berbicara ke media massa.

Dia mengaku sudah melihat cara kerja penegak hukum di Singapura, Hongkong, Inggris, Australia, hingga Amerika Serikat. “Artinya gini, selama investigation enggak ngomong ke media, kecuali untuk yang signifikan ya. Misalnya ada yang ditangkap. Ya, ngomong ditangkap, tapi detail ceritanya enggak diomongin,” tuturnya

“Repotnya gini. Kalau terlalu banyak ngomong ke media itu penegak hukum ini terus yang tadinya adalah law enforcement agency berubah menjadi law entertainment agency, salah kan? Jadi, yang bukan barang bukti dipamerkan, gitu kan,” sindirnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Kantor BGN Digeledah,...
Kantor BGN Digeledah, Istana: Kita Beri Kesempatan Penegak Hukum Bekerja
Prabowo Tegaskan Aparat...
Prabowo Tegaskan Aparat Jangan Jadi Beking Penyelewengan
Deretan Pejabat dan...
Deretan Pejabat dan Penegak Hukum Hadir di Pelantikan Peradi Profesional
Bersitegang dengan Aparat,...
Bersitegang dengan Aparat, Massa BEM UI Tertahan di Semanggi saat Menuju Bundaran HI
Bennix: Sepanjang Indonesia...
Bennix: Sepanjang Indonesia Hobi Impor Minyak, Rupiah Bisa Babak Belur Tembus Rp20.000
Anggota DPRD DKI Kevin...
Anggota DPRD DKI Kevin Wu Minta Aparat Berantas Peredaran Tramadol Ilegal
Rekomendasi
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
TMII: Temuan Benda di...
TMII: Temuan Benda di Anjungan Sumbar Bukan Bom Tapi Mortir Peninggalan Lama
Berita Terkini
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
Lelang Jabatan Sekda,...
Lelang Jabatan Sekda, Bupati Kuansing Minta Mobil Land Cruiser
Fuad Hasan Mangkir dari...
Fuad Hasan Mangkir dari Panggilan Penyidik, KPK: Sedang di Luar Negeri
Wali Kota Agustina Dorong...
Wali Kota Agustina Dorong Gerakan Nasional Penyelamatan Heritage Kota Maritim
HUT ke-118, Ikatan Notaris...
HUT ke-118, Ikatan Notaris Indonesia Dorong Penegakan Etik dan Adaptasi Digital
PN Jaktim Izinkan Siaran...
PN Jaktim Izinkan Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa kecuali Tahap Pembuktian
Infografis
Cilia Flores, Istri...
Cilia Flores, Istri Maduro yang Disebut Otak di Balik Kebijakan Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved