Gawat! 3,6 Juta Penduduk Indonesia Jadi Pengguna Narkoba Aktif
Jum'at, 22 Agustus 2025 - 13:32 WIB
loading...
Sekretaris Kemenko Polkam Letnan Jenderal TNI Mochamad Hasan menyebut 3,6 juta penduduk Indonesia tercatat sebagai pengguna narkoba aktif. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Kemenko Polkam Letnan Jenderal TNI Mochamad Hasan menyebut 3,6 juta penduduk Indonesia tercatat sebagai pengguna narkoba aktif. Namun, bukan mustahil pemberantasan narkotika bisa dilakukan.
"Sebanyak 3,6 juta jiwa penduduk Indonesia tercatat menjadi pengguna narkotika aktif, sebagian besar dari mereka adalah generasi muda usia produktif bahkan anak-anak dan mahasiswa, setiap harinya ratusan nyawa melayang akibat narkotika tanpa suara, headline," ujarnya, Jumat (22/8/2025).
Menurutnya, narkoba merupakan bencana nasional sistematis, masif, dan terorganisir. Jaringan narkotika internasional menyusup melalui pelabuhan-pelabuhan gelap, kawasan pesisir, dan bahkan lewat jalur udara dengan teknologi dan pola yang terus berkembang.
Baca juga: ASN di Lampung Ditangkap saat Pesta Narkoba, Senpi Rakitan Disita Polisi
"Mereka bekerja dengan kecanggihan logistik yang kuat dan uang tak terbatas, ironisnya dalam beberapa kasus oknum aparat, oknum penegakan hukum, bahkan oknum pembina lembaga di pemasyarakatan terlibat di dalamnya. Inilah yang membuat pemberantasan narkotika menjadi tantangan luar biasa berat namun bukan mustahil untuk kita lakukan," kata Hasan lagi.
Presiden Prabowo Subianto dalam beberapa kesempatan menegaskan perang melawan narkoba merupakan bagian dari upaya menyelamatkan bangsa. Narkoba adalah senjata penghancur generasi, bukan sekedar kejahatan, tapi serangan terhadap kedaulatan bangsa sehingga negara tidak akan ragu menggunakan kekuatan maksimal untuk memberantasnya.
Baca juga: 24 Mayjen TNI Dipindah Jenderal Agus Subiyanto pada 15 Agustus, Ini Nama-namanya
Dia mengungkap, pemusnahan barang bukti narkotika sebanyak 474 Kg di BNN RI, Cawang, Jakarta Timur pada Jumat (22/8/2025) menjadi simbol dari kemenangan kecil dalam perang besar melawan narkoba. Namun, dia meminta jangan pernah terlena karena setiap gram narkotika yang berhasil dimusnahkan telah menyelamatkan ratusan nyawa, sedangkan setiap kelengahan bisa berarti ribuan generasi Indonesia terperosok ke jurang kehancuran.
"Saya ajak seluruh bangsa mari kira bergerak, mari kita berperang, ini bukan saatnya kompromi, ini saatnya mengatakan cukup, Indonesia tidak akan dikuasai narkoba. Mengutip arahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan pada Menko Polhukam, Presiden Prabowo menginginkan Indonesia menjadi killing ground atau tempat penumpasan bagi bandar dan jaringan narkoba. Kita hadapi mereka dengan hukum, dengan kekuatan dan tekad tak bisa dibeli," katanya.
"Sebanyak 3,6 juta jiwa penduduk Indonesia tercatat menjadi pengguna narkotika aktif, sebagian besar dari mereka adalah generasi muda usia produktif bahkan anak-anak dan mahasiswa, setiap harinya ratusan nyawa melayang akibat narkotika tanpa suara, headline," ujarnya, Jumat (22/8/2025).
Menurutnya, narkoba merupakan bencana nasional sistematis, masif, dan terorganisir. Jaringan narkotika internasional menyusup melalui pelabuhan-pelabuhan gelap, kawasan pesisir, dan bahkan lewat jalur udara dengan teknologi dan pola yang terus berkembang.
Baca juga: ASN di Lampung Ditangkap saat Pesta Narkoba, Senpi Rakitan Disita Polisi
"Mereka bekerja dengan kecanggihan logistik yang kuat dan uang tak terbatas, ironisnya dalam beberapa kasus oknum aparat, oknum penegakan hukum, bahkan oknum pembina lembaga di pemasyarakatan terlibat di dalamnya. Inilah yang membuat pemberantasan narkotika menjadi tantangan luar biasa berat namun bukan mustahil untuk kita lakukan," kata Hasan lagi.
Presiden Prabowo Subianto dalam beberapa kesempatan menegaskan perang melawan narkoba merupakan bagian dari upaya menyelamatkan bangsa. Narkoba adalah senjata penghancur generasi, bukan sekedar kejahatan, tapi serangan terhadap kedaulatan bangsa sehingga negara tidak akan ragu menggunakan kekuatan maksimal untuk memberantasnya.
Baca juga: 24 Mayjen TNI Dipindah Jenderal Agus Subiyanto pada 15 Agustus, Ini Nama-namanya
Dia mengungkap, pemusnahan barang bukti narkotika sebanyak 474 Kg di BNN RI, Cawang, Jakarta Timur pada Jumat (22/8/2025) menjadi simbol dari kemenangan kecil dalam perang besar melawan narkoba. Namun, dia meminta jangan pernah terlena karena setiap gram narkotika yang berhasil dimusnahkan telah menyelamatkan ratusan nyawa, sedangkan setiap kelengahan bisa berarti ribuan generasi Indonesia terperosok ke jurang kehancuran.
"Saya ajak seluruh bangsa mari kira bergerak, mari kita berperang, ini bukan saatnya kompromi, ini saatnya mengatakan cukup, Indonesia tidak akan dikuasai narkoba. Mengutip arahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan pada Menko Polhukam, Presiden Prabowo menginginkan Indonesia menjadi killing ground atau tempat penumpasan bagi bandar dan jaringan narkoba. Kita hadapi mereka dengan hukum, dengan kekuatan dan tekad tak bisa dibeli," katanya.
(cip)
Lihat Juga :