Pengacara Jokowi Sebut Buku Jokowi's White Paper Hanya Upaya Bangun Alibi
Jum'at, 22 Agustus 2025 - 07:41 WIB
loading...
A
A
A
Rivai menambahkan, pengalaman kasus serupa sebelumnya menjadi pelajaran bahwa klaim penelitian tidak selalu bisa dijadikan pembelaan hukum.
Di acara yang sama, Ketua Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa) Norman Hadinegoro menilai polemik seputar buku putih sebaiknya disikapi dengan tenang. Menurutnya, publik berhak menilai isi buku tersebut tanpa perlu saling menghakimi.
Norman menegaskan, meski ada pro-kontra terkait keilmiahan buku tersebut, dirinya tidak mempermasalahkannya. "Biarkan saja masyarakat yang menilai. Kalau ada yang bilang ini bukan karya ilmiah, ya silakan. Bagi saya tidak ada masalah. Isinya pun sudah banyak dibahas oleh pengacara. Jadi tidak usah diperdebatkan telur dulu atau ayam dulu," kata Norman.
Namun, dia mempertanyakan sikap Universitas Gadjah Mada (UGM) yang terkesan menolak memberikan ruang akademik bagi peluncuran atau penguatan buku itu. "Kalau memang ada rekomendasi dari Gadjah Mada, seharusnya bisa memperkuat buku ini. Tapi kemarin justru terkesan ditolak. Nah, ini yang saya minta penjelasan," ujarnya.
Sebelumnya, Rismon Sianipar menjelaskan buku berjudul Jokowi's White Paper merupakan kajian ilmiah yang membuktikan ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) tidak ada atau palsu. Rismon merupakan salah satu penulis buku tersebut.
"Ini adalah kajian teknis, ilmiah, yang menjadi background kami yang membuktikan bahwa ijazah Joko Widodo itu satu tidak ada atau yang kedua palsu," kata Rismon Sianipar.
Di acara yang sama, Ketua Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa) Norman Hadinegoro menilai polemik seputar buku putih sebaiknya disikapi dengan tenang. Menurutnya, publik berhak menilai isi buku tersebut tanpa perlu saling menghakimi.
Norman menegaskan, meski ada pro-kontra terkait keilmiahan buku tersebut, dirinya tidak mempermasalahkannya. "Biarkan saja masyarakat yang menilai. Kalau ada yang bilang ini bukan karya ilmiah, ya silakan. Bagi saya tidak ada masalah. Isinya pun sudah banyak dibahas oleh pengacara. Jadi tidak usah diperdebatkan telur dulu atau ayam dulu," kata Norman.
Namun, dia mempertanyakan sikap Universitas Gadjah Mada (UGM) yang terkesan menolak memberikan ruang akademik bagi peluncuran atau penguatan buku itu. "Kalau memang ada rekomendasi dari Gadjah Mada, seharusnya bisa memperkuat buku ini. Tapi kemarin justru terkesan ditolak. Nah, ini yang saya minta penjelasan," ujarnya.
Sebelumnya, Rismon Sianipar menjelaskan buku berjudul Jokowi's White Paper merupakan kajian ilmiah yang membuktikan ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) tidak ada atau palsu. Rismon merupakan salah satu penulis buku tersebut.
"Ini adalah kajian teknis, ilmiah, yang menjadi background kami yang membuktikan bahwa ijazah Joko Widodo itu satu tidak ada atau yang kedua palsu," kata Rismon Sianipar.