Polemik Ijazah Jokowi Berkepanjangan, Ubedilah Badrun Ungkap Penyebabnya

Jum'at, 22 Agustus 2025 - 00:19 WIB
loading...
Polemik Ijazah Jokowi...
Analis Sosial Politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun mengungkapkan penyebab polemik mengenai ijazah Mantan Joko Widodo (Jokowi) berkepanjangan. Foto/iNews
A A A
JAKARTA - Analis Sosial Politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun mengungkapkan penyebab polemik mengenai ijazah Mantan Joko Widodo ( Jokowi ) berkepanjangan. Dia melihat Jokowi maupun kubunya memiliki masalah dalam komunikasi publik.

"Itu (isu berlarut) sebetulnya menunjukkan bahwa ada problem komunikasi publik yang diproduksi oleh orang yang bersangkutan, bisa dari Jokowi atau pihak Jokowi karena menurut saya gagal untuk meyakinkan publik bahwa ijazahnya asli," kata Ubedilah dalam tayangan INTERUPSI di iNews, Kamis (21/8/2025).

Ubedilah menyinggung salah satu buku berjudul On Going Crisis Communication yang ditulis Timothy Coombs. Di dalam buku itu, kata dia, keyakinan publik terhadap informasi yang disampaikan tak terlepas dari informasi itu disampaikan dengan konsisten hingga data yang valid.

Baca juga: Rismon Sianipar Tegaskan Buku Jokowi’s White Paper Bukan untuk Serang Personal



"Sangat terang bahwa keyakinan publik pada sebuah informasi itu akan terjadi jika orang menyampaikan informasi ke publik itu konsisten, didukung data, valid, dan tidak bisa terbantahkan, rasional," ujar dia.

Sebaliknya, apa yang dilakukan kubu Jokowi menurutnya sangat tidak konsisten. Hal inilah yang menurutnya memperpanjang isu dugaan palsu ijazah milik Jokowi.

Baca juga: Buku Jokowi’s White Paper Bakal Dijual ke 25 Negara, Dokter Tifa Sebut Amerika hingga Belanda



"Saya menangkap mengapa ini berkepanjangan karena ada komunikasi yang saya sebut tidak konsisten. Misalnya, Jokowi pernah mengatakan bahwa pembimbingnya adalah Kasmudjo, pembimbing skripsinya, lalu kemudian berubah," tutur Ubedilah.

"Jadi inkonsistensi ini menimbulkan ketidakpercayaan publik pada informasi yang disampaikan oleh pihak Joko Widodo," sambungnya.

Ketidakkonsistenan hingga tidak adanya sikap cepat mengoreksi itu membuat pandangan publik menguat tentang isu ijazah palsu Jokowi. Hal ini, tambah dia, membawa respons yang semakin masif.

Ia lantas menyinggung penulisan buku berjudul Jokowi's White Paper yang ditulis Roy Suryo, Rismon Sianipar, hingga Dokter Tifa. Menurutnya, buku itu terbit sebagai respons lantaran penjelasan-penjelasan yang disampaikan kubu Jokowi tidak mampu menjawab masalah yang ada.

"Teman-teman Rismon dan kawan-kawan itu menulis buku sebetulnya satu upaya yang baik menurut saya dalam tradisi perdebatan hukum bahwa ketika narasi tidak cukup menjelaskan karena terlalu panjang, maka memproduksi buku yang menurut Bung Rismon Dkk itu ilmiah itu adalah satu jalan terbaik untuk membangun alibi yang saintifik dalam pandangan mereka yang menulis," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo akan Ajukan Penangguhan Penahanan
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap, Pakar Hukum: Tak Ada Tekanan dari Kubu Jokowi
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Dokter Tifa Masuk Dittahti...
Dokter Tifa Masuk Dittahti Polda Metro Jaya, Ditahan?
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Rekomendasi
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
12 Terlapor dalam Kasus...
12 Terlapor dalam Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved