Deklarasi Manifesto Filsafat Intelijen, Hendropriyono: Dunia Dilanda Gelombang Proxy War
Rabu, 20 Agustus 2025 - 17:01 WIB
loading...
A
A
A
”Sejalan dengan tanggung jawab moral kita sebagai bagian dari komunitas global, kami menyatakan Manifesto ini sebagai seruan etis untuk mengembalikan fungsi sejati intelijen bagi kemaslahatan umat manusia dan kelestarian lingkungannya,” katanya, Rabu (20/8/2025).
Manifesto filsafat intelijen tersebut antara lain:
Paradigma Intelijen untuk Kemaslahatan Manusia dan Lingkungan
Intelijen sejati tidak hanya berurusan dengan keamanan negara, tetapi juga dengan keamanan hidup umat manusia dan kelestarian lingkungan. Paradigma intelijen yang kami usung adalah paradigma yang humanis, etis, dan berorientasi pada masa depan, yang mengutamakan kehidupan damai dan keberlanjutan ekologis.
Etika Universal sebagai Landasan Intelijensia
Etika universal harus menjadi fondasi dari seluruh kegiatan intelijen. Intelijen, pada hakikatnya, adalah panca indera setiap bangsa yang berfungsi mengamati, menganalisis, dan memperingatkan. Tanpa etika, intelijen mudah tergelincir menjadi alat penindasan dan kebohongan. Dengan etika, intelijen menjadi pelindung kebenaran dan penegak keadilan.
Penolakan terhadap Praktik Intelijen yang Tidak Jujur
Kami menolak segala bentuk praktik intelijen yang tidak jujur yakni yang cenderung tidak benar (inaccurate) dan tidak tepat (inappropriate) yang mengakibatkan penderitaan berkepanjangan bagi umat manusia. Intelijen yang menyesatkan adalah pelanggaran moral terhadap tanggung jawab kemanusiaan.
Manifesto filsafat intelijen tersebut antara lain:
Paradigma Intelijen untuk Kemaslahatan Manusia dan Lingkungan
Intelijen sejati tidak hanya berurusan dengan keamanan negara, tetapi juga dengan keamanan hidup umat manusia dan kelestarian lingkungan. Paradigma intelijen yang kami usung adalah paradigma yang humanis, etis, dan berorientasi pada masa depan, yang mengutamakan kehidupan damai dan keberlanjutan ekologis.
Etika Universal sebagai Landasan Intelijensia
Etika universal harus menjadi fondasi dari seluruh kegiatan intelijen. Intelijen, pada hakikatnya, adalah panca indera setiap bangsa yang berfungsi mengamati, menganalisis, dan memperingatkan. Tanpa etika, intelijen mudah tergelincir menjadi alat penindasan dan kebohongan. Dengan etika, intelijen menjadi pelindung kebenaran dan penegak keadilan.
Penolakan terhadap Praktik Intelijen yang Tidak Jujur
Kami menolak segala bentuk praktik intelijen yang tidak jujur yakni yang cenderung tidak benar (inaccurate) dan tidak tepat (inappropriate) yang mengakibatkan penderitaan berkepanjangan bagi umat manusia. Intelijen yang menyesatkan adalah pelanggaran moral terhadap tanggung jawab kemanusiaan.
Lihat Juga :