Wakil Rakyat Joget Usai Sidang Tahunan MPR, Adies Kadir: Antusiasme Meriahkan Hari Kemerdekaan
Selasa, 19 Agustus 2025 - 17:23 WIB
loading...
Wakil Ketua DPR Adies Kadir buka suara menanggapi video viral di media sosial mengenai sejumlah anggota DPR joget kala mendengar lagu usai Sidang Tahunan MPR RI 2025. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Adies Kadir buka suara menanggapi video viral di media sosial mengenai sejumlah anggota DPR joget kala mendengar lagu usai Sidang Tahunan MPR RI 2025. Video tersebut mendapatkan kritik dari masyarakat.
Terkait itu, Adies memastikan DPR akan terus bekerja keras, profesional, dan fokus dalam menjalankan amanah rakyat sesuai mandat undang-undang (UU). Dia menuturkan, DPR berpegang teguh untuk bekerja profesional dan menjaga muruah lembaga sembari tetap mengapresiasi budaya serta semangat kebersamaan bangsa.
“Kami memahami adanya kritik yang muncul, namun dapat dipastikan bahwa hal ini tidak mengurangi keseriusan DPR RI dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, maupun anggaran. Komitmen kami tetap teguh untuk bekerja profesional dan menjaga marwah lembaga, sembari tetap mengapresiasi budaya serta semangat kebersamaan bangsa,” kata Adies di Jakarta, Selasa (19/8/2025).
Baca juga: Silfester Matutina Besok Jalani Sidang PK Besok, Kubu Roy Suryo Cs Bilang Momen Terbaik Menangkapnya
Dia meluruskan, kegiatan aksi joget sejumlah anggota DPR RI itu dilakukan usai selesainya rangkaian acara Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD. Aksi joget tersebut, kata Adies, merupakan bentuk ekspresi merayakan HUT ke-80 RI.
“Dan substansinya yang penting pada saat rapat paripurna, inti daripada pidato kenegaraan itu semua berjalan dengan hikmat dan baik-baik saja. Aksi joget itu kan bisa dibilang sebagai antusiasme para anggota DPR RI dalam memeriahkan hari kemerdekaan kita,” ujar Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini.
Adies meminta semua pihak untuk tidak membesar-besarkan aksi joget dari sejumlah wakil rakyat tersebut. Adies menegaskan, para Anggota DPR RI tetap menjalankan tugas dengan mendengar aspirasi masyarakat di daerah.
“Tugas-tugas juga yang dilakukan oleh kawan-kawan anggota dewan di daerah pemilihan masing-masing berjalan dengan baik. Semua turun mendengarkan langsung aspirasi daripada masyarakat yang ada di daerah,” pungkasnya.
"Tapi lagu itu karena sebagai upaya untuk merelaksasi selalu ditempatkan di acara di luar formal. Sehingga menurut kami itu sesuatu yang tidak ada masalah karena peletakannya di luar acara formal," tutur Muzani saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (19/8/2025).
Atas dasar itu, Muzani tak ada masalah bila para pejabat dan wakil rakyat itu berjoget selepas acara formal. Apalagi, ia menilai lagu merupakan upaya merelaksasi suasana dan keadaan.
"Itu bagian dari upaya untuk mereleksasi suasana dan keadaan dan sebenarnya orang joget mendengar lagu itu kan sesuatu yang otomatis," ucap Muzani.
Ia menilai, tubuh akan reflek bergoyang ketika mendengar lagu yang iramanya pas. "Apakah kepala, apakah tangan, atau kaki, atau bahkan badan, tangan, kaki, sampai kepala. Itu sesuatu yang wajar saja," ucap Muzani.
"Kalau kita mendengar lagu, kemudian tubuh kita bergoyang atau bergerak, sesuatu yang normal dan biasa saja," pungkasnya.
Terkait itu, Adies memastikan DPR akan terus bekerja keras, profesional, dan fokus dalam menjalankan amanah rakyat sesuai mandat undang-undang (UU). Dia menuturkan, DPR berpegang teguh untuk bekerja profesional dan menjaga muruah lembaga sembari tetap mengapresiasi budaya serta semangat kebersamaan bangsa.
“Kami memahami adanya kritik yang muncul, namun dapat dipastikan bahwa hal ini tidak mengurangi keseriusan DPR RI dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, maupun anggaran. Komitmen kami tetap teguh untuk bekerja profesional dan menjaga marwah lembaga, sembari tetap mengapresiasi budaya serta semangat kebersamaan bangsa,” kata Adies di Jakarta, Selasa (19/8/2025).
Baca juga: Silfester Matutina Besok Jalani Sidang PK Besok, Kubu Roy Suryo Cs Bilang Momen Terbaik Menangkapnya
Dia meluruskan, kegiatan aksi joget sejumlah anggota DPR RI itu dilakukan usai selesainya rangkaian acara Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD. Aksi joget tersebut, kata Adies, merupakan bentuk ekspresi merayakan HUT ke-80 RI.
“Dan substansinya yang penting pada saat rapat paripurna, inti daripada pidato kenegaraan itu semua berjalan dengan hikmat dan baik-baik saja. Aksi joget itu kan bisa dibilang sebagai antusiasme para anggota DPR RI dalam memeriahkan hari kemerdekaan kita,” ujar Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini.
Adies meminta semua pihak untuk tidak membesar-besarkan aksi joget dari sejumlah wakil rakyat tersebut. Adies menegaskan, para Anggota DPR RI tetap menjalankan tugas dengan mendengar aspirasi masyarakat di daerah.
“Tugas-tugas juga yang dilakukan oleh kawan-kawan anggota dewan di daerah pemilihan masing-masing berjalan dengan baik. Semua turun mendengarkan langsung aspirasi daripada masyarakat yang ada di daerah,” pungkasnya.
Ketua MPR: Bagian Releksasi Keadaan
Sementara itu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani pun mengatakan, joget merupakan upaya untuk merelaksasi suasana baik pada saat di Sidang Paripurna DPR, Sidang Tahunan MPR, maupun pada saat setelah Upacara Detik-Detik Proklamasi."Tapi lagu itu karena sebagai upaya untuk merelaksasi selalu ditempatkan di acara di luar formal. Sehingga menurut kami itu sesuatu yang tidak ada masalah karena peletakannya di luar acara formal," tutur Muzani saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (19/8/2025).
Atas dasar itu, Muzani tak ada masalah bila para pejabat dan wakil rakyat itu berjoget selepas acara formal. Apalagi, ia menilai lagu merupakan upaya merelaksasi suasana dan keadaan.
"Itu bagian dari upaya untuk mereleksasi suasana dan keadaan dan sebenarnya orang joget mendengar lagu itu kan sesuatu yang otomatis," ucap Muzani.
Ia menilai, tubuh akan reflek bergoyang ketika mendengar lagu yang iramanya pas. "Apakah kepala, apakah tangan, atau kaki, atau bahkan badan, tangan, kaki, sampai kepala. Itu sesuatu yang wajar saja," ucap Muzani.
"Kalau kita mendengar lagu, kemudian tubuh kita bergoyang atau bergerak, sesuatu yang normal dan biasa saja," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :