Presiden Prabowo: Setiap Rupiah Uang Rakyat Harus Kita Jaga
Minggu, 17 Agustus 2025 - 14:01 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pendahuluan tentang RUU APBN Tahun 2026 dan Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (15/8/2025). Foto/Dok KSP
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mengelola keuangan negara dengan penuh tanggung jawab. Prabowo menegaskan setiap rupiah uang rakyat yang berasal dari pajak dan pendapatan negara harus dijaga dan dikembalikan dalam bentuk program yang nyata.
Prabowo menegaskan transparansi dan akuntabilitas adalah prinsip utama dalam penggunaan anggaran negara. “Ini merupakan upaya untuk memastikan bahwa dana yang terkumpul tidak disalahgunakan, melainkan benar-benar dialokasikan untuk kepentingan seluruh masyarakat," ujarnya dikutip pada Minggu (17/8/2025).
Prabowo menjabarkan beberapa program prioritas yang akan dibiayai oleh APBN 2026. "Alokasi dana akan difokuskan untuk sektor-sektor kunci seperti pendidikan, yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia," katanya.
Baca juga: Detik-detik Presiden Prabowo Turun dari Mimbar Kehormatan Goyang Tabola Bale pada HUT ke-80 RI
Selain itu, fokus juga diberikan pada sektor ketahanan pangan dan kesehatan. Prabowo menekankan pentingnya menjaga ketersediaan pangan dan memastikan masyarakat memiliki akses yang merata terhadap layanan kesehatan yang berkualitas.
Namun, di sisi lain, bahaya terhadap keuangan rakyat tidak hanya datang dari pengelolaan anggaran negara. Laporan dari media luar negeri telah memperingatkan tentang ancaman baru yang mengintai, yaitu rekening bank yang tidak aktif atau dormant.
Rekening-rekening dormant ini disebutkan sangat rentan menjadi target para peretas dan penjahat siber. Menurut laporan, pelaku kejahatan sering memanfaatkan celah keamanan pada rekening yang sudah lama tidak diakses, karena biasanya menggunakan kata sandi yang sudah usang atau lemah.
"Oleh karena itu, perlindungan keuangan rakyat harus menjadi tugas bersama, baik dari pemerintah maupun individu. Pemerintah dengan pengelolaan anggaran yang baik, dan masyarakat dengan kewaspadaan serta tindakan proaktif untuk mengamankan data dan rekening bank mereka, terutama yang sudah tidak terpakai," tegasnya.
Prabowo menegaskan transparansi dan akuntabilitas adalah prinsip utama dalam penggunaan anggaran negara. “Ini merupakan upaya untuk memastikan bahwa dana yang terkumpul tidak disalahgunakan, melainkan benar-benar dialokasikan untuk kepentingan seluruh masyarakat," ujarnya dikutip pada Minggu (17/8/2025).
Prabowo menjabarkan beberapa program prioritas yang akan dibiayai oleh APBN 2026. "Alokasi dana akan difokuskan untuk sektor-sektor kunci seperti pendidikan, yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia," katanya.
Baca juga: Detik-detik Presiden Prabowo Turun dari Mimbar Kehormatan Goyang Tabola Bale pada HUT ke-80 RI
Selain itu, fokus juga diberikan pada sektor ketahanan pangan dan kesehatan. Prabowo menekankan pentingnya menjaga ketersediaan pangan dan memastikan masyarakat memiliki akses yang merata terhadap layanan kesehatan yang berkualitas.
Namun, di sisi lain, bahaya terhadap keuangan rakyat tidak hanya datang dari pengelolaan anggaran negara. Laporan dari media luar negeri telah memperingatkan tentang ancaman baru yang mengintai, yaitu rekening bank yang tidak aktif atau dormant.
Rekening-rekening dormant ini disebutkan sangat rentan menjadi target para peretas dan penjahat siber. Menurut laporan, pelaku kejahatan sering memanfaatkan celah keamanan pada rekening yang sudah lama tidak diakses, karena biasanya menggunakan kata sandi yang sudah usang atau lemah.
"Oleh karena itu, perlindungan keuangan rakyat harus menjadi tugas bersama, baik dari pemerintah maupun individu. Pemerintah dengan pengelolaan anggaran yang baik, dan masyarakat dengan kewaspadaan serta tindakan proaktif untuk mengamankan data dan rekening bank mereka, terutama yang sudah tidak terpakai," tegasnya.
(rca)
Lihat Juga :