Said Didu: Riza Chalid Bendahara Politisi dan Partai Politik, Siapa Pun Penguasanya
Jum'at, 15 Agustus 2025 - 16:08 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Said Didu, dari situlah Riza Chalid mulai bermain di 1998 dengan Petral. Kerja Petral adalah menjual minyak Indonesia dan membeli minyak. “Jadi semua lewat situ. Tahun 98 dia (Riza Chalid) bermain sampai pemerintahan Megawati dan Gus Dur. Setop sedikit di Pemerintahan Habibie,” katanya.
Baca juga: Selamat! 8 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dimutasi Kapolri Awal Agustus 2025, Ini Nama-namanya
Said Didu mengaku, sempat bertemu Riza Chalid saat diangkat menjadi Sekretaris Kementerian BUMN pada 2005. “Saya ditelepon oleh Istana pada saat SBY. Orangnya pangkatnya Brigjen tidak perlu disebutkan nelepon saya mau ketemu. Di ruangan itu saya dilantik jam 11 diminta ketemu jam 4 dengan pejabat istana. Orang ini Riza Chalid ada di dalam ruangan, lho kok ada di sini,” katanya.
Said Didu kemudian menelpon orang yang membuat janji dan bertanya mengenai kehadiran Riza Chalid. Saat itu, dirinya bertanya siapa yang meminta bertemu.
“Lalu kata dia (Riza Chalid), saya hanya minta, saya jangan diganggu, bisnis saya. Saat itu saya langsung berdiri ku ganggu kau, selama aku menjabat, ku ganggu kau karena aku membersihkan negeri. Besok-besoknya ditelepon, Pak siap-siap diganti, siaplah diganti. Tapi Alhamdulillah tidak diganti juga,” katanya.
Baca juga: Selamat! 8 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dimutasi Kapolri Awal Agustus 2025, Ini Nama-namanya
Said Didu mengaku, sempat bertemu Riza Chalid saat diangkat menjadi Sekretaris Kementerian BUMN pada 2005. “Saya ditelepon oleh Istana pada saat SBY. Orangnya pangkatnya Brigjen tidak perlu disebutkan nelepon saya mau ketemu. Di ruangan itu saya dilantik jam 11 diminta ketemu jam 4 dengan pejabat istana. Orang ini Riza Chalid ada di dalam ruangan, lho kok ada di sini,” katanya.
Said Didu kemudian menelpon orang yang membuat janji dan bertanya mengenai kehadiran Riza Chalid. Saat itu, dirinya bertanya siapa yang meminta bertemu.
“Lalu kata dia (Riza Chalid), saya hanya minta, saya jangan diganggu, bisnis saya. Saat itu saya langsung berdiri ku ganggu kau, selama aku menjabat, ku ganggu kau karena aku membersihkan negeri. Besok-besoknya ditelepon, Pak siap-siap diganti, siaplah diganti. Tapi Alhamdulillah tidak diganti juga,” katanya.
Lihat Juga :