Prabowo Curhat Perjalanan Jadi Presiden: Ikut Pemilu 5 Kali, Alhamdulillah 4 Kali Kalah
Jum'at, 15 Agustus 2025 - 13:08 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto curhat soal perjalanan dirinya menjadi Presiden ke-8 RI. Hal itu diungkapkan dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Foto/Aldhi Chandra Setiawan
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto curhat soal perjalanan dirinya menjadi Presiden ke-8 Republik Indonesia (RI). Hal itu diungkapkan Prabowo di akhir pidatonya pada sidang tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD Tahun 2025 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).
“Saya kira itu yang ingin saya sampaikan terima kasih sidang Majelis yang terhormat. Dirgahayu Republik Indonesia ke 80. Mungkin inilah tandanya bahwa demokrasi kita kuat karena saya adalah presiden ke-8 Republik Indonesia yang akan memimpin perayaan Hari Kemerdekaan yang ke-8 dasawarsa. Memang ditakdirkan untuk jadi presiden ke-8. Dan saya adalah bukti bahwa demokrasi kita berjalan karena saya ikut pemilu 5 kali. Alhamdulillah 4 kali kalah tapi hari ini saya berdiri di depan majelis ini,” kata Prabowo.
Baca juga: Prabowo Ingatkan UUD 45 Jangan Hanya Jadi Mantra dan Slogan
Pada kesempatan itu, Prabowo juga meyakini bahwa dengan bergotong-royong Indonesia akan semakin kuat dan sejahtera.
“Saya percaya dan saya yakin bahwa dengan kita bersatu dengan kita bergotong-royong dengan kita mencapai demokrasi sesuai dengan budaya kita, ekonomi sesuai dengan rancang bangun pendiri-pendiri bangsa kita Insya Allah Indonesia akan semakin kuat semakin sejahtera,” ujarnya.
“Kita memilih beberapa tonggak sebagai tema kita bersatu berdaulat rakyat sejahtera. Rakyat harus sejahtera kalau rakyat tidak sejahtera saya katakan kita gagal sebagai negara merdeka. Kita akan berhasil sebagai negara merdeka kalau rakyat kita sejahtera. Karena itu marilah kita bekerja sama kita berbeda-beda boleh tapi satu tujuan kita silakan yang berada di luar pemerintah tidak ada masalah terima kasih kita butuh koreksi. Kita butuh pengawasan, kita butuh kristik walaupun kadang kritik itu menyesakkan juga ya. Tapi tidak ada masalah, jangan berhenti kritik,” tegasnya.
Baca juga: Prabowo: Perilaku Korup Ada di BUMN Kita, BUMD Kita
Prabowo juga menekankan pentingnya menjaga semangat demokrasi, termasuk menerima kritik, meski terkadang terasa menyakitkan.
“Saya juga minta dari koalisi kita tetap di dalam koalisi harus berani mengawasi harus berani koreksi. Tidak boleh ada yang merasa lebih kuat dari hukum tidak boleh ada yang merasa tidak dapat diatur tidak dapat diperiksa,” ujarnya.
“Saya kira itu yang ingin saya sampaikan terima kasih sidang Majelis yang terhormat. Dirgahayu Republik Indonesia ke 80. Mungkin inilah tandanya bahwa demokrasi kita kuat karena saya adalah presiden ke-8 Republik Indonesia yang akan memimpin perayaan Hari Kemerdekaan yang ke-8 dasawarsa. Memang ditakdirkan untuk jadi presiden ke-8. Dan saya adalah bukti bahwa demokrasi kita berjalan karena saya ikut pemilu 5 kali. Alhamdulillah 4 kali kalah tapi hari ini saya berdiri di depan majelis ini,” kata Prabowo.
Baca juga: Prabowo Ingatkan UUD 45 Jangan Hanya Jadi Mantra dan Slogan
Pada kesempatan itu, Prabowo juga meyakini bahwa dengan bergotong-royong Indonesia akan semakin kuat dan sejahtera.
“Saya percaya dan saya yakin bahwa dengan kita bersatu dengan kita bergotong-royong dengan kita mencapai demokrasi sesuai dengan budaya kita, ekonomi sesuai dengan rancang bangun pendiri-pendiri bangsa kita Insya Allah Indonesia akan semakin kuat semakin sejahtera,” ujarnya.
“Kita memilih beberapa tonggak sebagai tema kita bersatu berdaulat rakyat sejahtera. Rakyat harus sejahtera kalau rakyat tidak sejahtera saya katakan kita gagal sebagai negara merdeka. Kita akan berhasil sebagai negara merdeka kalau rakyat kita sejahtera. Karena itu marilah kita bekerja sama kita berbeda-beda boleh tapi satu tujuan kita silakan yang berada di luar pemerintah tidak ada masalah terima kasih kita butuh koreksi. Kita butuh pengawasan, kita butuh kristik walaupun kadang kritik itu menyesakkan juga ya. Tapi tidak ada masalah, jangan berhenti kritik,” tegasnya.
Baca juga: Prabowo: Perilaku Korup Ada di BUMN Kita, BUMD Kita
Prabowo juga menekankan pentingnya menjaga semangat demokrasi, termasuk menerima kritik, meski terkadang terasa menyakitkan.
“Saya juga minta dari koalisi kita tetap di dalam koalisi harus berani mengawasi harus berani koreksi. Tidak boleh ada yang merasa lebih kuat dari hukum tidak boleh ada yang merasa tidak dapat diatur tidak dapat diperiksa,” ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :