Refly Harun: Eksekusi Silfester Matutina Tertunda, Ada 'Orang Besar' di Solo dan Istana?

Kamis, 14 Agustus 2025 - 21:45 WIB
loading...
Refly Harun: Eksekusi...
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menyoroti mandeknya eksekusi terhadap Silfester Matutina meski kasusnya telah berkekuatan hukum tetap sejak lama. Foto/iNews TV
A A A
JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menyoroti mandeknya eksekusi terhadap Silfester Matutina meski kasusnya telah berkekuatan hukum tetap sejak lama. Refly menilai penundaan eksekusi putusan ini dapat menciptakan preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia.

Dia menyebut, ada dua versi terkait pertemuan Silfester dengan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). “JK mengatakan tidak pernah bertemu, tapi Andi Azwan tadi menampilkan foto pertemuan di Istana Wapres. Ini harus dikonfirmasi, mana yang benar. Tidak mungkin dua-duanya benar,” ujar Refly dalam program Interupsi di iNews TV, Kamis malam (14/8/2025).

Baca juga: Silfester Matutina Ajukan PK Kasus Dugaan Fitnah ke Jusuf Kalla, Ini Respons Kejagung

Refly menegaskan, permohonan maaf yang mungkin terjadi dalam pertemuan tersebut tidak mengubah status hukum perkara.



“Kalau kasus sudah inkrah, maaf hanya relevan secara sosial atau politis. Proses hukum tetap harus berjalan,” katanya.

Menurutnya, eksekusi yang sudah berkekuatan hukum tetap harus segera dilakukan. “Kalau tidak dieksekusi, ini akan menjadi preseden buruk dalam law enforcement kita,” tegasnya.

Baca juga: Silfester Matutina Belum Ditahan karena Ada Saudara di Kejari Jaksel, Kejagung: Tak Ada Hubungannya

Ia menambahkan, amnesti bisa saja diberikan oleh Presiden, tetapi eksekusi harus dilakukan terlebih dahulu.

Refly kemudian mengungkap analisis hipotetis terkait pihak yang diduga berpengaruh di balik lambannya eksekusi.

“Kejaksaan Agung sudah memerintahkan melalui Kapuspenkum, tapi Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan belum melaksanakan. Artinya, bisa jadi mereka menunggu ‘tanda’ dari dua pihak: Solo dan Istana. Harus ada orang yang lebih besar kekuasaannya dari Jaksa Agung untuk bisa menghentikan eksekusi ini,” ujarnya.

Meski menekankan ini hanyalah hipotesis, Refly tidak menampik bahwa “orang besar” yang dimaksud kemungkinan berada di lingkar kekuasaan.

“Kalau tidak lebih besar dari Jaksa Agung, maka dia bukan orang besar,” pungkasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya...
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Hari Ini
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa 18 Juni, Kejagung Dalami 26 Tokoh Terkait Kasus Korupsi MBG
Jaksa Agung Serahkan...
Jaksa Agung Serahkan Hasil Pemulihan Aset Rp1,22 Triliun ke Purbaya
Kejagung: Sony Sanjaya...
Kejagung: Sony Sanjaya Tak Bisa Jadi Justice Collaborator Jika Menjadi Pelaku Utama
Kasus Ijazah Palsu Jokowi...
Kasus Ijazah Palsu Jokowi Janggal, Troya Minta Kejati DKI Kembalikan SPDP ke Polisi
Jaga Indonesia Pintar...
Jaga Indonesia Pintar Permudah Pelaporan Dugaan Penyelewengan Dana PIP
Troya Temui Jaksa Peneliti...
Troya Temui Jaksa Peneliti Kejati DKI Jakarta, Refly: Mereka Belum Terima Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa
Rekomendasi
Malih Tong Tong Doakan...
Malih Tong Tong Doakan Haji Bolot Cepat Sembuh, Akui Rindu Kerja Bareng Lagi
Perselingkuhan Membuka...
Perselingkuhan Membuka Rahasia Kelam Seorang Polisi di Microdrama V+Short The Next Door Detective
Gandeng CEO Kreta Digital,...
Gandeng CEO Kreta Digital, Dispora Kota Batam Gelar Pelatihan Digital Marketing
Berita Terkini
Menang Lagi di PN Jakpus,...
Menang Lagi di PN Jakpus, Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen pada SK Plt Maluku
Di Seskoau, Sjafrie:...
Di Seskoau, Sjafrie: Kepemimpinan Adaptif Penting Hadapi Tantangan Pertahanan Masa Depan
Indonesia Emas 2045...
Indonesia Emas 2045 Taruhannya: Ketika Pundak Gen Z Rapuh Tanpa Jangkar Moral
Threshold DPRD Dinilai...
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
SOKSI dan P2MI Teken...
SOKSI dan P2MI Teken MoU Dorong Pekerja Migran Terampil
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved