Bupati Pati Sudewo Didesak Mundur oleh Massa, Ketua DPP Gerindra: Kami Lakukan Pembinaan
Rabu, 13 Agustus 2025 - 20:39 WIB
loading...
Ketua Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPP Partai Gerindra Prasetyo Hadi menegaskan pihaknya melakukan pembinaan kepada Bupati Pati Sudewo. Foto/Binti Mufarida
A
A
A
JAKARTA - Ketua Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPP Partai Gerindra Prasetyo Hadi menegaskan pihaknya melakukan pembinaan kepada Bupati Pati Sudewo . Diketahui, Sudewo merupakan kader Partai Gerindra.
Hal itu ditegaskan Prasetyo seusai ditanya awak media terkait tanggapan Partai Gerindra setelah demonstrasi besar-besaran kepada Sudewo, yang berujung dikeluarkannya kesepakatan hak angket dan membentuk panitia khusus pemakzulan Sudewo selaku Bupati Pati oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati.
"Kebetulan karena kami juga berada di partai yang sama, itu kami lakukan pembinaan, itu kita lakukan baik dari Pak Sekjen, Pak Sugiono, maupun melalui Ketua DPD," kata Prasetyo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/8/2025).
Prasetyo pun menegaskan bahwa dirinya selaku ketua Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan DPP Partai Gerindra memastikan melakukan pembinaan kepada Bupati Sudewo.
Baca Juga: Profil Wakil Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Berpeluang Jadi Bupati jika Sudewo Lengser
Prasetyo menambahkan bahwa pejabat publik harus juga membawa nama baik partai. "Sebagai pejabat publik, apalagi juga membawa nama baik partai, di situlah memang kita harus berhati-hati."
Meski begitu, Prasetyo menilai Sudewo juga sudah menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan dan kebijakannya. "Dalam perjalanannya juga kita lihat Pak Bupati sudah menyampaikan permohonan maaf ya terhadap statement beliau yang mungkin itulah yang menyebabkan munculnya dinamika yang terjadi sekarang di Kabupaten Pati," pungkasnya.
Baca Juga: Warga Pati Kirim Pesan ke Prabowo: Pecat Bupati Sudewo atau Jateng Boikot Gerindra
Sebelumnya, Bupati Pati Sudewo membatalkan rencana kenaikan PBB-P2 tersebut. Keputusan Bupati Pati Sudewo membatalkan rencana kenaikan PBB-P2 sebesar 250 persen itu disampaikan langsung dalam konferensi pers di Pendopo Kabupaten Pati, Jumat (8/8/2025).
"Saya memohon maaf kepada masyarakat Kabupaten Pati atas kebijakan kenaikan PBB-P2 yang menimbulkan keresahan. Tujuan awalnya demi pembangunan dan kesejahteraan rakyat, tetapi jika menimbulkan beban, maka saya batalkan," kata Sudewo.
Namun, pembatalan rencana kenaikan PBB-P2 sebesar 250% serta permohonan maaf tersebut ternyata tidak direspons dengan baik oleh warga Pati. Rabu (13/8/2025) ini, Kantor Pemkab Pati didemo massa yang menuntut Sudewo mundur. Demo berujung ricuh.
Bahkan, warga Pati mengirimkan pesan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam aksi unjuk rasa yang digelar di depan Kantor Pemerintahan Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Mereka meminta agar Presiden Prabowo Subianto memecat Bupati Pati Sudewo. Pesan tersebut disampaikan lewat sebuah spanduk besar berwarna putih yang terpasang di atas pagar kantor Bupati Pati.
"Pak Presiden Prabowo Pecat Bupati Sudewo atau Jateng Boikot Partai Gerindra," demikian tulisan dalam spanduk tersebut, Rabu (13/8/2025).
Hal itu ditegaskan Prasetyo seusai ditanya awak media terkait tanggapan Partai Gerindra setelah demonstrasi besar-besaran kepada Sudewo, yang berujung dikeluarkannya kesepakatan hak angket dan membentuk panitia khusus pemakzulan Sudewo selaku Bupati Pati oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati.
"Kebetulan karena kami juga berada di partai yang sama, itu kami lakukan pembinaan, itu kita lakukan baik dari Pak Sekjen, Pak Sugiono, maupun melalui Ketua DPD," kata Prasetyo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/8/2025).
Prasetyo pun menegaskan bahwa dirinya selaku ketua Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan DPP Partai Gerindra memastikan melakukan pembinaan kepada Bupati Sudewo.
Baca Juga: Profil Wakil Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Berpeluang Jadi Bupati jika Sudewo Lengser
Prasetyo menambahkan bahwa pejabat publik harus juga membawa nama baik partai. "Sebagai pejabat publik, apalagi juga membawa nama baik partai, di situlah memang kita harus berhati-hati."
Meski begitu, Prasetyo menilai Sudewo juga sudah menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan dan kebijakannya. "Dalam perjalanannya juga kita lihat Pak Bupati sudah menyampaikan permohonan maaf ya terhadap statement beliau yang mungkin itulah yang menyebabkan munculnya dinamika yang terjadi sekarang di Kabupaten Pati," pungkasnya.
Baca Juga: Warga Pati Kirim Pesan ke Prabowo: Pecat Bupati Sudewo atau Jateng Boikot Gerindra
Sebelumnya, Bupati Pati Sudewo membatalkan rencana kenaikan PBB-P2 tersebut. Keputusan Bupati Pati Sudewo membatalkan rencana kenaikan PBB-P2 sebesar 250 persen itu disampaikan langsung dalam konferensi pers di Pendopo Kabupaten Pati, Jumat (8/8/2025).
"Saya memohon maaf kepada masyarakat Kabupaten Pati atas kebijakan kenaikan PBB-P2 yang menimbulkan keresahan. Tujuan awalnya demi pembangunan dan kesejahteraan rakyat, tetapi jika menimbulkan beban, maka saya batalkan," kata Sudewo.
Namun, pembatalan rencana kenaikan PBB-P2 sebesar 250% serta permohonan maaf tersebut ternyata tidak direspons dengan baik oleh warga Pati. Rabu (13/8/2025) ini, Kantor Pemkab Pati didemo massa yang menuntut Sudewo mundur. Demo berujung ricuh.
Bahkan, warga Pati mengirimkan pesan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam aksi unjuk rasa yang digelar di depan Kantor Pemerintahan Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Mereka meminta agar Presiden Prabowo Subianto memecat Bupati Pati Sudewo. Pesan tersebut disampaikan lewat sebuah spanduk besar berwarna putih yang terpasang di atas pagar kantor Bupati Pati.
"Pak Presiden Prabowo Pecat Bupati Sudewo atau Jateng Boikot Partai Gerindra," demikian tulisan dalam spanduk tersebut, Rabu (13/8/2025).
(zik)
Lihat Juga :