JKN, Penjaga Kesehatan Mahasiswa Perantau: Kisah Dea di Sanggau
Rabu, 13 Agustus 2025 - 19:45 WIB
loading...
A
A
A
"Pelayanannya sangat baik. Dari sisi administrasi juga cepat dan tidak bertele-tele. Dokter rutin mengecek kondisi saya setiap hari," kenangnya. Dea merasa fasilitas yang diberikan sudah memadai, meski sederhana. "Sebagai peserta BPJS, fasilitas yang saya dapatkan lumayan bagus, cukup untuk proses pemulihan," tambahnya.
Bagi Dea, JKN lebih dari sekadar asuransi kesehatan; ini adalah jaring pengaman sosial yang krusial. Terutama bagi mahasiswa perantau yang mandiri dan memiliki keterbatasan finansial. "Sebagai mahasiswa yang jauh dari orang tua, JKN sangat membantu, terutama saat tidak punya uang. Saya merasa lebih tenang karena tidak perlu takut ketika harus berobat," pungkas Dea.
Kisah Dea membuktikan bahwa JKN memberikan rasa aman dan kemudahan, memastikan mahasiswa seperti dirinya bisa fokus belajar tanpa harus khawatir tentang biaya kesehatan.
Bagi Dea, JKN lebih dari sekadar asuransi kesehatan; ini adalah jaring pengaman sosial yang krusial. Terutama bagi mahasiswa perantau yang mandiri dan memiliki keterbatasan finansial. "Sebagai mahasiswa yang jauh dari orang tua, JKN sangat membantu, terutama saat tidak punya uang. Saya merasa lebih tenang karena tidak perlu takut ketika harus berobat," pungkas Dea.
Kisah Dea membuktikan bahwa JKN memberikan rasa aman dan kemudahan, memastikan mahasiswa seperti dirinya bisa fokus belajar tanpa harus khawatir tentang biaya kesehatan.
(aik)
Lihat Juga :