Pembatasan Operasional Truk saat Libur Maulid Nabi Berpotensi Ganggu Pasokan Logistik

Senin, 11 Agustus 2025 - 20:10 WIB
loading...
Pembatasan Operasional...
Pembatasan operasional truk-truk sumbu tiga saat libur Maulid Nabi pada 5 September 2025 berpotensi ganggu pasokan logistik. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Rencana Kementerian Perhubungan ( Kemenhub ) yang akan membatasi operasional truk-truk sumbu 3 saat libur Maulid Nabi pada 5 September 2025 mendapat kritik dari sejumlah kalangan. Sebab kebijakan ini dinilai akan mengganggu produksi di pabrik karena terhambatnya suplai bahan baku.

“Pembatasan operasional truk sumbu tiga ini jelas akan menghambat kegiatan domestik di dalam kota Jabodetabek maupun kegiatan aliran dari Jabodetabek menuju ke luar kota seperti Sumatera, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, atau sebaliknya,” ujar Senior Consultant Supply Chain Indonesia, Sugi Purnoto, Senin (11/8/2025).

Sugi mengakui Kemenhub menyampaikan truk-truk sumbu 3 itu hanya dilarang beroperasi di jalur Tol Jawa dan Jakarta – Cikampek (Japek) dan masih diizinkan melalui jalan-jalan arteri saat libur Maulid Nabi nanti.

Baca juga: Kemenhub: Trafik Penerbangan Internasional Lebih Cepat Pulih Ketimbang Domestik

“Tapi, dengan kepadatan di jalan arteri nantinya, itu bisa menyebabkan kedatangan barang ke daerah-daerah yang dituju menjadi terlambat. Karena, durasi perjalanannya kan bisa dipastikan akan lebih lama karena terjadi kemacetan,” tukasnya.

Sementara, persediaan bahan baku untuk pabrik itu tidak boleh terlambat karena mesinnya harus berjalan terus, apalagi jika pabrik itu beroperasinya selama 24 jam. Menurut dia, pembatasan operasional itu hanya akan membuat logistiknya menjadi kacau. “Jadi, planning-nya juga jadi lebih sulit. Pengaturan untuk distribusi barang malah ngaco,” tuturnya.

Baca juga: Daftar Tanggal Merah di Bulan Mei 2025: Libur Nasional, Cuti Bersama, dan Long Weekend

Belum lagi, sekolah-sekolah baru saja mulai pengajaran baru yang pasti membuat banyak pengeluaran. “Dalam kondisi seperti itu, masyarakat juga pasti akan berpikirlah untuk tidak menambah pengeluarannya lagi dengan berlibur atau pulang kampung. Mungkin banyak orang malah berpikir untuk menggunakan waktu libur itu untuk istirahat di rumah saja. Jadi, nggak ada urgensinya Kemenhub membatas-batasi truk-truk logistik saat itu,” katanya.

Apalagi, sektor logistik menjadi salah satu penyokong pertumbuhan ekonomi di Tanah Air. “Jadi, lebih baik Kemenhub membiarkan saja truk-truk logistik itu mengalir secara normal. Saya kira bukan kondisi mendesak kok sehingga harus dilakukan pengaturan pembatasan seperti itu,” ucapnya.

Dia mengutarakan bahwa pembatasan operasional truk-truk sumbu 3 itu lebih berdampak di Jabodetabek dibanding daerah-daerah lain yang tidak terlalu banyak kendala. Hal itu disebabkan pembatasannya ini dilakukan utamanya adalah tol dalam kota, tol jorr, kemudian tol menuju Merak, Bandung, Trans Jawa sampai dengan Kali Kangkung di Semarang.


“Jadi, kalau saran saya, Kemenhub bersama dengan jajarannya, ketika akan melakukan pembatasan itu, yang mendapatkan prioritas untuk dibatasi itu adalah angkutan orang bukan angkutan barang,” ucapnya.

Menurutnya, kebijakan pelarangan yang dibuat pemerintah selama ini hanya bertujuan untuk memperlancar dan mempermudah lalu lintas orang yang melakukan perjalanan mudik semata atau dalam konteks jalan-jalan tanpa memperdulikan kepentingan industri.

“Nah, ini kan sayang kalau hanya mengutamakan kepentingan dalam konteks pribadi dibandingkan dengan kepentingan logistik nasional,” ungkapnya.

Jadi ketimbang melakukan pembatasan operasional truk logistik sumbu 3, Kemenhub lebih baik meminta masyarakat untuk tidak menggunakan mobil pribadi saat libur Maulid Nabi nanti.

“Jangan sampai sektor logistik menjadi korban. Lebih baik masyarakat diminta naik angkutan umum saja kalaupun mau berlibur atau pulang kampung saat Maulid nanti. Karena, di daerah-daerah itu kan sudah tersedia penyewaan mobil begitu banyak dan juga aplikasi angkutan online,” tandasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus DJKA, KPK Telusuri...
Kasus DJKA, KPK Telusuri Dugaan Penerimaan Gratifikasi di Kemenhub
Kasus Korupsi Pengadaan...
Kasus Korupsi Pengadaan Jalur Kereta Api, KPK Panggil 3 ASN Kemenhub
Prabowo Pangkas Tarif...
Prabowo Pangkas Tarif Ojol 10%, DPR: Patut Ditindaklanjuti Kemenhub dan Aplikator
Jelang Idulfitri 2026,...
Jelang Idulfitri 2026, Dirjen Bea Cukai Tinjau Kesiapan Arus Barang di Tanjung Priok
Truk Dilarang Beroperasi...
Truk Dilarang Beroperasi selama 17 Hari saat Lebaran, DPR: Bebani Industri dan Sopir
Catat Jadwal Libur dan...
Catat Jadwal Libur dan WFA Lebaran 2026, Bisa Mudik hingga 2 Minggu!
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Rupiah Ambles ke Rp17.900,...
Rupiah Ambles ke Rp17.900, Siap-siap! Harga Tiket Pesawat Bakal Naik
Rekomendasi
Sepekan Digelar, Jakarta...
Sepekan Digelar, Jakarta Fair 2026 Raih 1,5 Juta Pengunjung
IHSG Menghijau di Awal...
IHSG Menghijau di Awal Pekan, Pagi Ini Sentuh Level 6.217
Dibayangi Outflow Rp4,5...
Dibayangi Outflow Rp4,5 Triliun, IHSG Pekan Ini Diprediksi Bergerak Fluktuatif
Berita Terkini
Momen Pelimpahan Roy...
Momen Pelimpahan Roy Suryo ke Kejaksaan, Sempat Adu Mulut Tolak Pakai Baju Tahanan
5.000 Jembatan Gantung...
5.000 Jembatan Gantung Dibangun, Prabowo Ingin Percepat Konektivitas Pelosok
Keluarga Roy Suryo dan...
Keluarga Roy Suryo dan Dokter Tifa Resmi Ajukan Penangguhan Penahanan
Din Syamsuddin Ungkap...
Din Syamsuddin Ungkap Bung Karno Tokoh Dikagumi Dunia Internasional
Dilimpahkan ke Kejari...
Dilimpahkan ke Kejari Jaksel, Roy Suryo: Allahu Akbar, Terus Semangat!
Keluar dari RS Polri,...
Keluar dari RS Polri, Roy Suryo Kepalkan Tangan, dr tifa Dipegang 2 Polisi
Infografis
5 Manfaat Makan Kurma...
5 Manfaat Makan Kurma Saat Sahur dan Buka Puasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved