Menuju Munas 2025, Partai Berkarya Dukung Arah Baru Pemerintahan Prabowo
Kamis, 07 Agustus 2025 - 20:42 WIB
loading...
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Berkarya menyampaikan bahwa proses konsolidasi nasional partai telah secara resmi dimulai. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Dalam semangat pembaruan dan penguatan organisasi, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Berkarya menyampaikan bahwa proses konsolidasi nasional partai telah secara resmi dimulai. Hal itu menyusul diterbitkannya Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor M.HH-11.AH.11.02 Tahun 2025 tentang pengesahan susunan pengurus DPP periode 2020–2025.
Keputusan tersebut bukan hanya menandai pengakuan hukum terhadap kepemimpinan Partai Berkarya saat ini, tetapi juga menjadi momentum penting untuk menata kembali struktur, memperbarui strategi perjuangan, dan membangun kesatuan yang kokoh menjelang Musyawarah Nasional (Munas) Partai Berkarya yang akan diselenggarakan pada 18- 20 September 2025.
Melalui agenda konsolidasi nasional yang dijalankan secara bertahap, DPP menyerukan kepada seluruh 33 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan 416 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) agar segera menyatakan komitmen kehadiran dan kesetiaan terhadap kepengurusan yang sah.
![Menuju Munas 2025, Partai Berkarya Dukung Arah Baru Pemerintahan Prabowo]()
Baca juga: Muchdi PR Optimistis Pemerintahan Prabowo-Gibran Dapat Atasi Persoalan Bangsa
“Ini bukan lagi tentang siapa yang berkuasa. Ini tentang siapa yang siap berjuang untuk masa depan partai dan bangsa. Kini saatnya semua kembali ke rumah besar Partai Berkarya,” ujar Ketua Umum Partai Berkarya Mayjen TNI (Purn) Muchdi PR di Jakarta, Kamis (7/7/2025)
Ia menggarisbawahi bahwa Munas bukan sekadar forum seremonial, melainkan forum tertinggi partai untuk membentuk kepengurusan baru periode 2025–2030 yang lebih inklusif, transformatif, dan berkomitmen pada pelayanan politik yang bersih. Muchdi juga mengatakan dukungannya terhadap arah kebijakan strategis nasional yang sedang digagas dan dilaksanakan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dukungan yang diberikan khususnya dalam bidang pertahanan, pangan, pendidikan, dan penegakan kedaulatan nasional. Pertama, Pembentukan Dewan Ketahanan Nasional (DKN) sebagai lembaga lintas sektor yang menyatukan arah kebijakan nasional lintas bidang.
Kedua, Kenaikan Anggaran Pertahanan sebagai investasi dalam kekuatan nasional dan penjaga stabilitas kawasan. Kemudian, Food Estate Terpadu sebagai simbol kemandirian pangan bangsa. Keempat, Penanganan Tegas Separatisme dan Terorisme sebagai komitmen terhadap integritas NKRI.
"Terakhir, Reformasi Kurikulum Nasional berbasis Bela Negara dan Etika Kebangsaan sebagai langkah membangun generasi bangsa yang tangguh dan berjiwa nasionalis," ujarnya.
Selain itu, Partai Berkarya juga menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan strategis Prabowo dalam mengeluarkan Amnesti kepada Tom Lembong dan Abolisi terhadap perkara hukum yang menjerat Hasto Kristiyanto. Ia menilai bahwa langkah ini adalah bagian dari rekonsiliasi nasional dan bentuk kedewasaan
“Negara harus memimpin dengan kesejukan, bukan kebencian. Rekonsiliasi bukan kelemahan, tapi kekuatan moral,” tegas Sekretaris Jenderal DPP Partai Berkarya Irmanjaya Thaher.
Partai Berkarya siap menjadi kekuatan penyangga pemerintahan yang konstruktif, menjaga keseimbangan antara kritik dan dukungan, antara kontrol dan partisipasi. DPP memastikan bahwa seluruh kader, struktur wilayah, dan organisasi sayap akan dilibatkan dalam penyusunan strategi besar partai 5 tahun ke depan.
“Kita tidak sedang membangun partai musiman. Kita membangun partai masa depan. Partai yang akan bertahan melampaui satu generasi,” pungkas Muchdi.
Keputusan tersebut bukan hanya menandai pengakuan hukum terhadap kepemimpinan Partai Berkarya saat ini, tetapi juga menjadi momentum penting untuk menata kembali struktur, memperbarui strategi perjuangan, dan membangun kesatuan yang kokoh menjelang Musyawarah Nasional (Munas) Partai Berkarya yang akan diselenggarakan pada 18- 20 September 2025.
Melalui agenda konsolidasi nasional yang dijalankan secara bertahap, DPP menyerukan kepada seluruh 33 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan 416 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) agar segera menyatakan komitmen kehadiran dan kesetiaan terhadap kepengurusan yang sah.

Baca juga: Muchdi PR Optimistis Pemerintahan Prabowo-Gibran Dapat Atasi Persoalan Bangsa
“Ini bukan lagi tentang siapa yang berkuasa. Ini tentang siapa yang siap berjuang untuk masa depan partai dan bangsa. Kini saatnya semua kembali ke rumah besar Partai Berkarya,” ujar Ketua Umum Partai Berkarya Mayjen TNI (Purn) Muchdi PR di Jakarta, Kamis (7/7/2025)
Ia menggarisbawahi bahwa Munas bukan sekadar forum seremonial, melainkan forum tertinggi partai untuk membentuk kepengurusan baru periode 2025–2030 yang lebih inklusif, transformatif, dan berkomitmen pada pelayanan politik yang bersih. Muchdi juga mengatakan dukungannya terhadap arah kebijakan strategis nasional yang sedang digagas dan dilaksanakan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dukungan yang diberikan khususnya dalam bidang pertahanan, pangan, pendidikan, dan penegakan kedaulatan nasional. Pertama, Pembentukan Dewan Ketahanan Nasional (DKN) sebagai lembaga lintas sektor yang menyatukan arah kebijakan nasional lintas bidang.
Kedua, Kenaikan Anggaran Pertahanan sebagai investasi dalam kekuatan nasional dan penjaga stabilitas kawasan. Kemudian, Food Estate Terpadu sebagai simbol kemandirian pangan bangsa. Keempat, Penanganan Tegas Separatisme dan Terorisme sebagai komitmen terhadap integritas NKRI.
"Terakhir, Reformasi Kurikulum Nasional berbasis Bela Negara dan Etika Kebangsaan sebagai langkah membangun generasi bangsa yang tangguh dan berjiwa nasionalis," ujarnya.
Selain itu, Partai Berkarya juga menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan strategis Prabowo dalam mengeluarkan Amnesti kepada Tom Lembong dan Abolisi terhadap perkara hukum yang menjerat Hasto Kristiyanto. Ia menilai bahwa langkah ini adalah bagian dari rekonsiliasi nasional dan bentuk kedewasaan
“Negara harus memimpin dengan kesejukan, bukan kebencian. Rekonsiliasi bukan kelemahan, tapi kekuatan moral,” tegas Sekretaris Jenderal DPP Partai Berkarya Irmanjaya Thaher.
Partai Berkarya siap menjadi kekuatan penyangga pemerintahan yang konstruktif, menjaga keseimbangan antara kritik dan dukungan, antara kontrol dan partisipasi. DPP memastikan bahwa seluruh kader, struktur wilayah, dan organisasi sayap akan dilibatkan dalam penyusunan strategi besar partai 5 tahun ke depan.
“Kita tidak sedang membangun partai musiman. Kita membangun partai masa depan. Partai yang akan bertahan melampaui satu generasi,” pungkas Muchdi.
(rca)
Lihat Juga :