Profil Komjen Dedi Prasetyo, Mantan Kadiv Humas Polri yang Ditunjuk Jadi Wakapolri
Kamis, 07 Agustus 2025 - 05:50 WIB
loading...
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo resmi menunjuk Komjen Pol Dedi Prasetyo sebagai Wakapolri. Sebelumnya, jenderal bintang 3 itu menjabat Irwasum Polri. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo resmi menunjuk Komjen Pol Dedi Prasetyo sebagai Wakapolri. Sebelumnya, jenderal bintang 3 itu menjabat Irwasum Polri.
Dia menggantikan Komjen Pol (Purn) Ahmad Dofiri. Dofiri melepas jabatan sejak 1 Juli 2025. Penunjukan Dedi sebagai Wakapolri tertuang dalam surat telegram Nomor: ST/1764/VIII/KEP./2025 per tanggal 5 Agustus 2025 yang ditandatangani As SDM Polri Irjen Pol Anwar atas nama Kapolri.
Baca juga: Ditunjuk Jadi Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri Miliki Harta Rp6,2 Miliar
Sekelumit tentang Komjen Dedi Prasetyo. Mantan Kadiv Humas Polri itu merupakan salah satu Perwira Tinggi (Pati) Polri yang memiliki karier cemerlang.
Dia pernah menjabat Asisten SDM Kapolri. Sejumlah jabatan penting lainnya pernah diemban di antaranya Wakapolda Kalimantan Tengah tahun 2017 dan Kapolda Kalimantan Tengah tahun 2020.
Untuk penugasan pertamanya, Dedi pernah menjabat Kaurbinops Serse Polres Lamongan tahun 1991. Hingga akhirnya dia diangkat menjadi Kapolsek Deket, Kecamatan Lamongan, Jawa Timur.
Seiring berjalannya waktu, perjalanan karier Dedi di kepolisian mulai menanjak. Dia menjadi Kapolsek Serpong tahun 1997, Kaur Tihorkam Ditdalpers SSDM Polri tahun 2002, hingga Sespri Wakapolri pada 2004.
Sampai pada tahun 2005, Dedi harus kembali ke Jawa Timur untuk menjadi Kabag Bin Polwil Madura Polda Jatim. Selama di Jawa Timur, dia juga pernah menjabat Kakorsis SPN Mojokerto Polda Jatim, Kasat Serse Polwiltabes Surabaya, Kapolresta Kediri, dan Kapolres Lumajang.
Setelah setahun memimpin Polres Lumajang, Dedi kembali dipindahtugaskan menjadi Kasubbagmin Set Rodalpers SDE SDM Polri tahun 2010. Kemudian tahun 2011, dia harus ke luar pulau untuk bertugas sebagai Karo SDM Polda Maluku Utara, lalu Karo SDM Polda Kalimantan Tengah pada 2012.
Dedi kembali mendapat pemindahan tugas ke Mabes Polri setelah dipercaya menjadi Kabagpangkat Robinkar SSDM Polri pada 2014 dan Kabagmutjab Robinkar SSDM Polri tahun 2016.
Selama menjalani kariernya di kepolisian telah banyak kasus besar yang ditangani Dedi. Salah satunya yang paling mencuri perhatian adalah kasus penembakan polisi yang dilakukan Ferdy Sambo dan tragedi Kanjuruhan.
Dedi yang saat itu menjabat Kadiv Humas Polri dikenal sebagai sosok yang mengabarkan perkembangan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat dan tragedi Kanjuruhan.
Dia menggantikan Komjen Pol (Purn) Ahmad Dofiri. Dofiri melepas jabatan sejak 1 Juli 2025. Penunjukan Dedi sebagai Wakapolri tertuang dalam surat telegram Nomor: ST/1764/VIII/KEP./2025 per tanggal 5 Agustus 2025 yang ditandatangani As SDM Polri Irjen Pol Anwar atas nama Kapolri.
Baca juga: Ditunjuk Jadi Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri Miliki Harta Rp6,2 Miliar
Sekelumit tentang Komjen Dedi Prasetyo. Mantan Kadiv Humas Polri itu merupakan salah satu Perwira Tinggi (Pati) Polri yang memiliki karier cemerlang.
Dia pernah menjabat Asisten SDM Kapolri. Sejumlah jabatan penting lainnya pernah diemban di antaranya Wakapolda Kalimantan Tengah tahun 2017 dan Kapolda Kalimantan Tengah tahun 2020.
Jenderal Lulusan Akpol 1990
Dedi Prasetyo lahir pada 26 Juli 1968 di Madiun, Jawa Timur. Dia mulai terjun ke dunia kepolisian setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1990.Untuk penugasan pertamanya, Dedi pernah menjabat Kaurbinops Serse Polres Lamongan tahun 1991. Hingga akhirnya dia diangkat menjadi Kapolsek Deket, Kecamatan Lamongan, Jawa Timur.
Seiring berjalannya waktu, perjalanan karier Dedi di kepolisian mulai menanjak. Dia menjadi Kapolsek Serpong tahun 1997, Kaur Tihorkam Ditdalpers SSDM Polri tahun 2002, hingga Sespri Wakapolri pada 2004.
Sampai pada tahun 2005, Dedi harus kembali ke Jawa Timur untuk menjadi Kabag Bin Polwil Madura Polda Jatim. Selama di Jawa Timur, dia juga pernah menjabat Kakorsis SPN Mojokerto Polda Jatim, Kasat Serse Polwiltabes Surabaya, Kapolresta Kediri, dan Kapolres Lumajang.
Setelah setahun memimpin Polres Lumajang, Dedi kembali dipindahtugaskan menjadi Kasubbagmin Set Rodalpers SDE SDM Polri tahun 2010. Kemudian tahun 2011, dia harus ke luar pulau untuk bertugas sebagai Karo SDM Polda Maluku Utara, lalu Karo SDM Polda Kalimantan Tengah pada 2012.
Dedi kembali mendapat pemindahan tugas ke Mabes Polri setelah dipercaya menjadi Kabagpangkat Robinkar SSDM Polri pada 2014 dan Kabagmutjab Robinkar SSDM Polri tahun 2016.
Selama menjalani kariernya di kepolisian telah banyak kasus besar yang ditangani Dedi. Salah satunya yang paling mencuri perhatian adalah kasus penembakan polisi yang dilakukan Ferdy Sambo dan tragedi Kanjuruhan.
Dedi yang saat itu menjabat Kadiv Humas Polri dikenal sebagai sosok yang mengabarkan perkembangan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat dan tragedi Kanjuruhan.
(jon)
Lihat Juga :