Demokrat Tak Persoalkan jika Prabowo Putuskan Ajak PDIP Masuk Kabinet
Selasa, 05 Agustus 2025 - 15:50 WIB
loading...
Sekjen DPP Partai Demokrat Herman Khaeron, Foto/Felldy Utama
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat Herman Khaeron menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menentukan apakah akan mengajak PDI Perjuangan ( PDIP ) gabung ke dalam pemerintahan atau tidak. Menurutnya, Prabowo sebagai presiden memiliki hak prerogatif untuk memutuskan hal tersebut.
"Jadi selama bahwa Presiden menetapkan pilihan-pilihan itu (mengajak PDIP ke dalam kabinet) ya kita hormati, karena itu hak prerogatifnya," kata pria yang akrab disapa Hero itu di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/8/2025).
Karena itu, kata Hero, isu masuknya PDIP masuk kabinet tak perlu dipertentangan dengan pihak lain. "Nah oleh karenanya tidak bisa kemudian dipertentangkan dengan pihak-pihak lain. Ini menjadi hak prerogatif Presiden," ujarnya.
Jika PDIP benar gabung ke dalam kabinet, Hero melihat hal ini justru sangat baik bagi berjalannya program-program pemerintahan. "Tentu saya katakan semakin solidnya seluruh potensi bangsa, partai-partai politik memiliki satu tujuan yang sama bersama dengan pemerintah. Saya kira akan semakin baik dan akselerasi untuk mencapai tujuannya akan lebih terukur," pungkasnya.
Baca Juga: Tegaskan PDIP Bukan Oposisi atau Koalisi, Megawati: Kita Partai Ideologis, Berdiri di Atas Kebenaran
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada pembahasan untuk menyiapkan kursi kabinet yang dikhususkan bagi PDIP.
"Ndak, ndak, belum ada pembicaraan," kata Prasetyo saat ditemui di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/8/2025).
Prasetyo pun turut menanggapi pernyataan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri yang menegaskan bahwa partainya akan menjadi penyeimbang pemerintah.
Menurutnya, sikap partai politik untuk mendukung pemerintah tidak melulu harus ditandai dengan adanya keterwakilan di dalam kabinet. "Itu juga sesuatu yang baik, tidak ada salahnya. Memang pemerintah juga butuh check and balance, butuh masukan. Enggak ada masalah," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri menegaskan partainya tidak menjadi oposisi. Dia juga menegaskan PDIP tak ambil posisi sebagai partai koalisi pemerintahan.
“PDIP tidak memposisikan sebagai oposisi, dan juga tidak semata-mata membangun koalisi kekuasaan," ujar Megawati saat berpidato di acara penutupan Kongres ke-6 PDIP di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Sabtu (2/8/2025).
Presiden ke-5 RI ini menegaskan, PDIP merupakan partai ideologis dan berpihak pada rakyat. Dia berkata, PDIP akan menjadi penyeimbang pemerintah.
"Kita adalah partai ideologis, berdiri di atas kebenaran, berpihak pada rakyat, dan bersikap tegas sebagai partai penyeimbang,” ujar Megawati.
"Jadi selama bahwa Presiden menetapkan pilihan-pilihan itu (mengajak PDIP ke dalam kabinet) ya kita hormati, karena itu hak prerogatifnya," kata pria yang akrab disapa Hero itu di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/8/2025).
Karena itu, kata Hero, isu masuknya PDIP masuk kabinet tak perlu dipertentangan dengan pihak lain. "Nah oleh karenanya tidak bisa kemudian dipertentangkan dengan pihak-pihak lain. Ini menjadi hak prerogatif Presiden," ujarnya.
Jika PDIP benar gabung ke dalam kabinet, Hero melihat hal ini justru sangat baik bagi berjalannya program-program pemerintahan. "Tentu saya katakan semakin solidnya seluruh potensi bangsa, partai-partai politik memiliki satu tujuan yang sama bersama dengan pemerintah. Saya kira akan semakin baik dan akselerasi untuk mencapai tujuannya akan lebih terukur," pungkasnya.
Baca Juga: Tegaskan PDIP Bukan Oposisi atau Koalisi, Megawati: Kita Partai Ideologis, Berdiri di Atas Kebenaran
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada pembahasan untuk menyiapkan kursi kabinet yang dikhususkan bagi PDIP.
"Ndak, ndak, belum ada pembicaraan," kata Prasetyo saat ditemui di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/8/2025).
Prasetyo pun turut menanggapi pernyataan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri yang menegaskan bahwa partainya akan menjadi penyeimbang pemerintah.
Menurutnya, sikap partai politik untuk mendukung pemerintah tidak melulu harus ditandai dengan adanya keterwakilan di dalam kabinet. "Itu juga sesuatu yang baik, tidak ada salahnya. Memang pemerintah juga butuh check and balance, butuh masukan. Enggak ada masalah," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri menegaskan partainya tidak menjadi oposisi. Dia juga menegaskan PDIP tak ambil posisi sebagai partai koalisi pemerintahan.
“PDIP tidak memposisikan sebagai oposisi, dan juga tidak semata-mata membangun koalisi kekuasaan," ujar Megawati saat berpidato di acara penutupan Kongres ke-6 PDIP di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Sabtu (2/8/2025).
Presiden ke-5 RI ini menegaskan, PDIP merupakan partai ideologis dan berpihak pada rakyat. Dia berkata, PDIP akan menjadi penyeimbang pemerintah.
"Kita adalah partai ideologis, berdiri di atas kebenaran, berpihak pada rakyat, dan bersikap tegas sebagai partai penyeimbang,” ujar Megawati.
(zik)
Lihat Juga :