KSAD Jenderal Maruli Kenang Sosok Marsma Fajar Adriyanto: Sering Cerita tentang Kedirgantaraan
Senin, 04 Agustus 2025 - 06:43 WIB
loading...
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengenang mantan Kadispenau Marsma TNI Fajar Adriyanto. Kata Maruli, Fajar sering cerita tentang kedirgantaraan. Foto/Jonathan Simanjuntak
A
A
A
JAKARTA - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengenang sosok mantan Kadispenau Marsma TNI Fajar Adriyanto yang tewas dalam kecelakaan pesawat. Maruli menyebut Fajar merupakan figur dalam keluarga besar dirgantara.
"Beliau sangat antusias untuk membentuk dan di keluarga besar dirgantara beliau adalah sosok yang sangat jadi figur," kata Maruli kepada wartawan, Minggu (3/8/2025).
Maruli juga mengaku kerap berkumpul bersama Fajar untuk melakukan diskusi terkait kedirgantaraan. Bahkan menurutnya, sejak ditugaskan di Jakarta, keduanya sering bertemu.
"Kami teman baik, kita sering berkumpul bersama, diskusi, sering bercerita juga tentang kedirgantaraan, ya banyak waktu lah, kebetulan kami sudah sama-sama di Jakarta, jadi sering kita ketemu," jelas dia.
Baca Juga: Ini Penjelasan TNI AU Terkait Jatuhnya Pesawat di Bogor yang Menewaskan Marsma Fajar Adriyanto
Ia pun berharap agar keluarga yang ditinggalkan Fajar diberikan ketabahan atas peristiwa ini. Maruli juga berharap musibah ini bisa menjadi pelajaran untuk seluruh anggota TNI dalam melakukan kegiatan.
"Mudah-mudahan ini bisa menjadi pembelajaran buat kami juga, teman-teman yang lain supaya lebih hati-hati dalam kegiatan," tandasnya.
Marsma Fajar merupakan pilot saat mengendarai pesawat latih milik FASI (Federasi Aerosport Seluruh Indonesia). Pesawat Microlight Fixedwing Quicksilver GT500 dengan register PK-S126 terjatuh di kawasan Ciampea, Bogor, Jawa Barat.
Pesawat itu terbang dari Landasan Udara Atang Sendjaja pada pukul 09.08 WIB. Belum sampai 15 menit mengudara atau pada pukul 09.18 WIB pesawat itu dilaporkan hilang kontak sebelum akhirnya ditemukan terjatuh.
Sebelumnya, TNI Angkatan Udara (AU) menyampaikan dukacita mendalam atas kecelakaan pesawat latih sipil Microlight Fixedwing Quicksilver GT500 dengan register PK-S126 milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI). Kecelakaan yang terjadi di kawasan Ciampea, Kabupaten Bogor tersebut menewaskan Marsma TNI Fajar Adriyanto.
Pesawat lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja (ATS) pukul 09.08 WIB dalam rangka misi latihan profisiensi penerbangan olahraga dirgantara sebagai bagian dari pembinaan dan pemeliharaan kemampuan. Sekitar pukul 09.19 WIB, pesawat mengalami hilang kontak dan ditemukan jatuh di sekitar TPU Astana.
"Kedua awak langsung dievakuasi ke RSAU dr. M. Hassan Toto, namun Marsma TNI Fajar dinyatakan meninggal setibanya di rumah sakit," bunyi keterangan tertulis, Minggu (3/8/2025).
"Beliau sangat antusias untuk membentuk dan di keluarga besar dirgantara beliau adalah sosok yang sangat jadi figur," kata Maruli kepada wartawan, Minggu (3/8/2025).
Maruli juga mengaku kerap berkumpul bersama Fajar untuk melakukan diskusi terkait kedirgantaraan. Bahkan menurutnya, sejak ditugaskan di Jakarta, keduanya sering bertemu.
"Kami teman baik, kita sering berkumpul bersama, diskusi, sering bercerita juga tentang kedirgantaraan, ya banyak waktu lah, kebetulan kami sudah sama-sama di Jakarta, jadi sering kita ketemu," jelas dia.
Baca Juga: Ini Penjelasan TNI AU Terkait Jatuhnya Pesawat di Bogor yang Menewaskan Marsma Fajar Adriyanto
Ia pun berharap agar keluarga yang ditinggalkan Fajar diberikan ketabahan atas peristiwa ini. Maruli juga berharap musibah ini bisa menjadi pelajaran untuk seluruh anggota TNI dalam melakukan kegiatan.
"Mudah-mudahan ini bisa menjadi pembelajaran buat kami juga, teman-teman yang lain supaya lebih hati-hati dalam kegiatan," tandasnya.
Marsma Fajar merupakan pilot saat mengendarai pesawat latih milik FASI (Federasi Aerosport Seluruh Indonesia). Pesawat Microlight Fixedwing Quicksilver GT500 dengan register PK-S126 terjatuh di kawasan Ciampea, Bogor, Jawa Barat.
Pesawat itu terbang dari Landasan Udara Atang Sendjaja pada pukul 09.08 WIB. Belum sampai 15 menit mengudara atau pada pukul 09.18 WIB pesawat itu dilaporkan hilang kontak sebelum akhirnya ditemukan terjatuh.
Sebelumnya, TNI Angkatan Udara (AU) menyampaikan dukacita mendalam atas kecelakaan pesawat latih sipil Microlight Fixedwing Quicksilver GT500 dengan register PK-S126 milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI). Kecelakaan yang terjadi di kawasan Ciampea, Kabupaten Bogor tersebut menewaskan Marsma TNI Fajar Adriyanto.
Pesawat lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja (ATS) pukul 09.08 WIB dalam rangka misi latihan profisiensi penerbangan olahraga dirgantara sebagai bagian dari pembinaan dan pemeliharaan kemampuan. Sekitar pukul 09.19 WIB, pesawat mengalami hilang kontak dan ditemukan jatuh di sekitar TPU Astana.
"Kedua awak langsung dievakuasi ke RSAU dr. M. Hassan Toto, namun Marsma TNI Fajar dinyatakan meninggal setibanya di rumah sakit," bunyi keterangan tertulis, Minggu (3/8/2025).
(zik)
Lihat Juga :