Ponsel Diplomat Arya Daru Belum Ditemukan, Komisi III DPR: Masih Banyak PR yang Harus Dituntaskan
Kamis, 31 Juli 2025 - 06:56 WIB
loading...
A
A
A
Dia menilai wajar jika publik belum menerima hasil penyelidikan Polda Metro Jaya. Menurutnya, masih banyak PR yang harus dikerjakan oleh para penyelidik Polda Metro Jaya.
"Jadi wajar jika publik belum sepenuhnya menerima kesimpulan Polda, karena memang masih banyak PR (pekerjaan rumah) yang harus dituntaskan," katanya.
Kendati demikian, ia berkata, hal itu menjadi tantangan bagi Polda Metro Jaya untuk segera menjawab kejanggalan publik atas kesimpulan hasil penyelidikan. Ia juga mendorong, masyarakat untuk memberi informasi dan masukan pada Polda Metro Jaya dalam menangani kasus ini.
Baca juga: Beda dengan Polisi, Keluarga Yakin Diplomat Arya Daru Tewas Bukan karena Bunuh Diri
"Saya juga mendorong masyarakat untuk memberikan informasi dan masukan yang relevan kepada Polda Metro untuk mempercepat penuntasan kasus ini," ujar Hasbi.
Sekadar informasi, Polda Metro Jaya masih belum menemukan ponsel milik diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan (ADP), yang ditemukan meninggal dunia secara tragis debgan tubuh terlilit plastik dan lakban.
"Jadi wajar jika publik belum sepenuhnya menerima kesimpulan Polda, karena memang masih banyak PR (pekerjaan rumah) yang harus dituntaskan," katanya.
Kendati demikian, ia berkata, hal itu menjadi tantangan bagi Polda Metro Jaya untuk segera menjawab kejanggalan publik atas kesimpulan hasil penyelidikan. Ia juga mendorong, masyarakat untuk memberi informasi dan masukan pada Polda Metro Jaya dalam menangani kasus ini.
Baca juga: Beda dengan Polisi, Keluarga Yakin Diplomat Arya Daru Tewas Bukan karena Bunuh Diri
"Saya juga mendorong masyarakat untuk memberikan informasi dan masukan yang relevan kepada Polda Metro untuk mempercepat penuntasan kasus ini," ujar Hasbi.
Sekadar informasi, Polda Metro Jaya masih belum menemukan ponsel milik diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan (ADP), yang ditemukan meninggal dunia secara tragis debgan tubuh terlilit plastik dan lakban.
Lihat Juga :