Tingkatkan Kesehatan Keluarga di Perdesaan, SIGAP Dorong Peran Aktif Ayah

Selasa, 29 Juli 2025 - 18:23 WIB
loading...
Tingkatkan Kesehatan...
Di banyak daerah perdesaan, rendahnya kesadaran akan imunisasi anak dan kebersihan dasar menjadi tantangan serius dalam kesehatan masyarakat. Peran ibu sering dianggap sebagai pengasuh utama. Keterlibatan ayah bisa dikatakan minim. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Di banyak daerah perdesaan di Indonesia, rendahnya kesadaran akan imunisasi anak dan kebersihan dasar masih menjadi tantangan serius dalam kesehatan masyarakat. Peran ibu sering dianggap sebagai pengasuh utama.

Keterlibatan ayah boleh dikatakan masih minim. Ini menghambat upaya membangun keluarga yang sehat dan tangguh. Penting untuk diingat bahwa memastikan setiap anak tumbuh sehat dan terlindungi adalah tanggung jawab bersama dan itu dimulai dari rumah dengan keterlibatan aktif kedua orang tua.

Melihat hal tersebut, salah satu strategi yang digunakan dalam Program Keluarga SIGAP (Keluarga Siaga Dukung Kesehatan, Siap Hadapi Masa Depan) adalah mendorong peran ayah dalam memantau kesehatan keluarga.

Program ini memberdayakan kader kesehatan, fasilitator lokal, dan pembelajaran sesama orang tua melalui kunjungan rumah dan sesi komunitas.

Keluarga SIGAP menciptakan ruang di mana ibu dan ayah dapat bertanya, belajar tentang pengasuhan anak usia dini, dan mengambil langkah aktif. Hal ini menjadi standar baru dalam kesehatan keluarga secara menyeluruh.

Salah satu kisah sukses datang dari Desa Pemagkih Barat di Banjar, Kalimantan Selatan. Akhmad Mahfudji, seorang guru dan ayah dari tiga anak. Dulunya mereka memahami bahwa urusan kesehatan dan pengasuhan adalah tanggung jawab sang istri.

Namun, pandangannya berubah setelah seorang kader mengunjungi rumahnya dan memperkenalkannya pada Program Keluarga SIGAP.

“Saat mendengar tentang SIGAP, saya duduk bersama istri dan kami memutuskan untuk ikut bersama. Sekarang saya tahu, ayah sebagai kepala keluarga saya bukan hanya pencari nafkah, tapi juga ikut mengurus anak dan juga bantu istri, bermain bersama anak-anak," ujar Mahfudji, Selasa (29/7/2025).

Sejak mengikuti program ini, dia aktif dalam pengambilan keputusan imunisasi anak, ikut dalam diskusi pengasuhan, dan menjadi pendukung keterlibatan ayah di komunitasnya.

“Kesehatan itu penting untuk keluarga kami. Kalau kami tidak sehat, kami tidak bisa melakukan apa-apa. Sesibuk apa pun bapak-bapak, tetap perhatikan permasalahan ibu dan anaknya. Kalau saya bisa, bapak-bapak yang lain juga harus bisa,” ucapnya.

Program ini merupakan kolaborasi antara Gavi, Unilever Lifebuoy, dan The Power of Nutrition, serta didukung berbagai kementerian seperti Kementerian Kesehatan, BKKBN, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal.

Program SIGAP fokus pada penguatan perilaku pencegahan dalam kesehatan. Hasil dari fase pilot yang berlangsung dari Januari hingga Juni 2024 sangat menggembirakan.

Di dua lokasi uji coba yaitu Kabupaten Bogor dan Kabupaten Banjar, cakupan vaksin PCV1 untuk pencegahan pneumonia meningkat dari 28% menjadi 64%. Praktik cuci tangan pakai sabun sebelum memberi makan anak juga meningkat dari 50% menjadi 81%.

Setelah kesuksesan tahap pilot, Keluarga SIGAP kini menjalankan program perluasan di Sukabumi (Jawa Barat), Brebes (Jawa Tengah), dan Banjar (Kalimantan Selatan), menargetkan keluarga dengan anak usia 0–24 bulan.

“Pak Mahfudji membuktikan bahwa jika ayah turut dilibatkan dan diberdayakan, mereka bisa menjadi pelindung yang kuat bagi kesehatan anak-anak,” ujar Ardi Prastowo, Team Leader Keluarga SIGAP.

“Melalui program ini, kami melihat bahwa tanggung jawab bersama dalam keluarga dapat meningkatkan cakupan imunisasi dan membentuk budaya untuk siap siaga serta peduli, " tambahnya.

Dengan menciptakan ruang inklusif bagi ayah dan ibu untuk belajar dan bertindak, Keluarga SIGAP membangun pendekatan kesehatan keluarga yang lebih holistik.

Pengalaman Gavi bersama Unilever Lifebuoy di India menunjukkan bahwa peningkatan keterlibatan ayah dalam pengasuhan dini dapat memperbaiki hasil kesehatan, mengurangi keraguan terhadap vaksin, dan memperkuat kepercayaan terhadap sistem kesehatan lokal.

Di Indonesia, Keluarga SIGAP melanjutkan semangat ini dengan menjangkau lebih banyak keluarga melalui kader dan struktur komunitas yang sudah ada.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
BKKBN Tekankan Peran...
BKKBN Tekankan Peran Ayah Kunci Pembentukan Karakter Anak
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Hidup dengan Multiple...
Hidup dengan Multiple Sclerosis, Penderita Kelihatan Baik-baik Saja meski Berjuang Dalam Diam
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
World Allergy Week 2026,...
World Allergy Week 2026, Dorong Anak Aktif dan Cerdas Sejak Dini
Peringatan Hari Menstruasi...
Peringatan Hari Menstruasi Sedunia 2026 di Jakarta Utara: Kolaborasi Lintas Sektor Serukan Dunia yang Ramah Menstruasi
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
Rekomendasi
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Belum Move On, Aji Darmaji...
Belum Move On, Aji Darmaji Tak Kuat Lihat Rumah Lama dengan Mpok Alpa di Ciganjur
Brasil Lolos ke Fase...
Brasil Lolos ke Fase Gugur usai Hajar Skotlandia: Vinicius Bersinar, Neymar Comeback
Berita Terkini
Kapolri Diminta Transformasi...
Kapolri Diminta Transformasi Kultur Internal Bhayangkara
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan Hari Ini
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Roy Suryo Tegaskan Jokowi...
Roy Suryo Tegaskan Jokowi Harus Hadir di Pengadilan: Nggak Boleh Mengakali dengan Zoom
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved