Jakarta PSBB Lagi, Fadli Zon: Akibat Kampanye New Normal Terlalu Dini
Kamis, 10 September 2020 - 09:51 WIB
loading...
Anggota DPR dari Partai Gerindra, Fadli Zon menilai tepat langkah Pemprov DKI Jakarta yang kembali memberlakukan PSBB. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) . Langkah itu diambil menyikapi perkembangan penyebaran virus Corona (Covid)-19.
Sejumlah aturan diterapkan untuk mencegah penularan Covid-19, di antaranya kegiatan usaha yang dinilai non-esensial untuk ditutup. Kafe dan restoran tetap beroperasi, namun hanya diperbolehkan menerima pesanan. Tidak boleh melayani makan di tempat.
Anggota DPR dari Partai Gerindra, Fadli Zon menilai tepat langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang kembali memberlakuan PSBB.
Menurut dia, masih tingginya kasus Covir-19 akibat kampanye new normal atau masa kebiasaan baru yang dilakukan pemerintah terlalu cepat. "Langkah yang tepat. Ini akibat kampanye 'new normal' yang terlalu dini," kata Fadli Zon melalui akun Twitternya, @fadlizon, Kamis (10/9/2020).(Baca juga: PSBB Jakarta Kembali ke Awal)
Dalam cuitan sebelumnya, Fadli Zon juga mengomentari tentang kebijakan 59 negara yang melarang masuk warga negara Indonesia (WNI). Pelarangan itu menyikapi masih tingginya kasus Covid-19 di Indonesia.
Dia menyindir sikap pemerintah yang tidak mengambil langkah penutupan wilayah atau lockdown saat awal-awal pandemi.
"Dulu menolak lockdown, kini kita di-lockdown dunia. Org Indonesia ditolak di 59 negara dunia," kata Fadli.(Baca juga: Anies Pastikan Bansos Tetap Berlangsung Selama PSBB Berlaku )
Sejumlah aturan diterapkan untuk mencegah penularan Covid-19, di antaranya kegiatan usaha yang dinilai non-esensial untuk ditutup. Kafe dan restoran tetap beroperasi, namun hanya diperbolehkan menerima pesanan. Tidak boleh melayani makan di tempat.
Anggota DPR dari Partai Gerindra, Fadli Zon menilai tepat langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang kembali memberlakuan PSBB.
Menurut dia, masih tingginya kasus Covir-19 akibat kampanye new normal atau masa kebiasaan baru yang dilakukan pemerintah terlalu cepat. "Langkah yang tepat. Ini akibat kampanye 'new normal' yang terlalu dini," kata Fadli Zon melalui akun Twitternya, @fadlizon, Kamis (10/9/2020).(Baca juga: PSBB Jakarta Kembali ke Awal)
Dalam cuitan sebelumnya, Fadli Zon juga mengomentari tentang kebijakan 59 negara yang melarang masuk warga negara Indonesia (WNI). Pelarangan itu menyikapi masih tingginya kasus Covid-19 di Indonesia.
Dia menyindir sikap pemerintah yang tidak mengambil langkah penutupan wilayah atau lockdown saat awal-awal pandemi.
"Dulu menolak lockdown, kini kita di-lockdown dunia. Org Indonesia ditolak di 59 negara dunia," kata Fadli.(Baca juga: Anies Pastikan Bansos Tetap Berlangsung Selama PSBB Berlaku )
(dam)
Lihat Juga :