Eks Marinir Minta Dipulangkan dari Rusia, Wamenko Polkam: Kita Sesuaikan dengan UU

Jum'at, 25 Juli 2025 - 20:16 WIB
loading...
Eks Marinir Minta Dipulangkan...
Wamenko Polkam Lodewijk Freidrich Paulus mengatakan, mantan prajurit Marinir TNI AL Satria Arta Kumbara yang minta dipulangkan ke Tanah Air akan disesuaikan dengan perundang-undangan. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Lodewijk Freidrich Paulus buka suara terkait polemik mantan prajurit Marinir TNI AL Satria Arta Kumbara yang minta dipulangkan ke Tanah Air. Permintaan Satria akan disesuaikan dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.

"Aturannya bagaimana? Yang bersangkutan ingin kembali, tentunya kita sesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jadi kita tunggu saja prosedur prosesnya gimana," kata Lodewijk di kantornya, Jumat (25/7/2025).

Lodewijk menjelaskan permintaan Satria ini baru sekedar disampaikan melalui media sosial. Maka dari itu pihaknya akan menunggu keterangan resmi dari kementrian terkait untuk mengambil langkah selanjutnya.

"Beliau kan baru ngomong di media sosial, ya. Kita lihat nanti setelah mungkin ada surat resmi kemudian dari Kementerian Hukum terutama Kementerian Luar Negeri," ucapnya.

Baca juga: Gaji Satria Kumbara saat Jadi Tentara Bayaran Rusia Capai Rp39 Juta per Bulan

Lodewijk menyampaikan Satria telah melakukan desersi yang mengakibatkan kehilangan kewarganegaraannya. Satria juga dipecat sebagai prajurit atas pelanggaran yang ia buat.



Sekadar informasi, nama Satria Kumbara sempat viral di media sosial karena menjadi tentara bayaran Rusia dalam perang melawan Ukraina. Namun kini dia menyesal dan memohon kepada pemerintah untuk dipulangkan.

Baca juga: Menkum: Menjadi Tentara Asing Otomatis Kehilangan Kewarganegaraan, Butuh Proses Hukum jika Ingin Kembali WNI

Pesan Satria disampaikan melalui akun TikTok @zstorm689 pada hari Minggu, yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan Menteri Luar Negeri Sugiono.

Satria meminta maaf karena ketidaktahuannya meneken kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia berkonsekuensi berat. "Mohon izin, Bapak. Saya ingin memohon maaf sebesar-besarnya apabila ketidaktahuan saya menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia mengakibatkan dicabutnya warga negara saya," katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rotasi Pasukan Perdamaian,...
Rotasi Pasukan Perdamaian, 742 Prajurit TNI Bersiap Berangkat ke Lebanon 22 Mei 2026
Lumpuhkan 10 OPM dan...
Lumpuhkan 10 OPM dan Rebut 56 Markas, Satgas Marinir Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari KSAL
Apel Kesiapsiagaan Karhutla...
Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di Riau, Menko Polkam: Negara Komitmen Pencegahan Dini
Menko Polkam: Bandara...
Menko Polkam: Bandara Koroway Batu, Beoga, dan Iwur Papua Kembali Beroperasi
Kemenko Polkam-DPD RI...
Kemenko Polkam-DPD RI Perkuat Sinergi Komunikasi Hadapi Maraknya Hoaks
Jaga Stabilitas Kawasan,...
Jaga Stabilitas Kawasan, Indonesia–Australia Perkuat Kerja Sama Keamanan
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rekomendasi
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
Logo Koperasi dalam...
Logo Koperasi dalam Iklan Air Mineral Dinilai Bisa Membingungkan Konsumen
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Berita Terkini
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
Infografis
AS Mengakui Perang Ukraina...
AS Mengakui Perang Ukraina Adalah Perang Proksi AS dengan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved