Kemenko PMK Gaungkan Gerakan Satu Juta Beasiswa
Kamis, 24 Juli 2025 - 15:04 WIB
loading...
Memperluas akses pendidikan secara lebih inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia, Kemenko PMK bersama Asosiasi Jaringan Beasiswa Indonesia meluncurkan Gerakan Satu Juta Beasiswa. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Memperluas akses pendidikan secara lebih inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama Asosiasi Jaringan Beasiswa Indonesia meluncurkan Gerakan Satu Juta Beasiswa. Gerakan inisiatif kolaboratif nasional ini bertujuan menyediakan Satu Juta Kesempatan Beasiswa bagi Masyarakat Indonesia.
Gerakan hasil kolaborasi berbagai lembaga beasiswa dari dalam dan luar negeri ini dapat meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu, berpotensi, dan berprestasi baik prestasi akademik maupun nonakademik.
Selain itu, gerakan Satu Juta Beasiswa untuk Indonesia dirancang menghimpun dan mensinergikan berbagai program beasiswa yang telah berjalan di Indonesia sekaligus mendorong terbentuknya inisiatif baru dari berbagai sektor.
Baca juga: DKI Beri Beasiswa per Semester Rp9 Juta, Simak Tahapannya
Target utamanya menciptakan ekosistem beasiswa nasional yang terbuka, terintegrasi, dan kolaboratif, guna menjangkau satu juta penerima manfaat hingga tahun 2045.
Gerakan ini akan dijalankan melalui penguatan sinergi antarlembaga, pengembangan sistem informasi beasiswa berbasis digital, edukasi publik melalui kegiatan seperti Pesta Beasiswa Rakyat Indonesia, serta mendorong kebijakan yang memperkuat sistem pendanaan pendidikan nasional.
Ketua Asosiasi Jaringan Beasiswa Indonesia Rina Fatimah mengatakan, satu juta beasiswa bukan sekadar angka. "Ini adalah harapan, keberanian, dan komitmen kolektif untuk masa depan Indonesia," tuturnya.
Dewan Kehormatan Asosiasi Jaringan Beasiswa Indonesia Tantowi Yahya menuturkan gerakan ini ikhtiar bangsa untuk memastikan bahwa setiap anak Indonesia tanpa terkecuali memiliki akses masa depan yang layak melalui pendidikan.
"Di tengah tantangan global dan transformasi zaman, kami percaya kekuatan sejati bangsa terletak pada manusia-manusia terdidik yang lahir dari kolaborasi, keadilan, dan semangat gotong royong. Asosiasi Jaringan Beasiswa Indonesia berdiri sebagai jembatan menyatukan kekuatan lembaga-lembaga beasiswa untuk memperluas dampak, memperkuat solidaritas, dan memastikan tak satu pun potensi anak bangsa yang tertinggal. Inilah kontribusi nyata kita untuk Indonesia Emas 2045 membangun SDM unggul mulai dari satu beasiswa, satu harapan, satu perubahan," paparnya.
Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Jaringan Beasiswa Indonesia Hendarsyah Aditya Saptari menambahkan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam membangun masa depan pendidikan Indonesia.
“Ini wadah kolaboratif yang mendorong semangat gotong royong lintas sektor dalam membangun masa depan generasi muda Indonesia,” ungkapnya.
Peluncuran ini merupakan langkah awal menuju upaya kolektif lintas sektor untuk memperkuat pembangunan manusia melalui pendidikan merata dan berkelanjutan dalam rangka mendukung capaian pembangunan manusia dan kebudayaan di bidang pendidikan menuju Indonesia Emas 2045.
Gerakan hasil kolaborasi berbagai lembaga beasiswa dari dalam dan luar negeri ini dapat meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu, berpotensi, dan berprestasi baik prestasi akademik maupun nonakademik.
Selain itu, gerakan Satu Juta Beasiswa untuk Indonesia dirancang menghimpun dan mensinergikan berbagai program beasiswa yang telah berjalan di Indonesia sekaligus mendorong terbentuknya inisiatif baru dari berbagai sektor.
Baca juga: DKI Beri Beasiswa per Semester Rp9 Juta, Simak Tahapannya
Target utamanya menciptakan ekosistem beasiswa nasional yang terbuka, terintegrasi, dan kolaboratif, guna menjangkau satu juta penerima manfaat hingga tahun 2045.
Gerakan ini akan dijalankan melalui penguatan sinergi antarlembaga, pengembangan sistem informasi beasiswa berbasis digital, edukasi publik melalui kegiatan seperti Pesta Beasiswa Rakyat Indonesia, serta mendorong kebijakan yang memperkuat sistem pendanaan pendidikan nasional.
Ketua Asosiasi Jaringan Beasiswa Indonesia Rina Fatimah mengatakan, satu juta beasiswa bukan sekadar angka. "Ini adalah harapan, keberanian, dan komitmen kolektif untuk masa depan Indonesia," tuturnya.
Dewan Kehormatan Asosiasi Jaringan Beasiswa Indonesia Tantowi Yahya menuturkan gerakan ini ikhtiar bangsa untuk memastikan bahwa setiap anak Indonesia tanpa terkecuali memiliki akses masa depan yang layak melalui pendidikan.
"Di tengah tantangan global dan transformasi zaman, kami percaya kekuatan sejati bangsa terletak pada manusia-manusia terdidik yang lahir dari kolaborasi, keadilan, dan semangat gotong royong. Asosiasi Jaringan Beasiswa Indonesia berdiri sebagai jembatan menyatukan kekuatan lembaga-lembaga beasiswa untuk memperluas dampak, memperkuat solidaritas, dan memastikan tak satu pun potensi anak bangsa yang tertinggal. Inilah kontribusi nyata kita untuk Indonesia Emas 2045 membangun SDM unggul mulai dari satu beasiswa, satu harapan, satu perubahan," paparnya.
Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Jaringan Beasiswa Indonesia Hendarsyah Aditya Saptari menambahkan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam membangun masa depan pendidikan Indonesia.
“Ini wadah kolaboratif yang mendorong semangat gotong royong lintas sektor dalam membangun masa depan generasi muda Indonesia,” ungkapnya.
Peluncuran ini merupakan langkah awal menuju upaya kolektif lintas sektor untuk memperkuat pembangunan manusia melalui pendidikan merata dan berkelanjutan dalam rangka mendukung capaian pembangunan manusia dan kebudayaan di bidang pendidikan menuju Indonesia Emas 2045.
(jon)
Lihat Juga :