Jokowi Mengaku Tak Pernah Perintahkan Dian Sandi Posting Foto Ijazahnya di Media Sosial
Rabu, 23 Juli 2025 - 14:42 WIB
loading...
Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba di Mapolresta Solo, Rabu (23/7/2025)). Jokowi diperiksa sebagai pelapor atas kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait tuduhan ijazah palsu yang dialamatkan kepadanya. Foto/Ary Wahyu
A
A
A
SOLO - Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selesai menjalani pemeriksaan di Mapolresta Solo sebagai pelapor atas kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait tuduhan ijazah palsu yang dialamatkan kepadanya, Rabu (23/7/2025). Ada 45 pertanyaan yang diajukan penyidik Polda Metro Jaya , termasuk soal Dian Sandi Utama.
Diketahui, Dian Sandi adalah kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mengunggah foto ijazah mantan Presiden Jokowi di akun X. Dia mengklaim keinginan sendiri mengunggah foto ijazah Jokowi.
Jokowi menjalani pemeriksaan mulai pukul 10.10 WIB dan selesai sekitar pukul 13.10 WIB. Saat keluar dari Mapolresta Solo, Jokowi tampak tenang dan sempat memberikan keterangan kepada wartawan yang telah menunggu di pintu utama Mapolresta Solo.
Baca Juga: Jokowi Jalani Pemeriksaan soal Ijazah di Polresta Solo
"Tadi pemeriksaan oleh penyidik, ada 45 pertanyaan, yang 35 sudah pertanyaan yang lalu tapi direview Kembali, dan yang baru 10 pertanyaan," kata Jokowi.
Menurut Jokowi, semua pertanyaan penyidik dijawab sesuai dengan apa yang ia diketahui dan terjadi apa adanya. Pertanyaan baru yang diajukan antara lain mengenai apakah kenal dengan Dian Sandi, kapan pernah bertemu, dan apakah dirinya yang meminta untuk memposting ijazah.
"Semua saya jawab, saya bertemu di rumah saat Mas Dian Sandi silaturahmi dan meminta maaf karena telah memposting ijazah S1 saya. Yang kedua, saya tidak memperintahkan untuk memposting ijazah itu di media sosial, saya jawab apa adanya," ucap ayah Gibran Rakabuming Raka ini.
Sebelumnya, Dian Sandi Utama mengungkapkan alasannya mengunggah foto ijazah Mantan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) di akun X. Dia mengklaim keinginan sendiri mengunggah foto ijazah Jokowi . "Tidak ada perintah, itu keinginan sendiri. Saya marah karena Jokowi digitukan. Dijadikan bulan-bulanan sejak, ah kita nggak taulah tahun berapa itu,” kata Dian Sandi kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (19/5/2025).
Menurutnya, tudingan ijazah palsu tersebut sudah berlarut lama sejak Jokowi menjabat sebagai Presiden RI. Dia menyebut unggahannya tersebut dibuat sebagai pembuktian keaslian ijazah Jokowi.
"Itu yang membuat saya ikut tampillah untuk menyerahkan ini sebagai, dan mencari-cari bukti bahwa beliau ini benar telah menyelesaikan kuliah," kata Dian.
Sementara itu, dia mengaku mendapatkan foto ijazah Jokowi tersebut dari rekannya. "Itu saya dikirimkan teman, dokumen digital. Sudah melalui salinan beberapa kali sampai di tangan saya," katanya.
Dia yakin bahwa foto tersebut betul ijazah milik Jokowi. Dia juga mengklaim telah melakukan riset untuk menganalisis keaslian ijazah tersebut. "Kalau dasar keyakinan kenapa saya mengatakan itu asli, itu kan sudah saya sampaikan juga di beberapa kesempatan, bahwa saya mengatakan itu asli karena foto itu pernah diposting oleh UGM sebagai sumber dari ijazah itu kan. 2022 itu, pernah diposting oleh UGM. Identik dengan yang dikeluarkan oleh UGM," jelas dia.
Jokowi juga mengemukakan bahwa ijazah asli SMA dan S1 miliknya dilakukan penyitaan oleh penyidik. Selain dirinya, dalam waktu bersamaan juga dilakukan pemeriksaan 10 saksi lainnya. Setelah laporannya naik ke penyidikan, Jokowi akan terus mengikuti prosesnya. Proses hukum akan dihormati dan sampai ke pengadilan.
Diketahui, Dian Sandi adalah kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mengunggah foto ijazah mantan Presiden Jokowi di akun X. Dia mengklaim keinginan sendiri mengunggah foto ijazah Jokowi.
Jokowi menjalani pemeriksaan mulai pukul 10.10 WIB dan selesai sekitar pukul 13.10 WIB. Saat keluar dari Mapolresta Solo, Jokowi tampak tenang dan sempat memberikan keterangan kepada wartawan yang telah menunggu di pintu utama Mapolresta Solo.
Baca Juga: Jokowi Jalani Pemeriksaan soal Ijazah di Polresta Solo
"Tadi pemeriksaan oleh penyidik, ada 45 pertanyaan, yang 35 sudah pertanyaan yang lalu tapi direview Kembali, dan yang baru 10 pertanyaan," kata Jokowi.
Menurut Jokowi, semua pertanyaan penyidik dijawab sesuai dengan apa yang ia diketahui dan terjadi apa adanya. Pertanyaan baru yang diajukan antara lain mengenai apakah kenal dengan Dian Sandi, kapan pernah bertemu, dan apakah dirinya yang meminta untuk memposting ijazah.
"Semua saya jawab, saya bertemu di rumah saat Mas Dian Sandi silaturahmi dan meminta maaf karena telah memposting ijazah S1 saya. Yang kedua, saya tidak memperintahkan untuk memposting ijazah itu di media sosial, saya jawab apa adanya," ucap ayah Gibran Rakabuming Raka ini.
Sebelumnya, Dian Sandi Utama mengungkapkan alasannya mengunggah foto ijazah Mantan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) di akun X. Dia mengklaim keinginan sendiri mengunggah foto ijazah Jokowi . "Tidak ada perintah, itu keinginan sendiri. Saya marah karena Jokowi digitukan. Dijadikan bulan-bulanan sejak, ah kita nggak taulah tahun berapa itu,” kata Dian Sandi kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (19/5/2025).
Menurutnya, tudingan ijazah palsu tersebut sudah berlarut lama sejak Jokowi menjabat sebagai Presiden RI. Dia menyebut unggahannya tersebut dibuat sebagai pembuktian keaslian ijazah Jokowi.
"Itu yang membuat saya ikut tampillah untuk menyerahkan ini sebagai, dan mencari-cari bukti bahwa beliau ini benar telah menyelesaikan kuliah," kata Dian.
Sementara itu, dia mengaku mendapatkan foto ijazah Jokowi tersebut dari rekannya. "Itu saya dikirimkan teman, dokumen digital. Sudah melalui salinan beberapa kali sampai di tangan saya," katanya.
Dia yakin bahwa foto tersebut betul ijazah milik Jokowi. Dia juga mengklaim telah melakukan riset untuk menganalisis keaslian ijazah tersebut. "Kalau dasar keyakinan kenapa saya mengatakan itu asli, itu kan sudah saya sampaikan juga di beberapa kesempatan, bahwa saya mengatakan itu asli karena foto itu pernah diposting oleh UGM sebagai sumber dari ijazah itu kan. 2022 itu, pernah diposting oleh UGM. Identik dengan yang dikeluarkan oleh UGM," jelas dia.
Pertanyaan soal Kasmudjo
Pertanyaan berikut yang disampaikan penyidik adalah terkait Ir Kasmudjo. Jokowi menyampaikan bahwa Ir Kasmudjo adalah dosen pembimbingnya. Sedangkan untuk dosen pembimbing skripsi bukan Ir Kasmudjo, melainkan Prof Dr Ir Ahmad Soemitro. Jokowi mengemukakan bahwa hal itu untuk memperjelas saja. Jokowi berharap proses hukum dihormati dan akan terus diikuti.Jokowi juga mengemukakan bahwa ijazah asli SMA dan S1 miliknya dilakukan penyitaan oleh penyidik. Selain dirinya, dalam waktu bersamaan juga dilakukan pemeriksaan 10 saksi lainnya. Setelah laporannya naik ke penyidikan, Jokowi akan terus mengikuti prosesnya. Proses hukum akan dihormati dan sampai ke pengadilan.
(zik)
Lihat Juga :