Diperiksa selama 3 Jam, Ijazah SMA dan S1 Jokowi Disita Polda Metro Jaya
Rabu, 23 Juli 2025 - 14:32 WIB
loading...
Presiden ke-7 RI Jokowi menjalani pemeriksaan penyidik Polda Metro Jaya di Mapolresta Solo. Foto/Istimewa
A
A
A
SOLO - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) selesai menjalani pemeriksaan di Mapolresta Solo sebagai pelapor kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait tuduhan ijazah palsu. Dalam pemeriksaan yang berlangsung selama 3 jam, Jokowi dicecar 45 pertanyaan oleh penyidik Polda Metro Jaya.
Jokowi menjalani pemeriksaan mulai pukul 10.10 WIB dan selesai sekitar pukul 13.10 WIB. Saat keluar dari Mapolresta Solo, Jokowi tampak tenang dan sempat memberikan keterangan kepada wartawan yang telah menunggu di pintu utama Mapolresta Solo.
“Tadi pemeriksaan oleh penyidik, ada 45 pertanyaan, yang 35 sudah pertanyaan yang lalu tapi direview Kembali, dan yang baru 10 pertanyaan,” kata Jokowi.
Baca juga: Jokowi Bawa Ijazah Asli saat Diperiksa di Polresta Solo
Jokowi mengatakan, semua pertanyaan penyidik dijawab sesuai dengan apa yang diketahuinya dan terjadi apa adanya. Pertanyaan baru yang diajukan antara lain mengenai apakah kenal dengan Dian Sandi, kapan pernah bertemu, dan apakah dirinya yang meminta untuk memposting ijazah.
“Semua saya jawab, saya bertemu di rumah saat Mas Dian Sandi silaturahmi dan meminta maaf karena telah memposting ijazah S1 saya. Yang kedua, saya tidak memerintahkan untuk memposting ijazah itu di media sosial, saya jawab apa adanya,” ucapnya.
Baca juga: Jokowi Jalani Pemeriksaan soal Ijazah di Polresta Solo
Pertanyaan berikutnya adalah terkait Ir Kasmudjo. Jokowi menyampaikan Ir Kasmudjo adalah dosen pembimbingnya. Sedangkan untuk dosen pembimbing skripsi bukan Ir Kasmudjo, melainkan Prof Dr Ir Ahmad Soemitro. Jokowi mengemukakan hal itu untuk memperjelas saja. Jokowi berharap proses hukum dihormati dan akan terus diikuti.
Jokowi mengemukakan ijazah asli SMA dan S1 miliknya dilakukan penyitaan oleh penyidik. Selain dirinya, dalam waktu bersamaan juga dilakukan pemeriksaan 10 saksi lainnya. Setelah laporannya naik ke penyidikan, Jokowi akan terus mengikuti prosesnya. Proses hukum akan dihormati dan sampai ke pengadilan.
Jokowi menjalani pemeriksaan mulai pukul 10.10 WIB dan selesai sekitar pukul 13.10 WIB. Saat keluar dari Mapolresta Solo, Jokowi tampak tenang dan sempat memberikan keterangan kepada wartawan yang telah menunggu di pintu utama Mapolresta Solo.
“Tadi pemeriksaan oleh penyidik, ada 45 pertanyaan, yang 35 sudah pertanyaan yang lalu tapi direview Kembali, dan yang baru 10 pertanyaan,” kata Jokowi.
Baca juga: Jokowi Bawa Ijazah Asli saat Diperiksa di Polresta Solo
Jokowi mengatakan, semua pertanyaan penyidik dijawab sesuai dengan apa yang diketahuinya dan terjadi apa adanya. Pertanyaan baru yang diajukan antara lain mengenai apakah kenal dengan Dian Sandi, kapan pernah bertemu, dan apakah dirinya yang meminta untuk memposting ijazah.
“Semua saya jawab, saya bertemu di rumah saat Mas Dian Sandi silaturahmi dan meminta maaf karena telah memposting ijazah S1 saya. Yang kedua, saya tidak memerintahkan untuk memposting ijazah itu di media sosial, saya jawab apa adanya,” ucapnya.
Baca juga: Jokowi Jalani Pemeriksaan soal Ijazah di Polresta Solo
Pertanyaan berikutnya adalah terkait Ir Kasmudjo. Jokowi menyampaikan Ir Kasmudjo adalah dosen pembimbingnya. Sedangkan untuk dosen pembimbing skripsi bukan Ir Kasmudjo, melainkan Prof Dr Ir Ahmad Soemitro. Jokowi mengemukakan hal itu untuk memperjelas saja. Jokowi berharap proses hukum dihormati dan akan terus diikuti.
Jokowi mengemukakan ijazah asli SMA dan S1 miliknya dilakukan penyitaan oleh penyidik. Selain dirinya, dalam waktu bersamaan juga dilakukan pemeriksaan 10 saksi lainnya. Setelah laporannya naik ke penyidikan, Jokowi akan terus mengikuti prosesnya. Proses hukum akan dihormati dan sampai ke pengadilan.
(cip)
Lihat Juga :