Menko Pangan Ajak Mahasiswa Muhammadiyah Berperan Aktif di Koperasi Merah Putih
Rabu, 23 Juli 2025 - 08:26 WIB
loading...
Menko Pangan Zulkifli Hasan mengajak mahasiswa Muhammadiyah untuk berperan aktif dalam program pembangunan ekonomi masyarakat. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (MCEBI PTMA) menggelar Studentpreneur Bootcamp bagi para mahasiswa. Kegiatan ini untuk mengatasi masalah pengangguran sarjana.
Acara ini diawali dengan Seminar pada 19 Juli 2025 di Dormitory UMY yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) dan Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza.
Dalam kesempatan itu, Zulhas mengungkapkan, upaya pemerintah yang ingin membangun ekonomi yang tidak hanya berputar pada konglomerat, tetapi juga melibatkan rakyat secara langsung. Zulhas mengajak mahasiswa Muhammadiyah untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan ekonomi tersebut.
Baca juga: Kapolri: Kokam Pemuda Muhammadiyah Bantu Wujudkan Stabilitas Kamtibmas
Menurut Zulhas, masa depan ekonomi Indonesia harus ditopang oleh pengusaha muda yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga memperjuangkan pemerataan kepemilikan. Salah satu upaya tersebut melalui program prioritas pemerintah yaitu Koperasi Desa Merah Putih.
“Kita perlu membangun koperasi yang benar-benar produktif. Bukan koperasi yang hanya bagi-bagi uang, tapi koperasi yang memiliki model bisnis yang kuat. Kita kembangkan usaha, kita dorong kepemilikan bersama, supaya keuntungan tidak hanya dinikmati segelintir orang,” katanya, Rabu (23/7/2025).
Baca juga: Presiden Prabowo: Koperasi Desa Merah Putih Basmi Tengkulak dan Rentenir
Zulhas juga mengungkapkan sejumlah program konkret pemerintah, termasuk penguatan koperasi desa, pengembangan gerai sembako di perdesaan hingga hilirisasi industri pangan yang selama ini terjebak dalam rantai pasok yang tidak adil bagi petani.
Zulhas menjelaskan pemerintah saat ini fokus pada dua hal utama, yakni penguatan kedaulatan negara dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. “Kita ingin membangun ekosistem ekonomi yang kuat. Negara harus hadir untuk memperkuat institusi, tetapi masyarakat juga harus diberdayakan. Ini sejalan dengan semangat Muhammadiyah yang menggerakkan umat melalui pendidikan dan ekonomi,” ujarnya.
Dengan kehadiran mahasiswa dari seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia, Zulhas berharap Studentpreneur Bootcamp tidak hanya menjadi pelatihan sesaat, tetapi juga titik awal lahirnya gerakan technopreneur Muslim yang membela kepentingan rakyat.
Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah sekaligus Dewan Pakar Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI) Bambang Setiaji menekankan pentingnya business matching karena UMKM terkoneksi dengan industri.
“Perlu penguatan SDM dalam bidang digital untuk merespons perkembangan teknologi dan zaman. Karakter sebagai pengusaha muslim menyangkut kejujuran dan profesionalitas,” katanya.
Ketua MCEBI Endang Rudiatin mengatakan, karakter entrepreneur yang ingin dihasilkan dari bootcamp ini adalah Muslim-technopreneur. Wirausaha pengguna dan pengembang teknologi dalam usahanya secara bijaksana, sebagaimana karakter muslim. “Kami berupaya mengatasi masalah pengangguran sarjana di Indonesia melalui program ini,” katanya.
Kegiatan Studentpreneur Bootcamp yang digelarkan di desa wisata Tebing Breksi berlangsung selama 3 hari 19-21 Juli 2025 dimulai dari mentoring, kompetisi usaha, diskusi interaktif dengan pengusaha sukses dan puncak acara "business matching" yang mempertemukan peserta bootcamp dengan para pengusaha besar.
Misi MCEBI salah satunya membangun jejaring wirausaha untuk tumbuh lebih cepat Beberapa rencana kerjasama akan dijajaki dengan Kementerian UMKM, PT Paragon Technology Innovation, PT Merpati Alam Semesta, dan Kamar Dagang Indonesis (Kadin).
Secara bersamaan, MCEBI juga menyelenggarakan workshop para dosen pengampu mata kuliah kewirausahaan dan para inkubator bisnis kampus. Workshop menghasilkan rekomendasi rancangan perkuliahan kewirausahaan agar lebih banyak praktek ataupun pengalaman berwirausaha. Tahun ini terdapat peningkatan jumlah peserta dan PTMA yang terlibat; 75 usaha peserta mahasiswa dan 10 pelaku usaha desa wisata.
MCEBI didirikan oleh PTMA se Indonesia yang memiliki visi mencetak generasi muda entrepreneur yang andal dan tetap beretika mengusung tema Becoming Muslim-technopreneur. MCEBI turut mendukung Asta Cita presiden Prabowo dalam kemandirian ekonomi, mendorong ketahanan pangan lokal serta hilirisasi dan komersialisasi berbasis sumber daya lokal.
Acara ini diawali dengan Seminar pada 19 Juli 2025 di Dormitory UMY yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) dan Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza.
Dalam kesempatan itu, Zulhas mengungkapkan, upaya pemerintah yang ingin membangun ekonomi yang tidak hanya berputar pada konglomerat, tetapi juga melibatkan rakyat secara langsung. Zulhas mengajak mahasiswa Muhammadiyah untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan ekonomi tersebut.
Baca juga: Kapolri: Kokam Pemuda Muhammadiyah Bantu Wujudkan Stabilitas Kamtibmas
Menurut Zulhas, masa depan ekonomi Indonesia harus ditopang oleh pengusaha muda yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga memperjuangkan pemerataan kepemilikan. Salah satu upaya tersebut melalui program prioritas pemerintah yaitu Koperasi Desa Merah Putih.
“Kita perlu membangun koperasi yang benar-benar produktif. Bukan koperasi yang hanya bagi-bagi uang, tapi koperasi yang memiliki model bisnis yang kuat. Kita kembangkan usaha, kita dorong kepemilikan bersama, supaya keuntungan tidak hanya dinikmati segelintir orang,” katanya, Rabu (23/7/2025).
Baca juga: Presiden Prabowo: Koperasi Desa Merah Putih Basmi Tengkulak dan Rentenir
Zulhas juga mengungkapkan sejumlah program konkret pemerintah, termasuk penguatan koperasi desa, pengembangan gerai sembako di perdesaan hingga hilirisasi industri pangan yang selama ini terjebak dalam rantai pasok yang tidak adil bagi petani.
Zulhas menjelaskan pemerintah saat ini fokus pada dua hal utama, yakni penguatan kedaulatan negara dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. “Kita ingin membangun ekosistem ekonomi yang kuat. Negara harus hadir untuk memperkuat institusi, tetapi masyarakat juga harus diberdayakan. Ini sejalan dengan semangat Muhammadiyah yang menggerakkan umat melalui pendidikan dan ekonomi,” ujarnya.
Dengan kehadiran mahasiswa dari seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia, Zulhas berharap Studentpreneur Bootcamp tidak hanya menjadi pelatihan sesaat, tetapi juga titik awal lahirnya gerakan technopreneur Muslim yang membela kepentingan rakyat.
Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah sekaligus Dewan Pakar Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI) Bambang Setiaji menekankan pentingnya business matching karena UMKM terkoneksi dengan industri.
“Perlu penguatan SDM dalam bidang digital untuk merespons perkembangan teknologi dan zaman. Karakter sebagai pengusaha muslim menyangkut kejujuran dan profesionalitas,” katanya.
Ketua MCEBI Endang Rudiatin mengatakan, karakter entrepreneur yang ingin dihasilkan dari bootcamp ini adalah Muslim-technopreneur. Wirausaha pengguna dan pengembang teknologi dalam usahanya secara bijaksana, sebagaimana karakter muslim. “Kami berupaya mengatasi masalah pengangguran sarjana di Indonesia melalui program ini,” katanya.
Kegiatan Studentpreneur Bootcamp yang digelarkan di desa wisata Tebing Breksi berlangsung selama 3 hari 19-21 Juli 2025 dimulai dari mentoring, kompetisi usaha, diskusi interaktif dengan pengusaha sukses dan puncak acara "business matching" yang mempertemukan peserta bootcamp dengan para pengusaha besar.
Misi MCEBI salah satunya membangun jejaring wirausaha untuk tumbuh lebih cepat Beberapa rencana kerjasama akan dijajaki dengan Kementerian UMKM, PT Paragon Technology Innovation, PT Merpati Alam Semesta, dan Kamar Dagang Indonesis (Kadin).
Secara bersamaan, MCEBI juga menyelenggarakan workshop para dosen pengampu mata kuliah kewirausahaan dan para inkubator bisnis kampus. Workshop menghasilkan rekomendasi rancangan perkuliahan kewirausahaan agar lebih banyak praktek ataupun pengalaman berwirausaha. Tahun ini terdapat peningkatan jumlah peserta dan PTMA yang terlibat; 75 usaha peserta mahasiswa dan 10 pelaku usaha desa wisata.
MCEBI didirikan oleh PTMA se Indonesia yang memiliki visi mencetak generasi muda entrepreneur yang andal dan tetap beretika mengusung tema Becoming Muslim-technopreneur. MCEBI turut mendukung Asta Cita presiden Prabowo dalam kemandirian ekonomi, mendorong ketahanan pangan lokal serta hilirisasi dan komersialisasi berbasis sumber daya lokal.
(cip)
Lihat Juga :