Kritikus Seni Puji Genre Imajinasi Nusantara dalam Karya Denny JA

Sabtu, 19 Juli 2025 - 19:48 WIB
loading...
Kritikus Seni Puji Genre...
Lima kritikus seni rupa terkemuka Indonesia menyampaikan apresiasi mendalam terhadap karya-karya lukisan Denny JA. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Lima kritikus seni rupa terkemuka Indonesia menyampaikan apresiasi mendalam terhadap karya-karya lukisan Denny JA yang dinilai melahirkan genre visual baru bertajuk Imajinasi Nusantara. Genre ini dinilai sebagai bentuk inovasi seni rupa digital yang menggabungkan realisme, simbol budaya lokal, lanskap surealis, dan kecerdasan buatan.

Karya-karya dalam genre tersebut terangkum dalam dua buku lukisan berjudul Handphone, Kita Dekat Sekali dan Wonderland, Dunia Anak-anak, yang menurut para kritikus menghadirkan perpaduan unik antara ekspresi kontemporer dan akar budaya.

Kritikus seni Agus Dermawan T menyebut lukisan Denny JA sebagai upaya “menyurealkan realitas sosial-politik” melalui napas batik. Baginya, lukisan ini bukan sekadar gambar, melainkan cara baru untuk menggugat estetika kolonial dengan simbol lokal yang sarat makna.

Baca juga: Denny JA Luncurkan Genre Baru Seni Rupa Berupa Lukisan Imajinasi Nusantara

Senada, Merwan Yusuf menyebut genre ini sebagai “irealitas konkret”—visual yang secara teknis mustahil namun mampu menangkap trauma kolektif dengan jujur. Merwan menyebut batik dalam lukisan Denny sebagai “seni yang bersujud, bukan bersolek”.

Frigidanto Agung menilai Denny JA sebagai pelukis yang “memeluk luka global lewat bahasa visual”, di mana lukisan menjadi ruang empatik, bukan sekadar dokumentasi. “Ia bukan laporan WHO, tapi peluk seperti ibu kepada anak yang ketakutan,” ujarnya, Sabtu (19/7/2025).

Baca juga: 10 Prospek Kerja Lulusan Seni Rupa Murni dan Estimasi Gajinya, Nomor Berapa yang Cepat Balik Modal?

Mayek Prayitno menyebut Imajinasi Nusantara sebagai “lompatan estetika” dan menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital oleh Denny JA bukan sekadar gimmick, tetapi sebagai sarana kontemplasi artistik yang mendalam.

Sementara itu, Bambang Asrini Widjanarko menyebut lukisan Denny JA sebagai “doa yang diam”—tempat pertemuan antara keheningan, psikologi, dan algoritma. “@AI adalah alat, imajinasi adalah jiwa,” ujarnya.

Genre Imajinasi Nusantara dirancang untuk merekam absurditas dunia kontemporer melalui lensa lokalitas. Ia merespons dinamika global seperti pandemi, perang, hingga krisis iklim—tanpa melepaskan akar kultural seperti batik dan nilai spiritual.

Dalam salah satu lukisan, digambarkan seorang anak kecil berkaus batik berdiri di jalan sepi, menatap langit yang dipenuhi virus mahkota. Dunia terhenti, namun batik di tubuhnya menjadi simbol ketahanan dan identitas.


Lukisan-lukisan ini, menurut Denny JA, bukan untuk menjawab dunia, melainkan untuk mengajukan pertanyaan: bagaimana seni bisa tetap manusiawi di tengah kebisingan algoritma?

"Imajinasi Nusantara bukan untuk menjawab dunia. Ia justru bertanya. Dalam dunia yang semakin algoritmis dan terpaku pada efisiensi, karya Denny JA mengingatkan bahwa seni adalah warisan spiritual, bukan sekadar produk teknologi," tuturnya.

Dia menambahkan lukisan bukan hanya gambar. Ia adalah doa visual, dokumentasi batin, dan manifesto kebudayaan digital Nusantara. "Dari genre ini, kita tidak hanya melihat Indonesia yang baru, tetapi merasakannya, dalam bentuk pixel, batik, dan harapan," ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Denny JA Nilai Prabowo...
Denny JA Nilai Prabowo Sedang Bangun Fondasi Indonesia Baru
Yusril Tegaskan Pemerintah...
Yusril Tegaskan Pemerintah Tak Larang Pemutaran Film Pesta Babi
Diberkati Paus Fransiskus,...
Diberkati Paus Fransiskus, Nilai Lukisan Denny JA Diprediksi Tembus Rp34 Miliar
Momen Anies Tanda Tangani...
Momen Anies Tanda Tangani Lukisan Karya Pelajar SMA saat Open House Lebaran
ART with HEART 2026...
ART with HEART 2026 Perluas Akses Seniman Difabel ke Dunia Seni dan Pasar Kreatif
Pameran Lukisan Wajah...
Pameran Lukisan Wajah 80 Tokoh
Bersaing dengan 10 Negara,...
Bersaing dengan 10 Negara, Seniman Asal Malang Raih Juara Colour4Life Asia Pacific
Rekomendasi
Purbaya Tegaskan Investor...
Purbaya Tegaskan Investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond Tak Kebal Hukum
PNM Mekaar Salurkan...
PNM Mekaar Salurkan Pembiayaan 23,3 Juta Nasabah Prasejahtera
Transjakarta Rute Tanah...
Transjakarta Rute Tanah Abang–Blok M dan Tj Priok–Kp Rambutan Berhenti Beroperasi 1 Juli
Berita Terkini
Dorong Kualitas Keterwakilan...
Dorong Kualitas Keterwakilan Perempuan 30%, Partai Perindo Siap Bersinergi Lahirkan Kebijakan yang Inklusif
Prabowo: 4 Kali Saya...
Prabowo: 4 Kali Saya Kalah, tapi Tidak Mengganggu Pemimpin yang Dapat Mandat
Polri Tangkap Buronan...
Polri Tangkap Buronan Kasus Online Scam Paling Dicari Asal China
Sjafrie-AHY Sinkronkan...
Sjafrie-AHY Sinkronkan Pengamanan Ruang Udara hingga Pengembangan Rute Penerbangan
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Golkar Tak Takut Pemilih Pindah ke PSI
DPR Upayakan Formula...
DPR Upayakan Formula TKD Tetap Adil, Rasional, dan Berpihak ke Daerah
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved