Kritikus Seni Puji Genre Imajinasi Nusantara dalam Karya Denny JA
Sabtu, 19 Juli 2025 - 19:48 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 10 Prospek Kerja Lulusan Seni Rupa Murni dan Estimasi Gajinya, Nomor Berapa yang Cepat Balik Modal?
Mayek Prayitno menyebut Imajinasi Nusantara sebagai “lompatan estetika” dan menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital oleh Denny JA bukan sekadar gimmick, tetapi sebagai sarana kontemplasi artistik yang mendalam.
Sementara itu, Bambang Asrini Widjanarko menyebut lukisan Denny JA sebagai “doa yang diam”—tempat pertemuan antara keheningan, psikologi, dan algoritma. “@AI adalah alat, imajinasi adalah jiwa,” ujarnya.
Genre Imajinasi Nusantara dirancang untuk merekam absurditas dunia kontemporer melalui lensa lokalitas. Ia merespons dinamika global seperti pandemi, perang, hingga krisis iklim—tanpa melepaskan akar kultural seperti batik dan nilai spiritual.
Dalam salah satu lukisan, digambarkan seorang anak kecil berkaus batik berdiri di jalan sepi, menatap langit yang dipenuhi virus mahkota. Dunia terhenti, namun batik di tubuhnya menjadi simbol ketahanan dan identitas.
Mayek Prayitno menyebut Imajinasi Nusantara sebagai “lompatan estetika” dan menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital oleh Denny JA bukan sekadar gimmick, tetapi sebagai sarana kontemplasi artistik yang mendalam.
Sementara itu, Bambang Asrini Widjanarko menyebut lukisan Denny JA sebagai “doa yang diam”—tempat pertemuan antara keheningan, psikologi, dan algoritma. “@AI adalah alat, imajinasi adalah jiwa,” ujarnya.
Genre Imajinasi Nusantara dirancang untuk merekam absurditas dunia kontemporer melalui lensa lokalitas. Ia merespons dinamika global seperti pandemi, perang, hingga krisis iklim—tanpa melepaskan akar kultural seperti batik dan nilai spiritual.
Dalam salah satu lukisan, digambarkan seorang anak kecil berkaus batik berdiri di jalan sepi, menatap langit yang dipenuhi virus mahkota. Dunia terhenti, namun batik di tubuhnya menjadi simbol ketahanan dan identitas.
Lihat Juga :