Badiklat Kemhan Gagas Sistem Peningkatan Kualitas SDM Pertahanan yang Adaptif dan Inovatif

Jum'at, 18 Juli 2025 - 15:50 WIB
loading...
Badiklat Kemhan Gagas...
Badiklat Kemhan melakukan terobosan strategis dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) pertahanan. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Badan Pendidikan dan Latihan Kementerian Pertahanan (Badiklat Kemhan) melakukan terobosan strategis dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) pertahanan. Tujuannya, untuk mencetak Aparatur Sipil Negara (ASN) yang adaptif dan inovatif.

Terobosan tersebut diinisiasi oleh dua peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan II Tahun 2025 yakni, Kapusdiklat Tekfunghan Badiklat Kemhan Syamsu Rizal dan Kabid Evkatmutu Diklat Pusdiklatjemenhan Badiklat Kemhan Riska Riskawati.

Dalam paparannya, Riska Riskawati menginisiasi Program Corporate University Kemhan: Game Changer SDM Pertahanan (Gesper) Unggul sebagai upaya membangun ekosistem pembelajaran secara terintegrasi di Kemhan. Mengadopsi model corporate university, proyek ini dirancang untuk menyelaraskan pengembangan SDM dengan arah kebijakan dan kebutuhan operasional Kementerian Pertahanan secara berkelanjutan.

Baca juga: Keren! PT PAL Berencana Bangun Kapal Induk untuk Helikopter dan Drone pada 2027

“Transformasi SDM pertahanan harus disokong oleh sistem yang mampu menjawab dinamika zaman. Gesper hadir sebagai jawaban atas tantangan tersebut,” ujarnya, Jumat (18/7/2025).

Menurut Riska, keunggulan utama Gesper adalah integrasi teknologi pembelajaran berbasis digital, serta pendekatan berbasis kompetensi yang dikembangkan secara kolaboratif dengan para pemangku kepentingan strategis.

“Selain mendukung profesionalisme ASN pertahanan, inisiatif ini juga diharapkan dapat menciptakan budaya belajar sepanjang hayat (lifelong learning) di Kemhan. Program ini dijadwalkan mulai diterapkan pada awal 2026, tapi sistemnya sudah bisa digunakan,” katanya.

Baca juga: Hebat! Indonesia Buat Fregat Merah Putih, Kapal Perang Tercanggih yang Dilengkapi Senjata Modern

Riska menyebut, program ini mengacu pada UU ASN Nomor 20 Tahun 2023 bahwa sistem pembelajaran itu harus terintegrasi sistemnya. Dengan demikian, program tersebut nantinya tidak hanya diterapkan di Kemhan tapi juga Mabes TNI, Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU).

”Kami ingin menyosialisasikan ke teman-teman Angkatan dan Mabes TNI bahwa ke depan ini yang akan dilakukan Kemhan untuk mengembangkan kompetensi pertahanan,” ujarnya.

Di sisi lain, Syamsu Rizal menekankan pentingnya adaptasi terhadap kemajuan teknologi dalam proses pembelajaran SDM pertahanan. Atas dasar itu, Rizal menggagas Program Akselerasi Kompetensi Unggul melalui Revitalisasi dan Adaptasi Teknologi Pertahanan (Akurat).

“Di era digital, pelatihan konvensional tidak lagi cukup. Kita butuh metode pembelajaran yang cepat, fleksibel, dan kontekstual. Akurat hadir untuk menjembatani kesenjangan antara teknologi pertahanan modern dengan kesiapan personel,” ucapnya.



Menurut Rizal, Akurat menghadirkan sistem pelatihan berbasis teknologi cerdas seperti e-learning interaktif, realitas virtual (VR), augmented reality (AR), dan simulasi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Pendekatan ini mendorong kemandirian dalam proses pembelajaran. Terutama bagi para ASN yang jumlahnya mencapai 4.4000 orang di seluruh Indonesia.

”Sistem aplikasi ini untuk pembelajaran online sehingga efisiensi waktu. Jadi belajar tanpa terkendala waktu, tempat. Jadi kapan saja bisa mengikuti pelatihan di sini. Itu salah satu pelayanan diklat, jadi bagaimana kita mempermudah menjangkau ASN yang ada di daerah. Waktu sosialisasi diklat tidak ada masalah dengan sistem itu,” katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Panglima TNI Lantik...
Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Baru di Akmil Magelang
Presiden Prabowo: Hanya...
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentaranya Sering Ada di Sawah
Pangdivif 2 Kostrad...
Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Pimpin Sertijab Jabatan Strategis, Ini Namanya
TB Hasanuddin Kritik...
TB Hasanuddin Kritik Pelibatan Komcad dalam Pengamanan Demo Mahasiswa: Berpotensi Picu Konflik Horizontal
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
10 Tahun Jadi Tempat...
10 Tahun Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia, BAT Indonesia Raih Platinum Harmonia
Amnesty International...
Amnesty International Desak TNI Tak Dilibatkan Jaga Demo Mahasiswa Hari Ini
Rekomendasi
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Aljazair dan Austria...
Aljazair dan Austria Lolos Dramatis usai Bermain Imbang 3-3 di Laga Penuh Drama
Mahasiswa Doktoral UNJ...
Mahasiswa Doktoral UNJ Perkuat Literasi Keuangan bagi Calon Guru Malaysia di UTHM
Berita Terkini
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Evaluasi dan Mendengar Masukan Masyarakat
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Kecam Dugaan Intimidasi...
Kecam Dugaan Intimidasi Dokter di NTT, Ninik: Sanksi Disiplin Jika Kader PKB Terlibat
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved