Menteri Teuku Riefky Penuhi Undangan Pemerintah Prancis
Jum'at, 18 Juli 2025 - 15:07 WIB
loading...
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon memenuhi undangan Menteri Kebudayaan Prancis Rachida Dati. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon memenuhi undangan Menteri Kebudayaan Prancis Rachida Dati dalam forum "Strategic Cultural Dialogue" di Paris, Selasa, 15 Juli 2025. Pertemuan itu dalam rangka penguatan kerja sama bilateral di bidang budaya dan ekonomi kreatif.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani oleh kedua kementerian di Jakarta pada Mei lalu, saat kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Ini juga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto, yang hadir sebagai tamu kehormatan pada perayaan nasional Bastille Day 2025.
Pertemuan ini menjadi momentum strategis penguatan hubungan diplomatik Indonesia–Perancis, khususnya di sektor budaya dan ekonomi kreatif. Turut hadir 15 perwakilan dari berbagai pemangku kepentingan Peancis, termasuk asosiasi dan pelaku industri kreatif di sektor film, gim, fesyen, musik, penerbitan, seni pertunjukan, serta organisasi yang fokus pada pengelolaan budaya seperti museum dan pelestarian warisan budaya (heritage).
Baca juga: Prabowo-Macron Standing Ovation Kagumi Aksi Gagah Pasukan RI di Defile Bastille Day
![Menteri Teuku Riefky Penuhi Undangan Pemerintah Prancis]()
Dalam kesempatan ini, Menteri Teuku Riefky menyampaikan tiga poin utama. Pertama, pentingnya komitmen bersama untuk mengimplementasikan program-program konkret guna memperkuat ekosistem ekonomi kreatif kedua negara.
Kedua, mengusulkan lima inisiatif tindak lanjut MoU, yang mencakup pengembangan kapasitas, pertukaran talenta, serta kolaborasi riset kebijakan. Ketiga, ia menekankan keinginan Indonesia untuk belajar dari pengalaman Perancis dalam perumusan kebijakan dan perangkat regulasi ekonomi kreatif yang kuat dan inklusif.
Sebagai bagian dari kunjungan kerja, menteri dan delegasi juga melakukan diskusi mendalam di tiga subsektor utama: film, animasi, dan game. Dalam bidang film, delegasi Indonesia mengunjungi markas Centre National du Cinéma et de l'image animée (CNC) dan berdiskusi langsung dengan Presiden CNC serta para ahli senior.
Sementara untuk animasi, delegasi akan mengadakan dialog dengan Gobelin School, institusi animasi terbaik dunia. Adapun tindak lanjut konkret dari kunjungan ini meliputi:
a) Penguatan Ekraf Bijak melalui riset bersama untuk penyusunan kebijakan sektor film, termasuk studi kelembagaan dan kajian kebijakan pajak sinema (earmark tax policy);
b) Penguatan Talenta Ekraf melalui pelatihan dengan institusi Perancis dan pendampingan teknis dari CNC dalam bidang film dan permainan video;
c) Penguatan Sinergi Ekraf untuk membangun jejaring antara pelaku industri kreatif Indonesia dan Perancis.
Pertemuan ini dinilai mencerminkan komitmen bersama dalam memajukan sektor ekonomi kreatif sebagai kekuatan diplomasi budaya dan ekonomi Pemerintahan Presiden Prabowo.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani oleh kedua kementerian di Jakarta pada Mei lalu, saat kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Ini juga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto, yang hadir sebagai tamu kehormatan pada perayaan nasional Bastille Day 2025.
Pertemuan ini menjadi momentum strategis penguatan hubungan diplomatik Indonesia–Perancis, khususnya di sektor budaya dan ekonomi kreatif. Turut hadir 15 perwakilan dari berbagai pemangku kepentingan Peancis, termasuk asosiasi dan pelaku industri kreatif di sektor film, gim, fesyen, musik, penerbitan, seni pertunjukan, serta organisasi yang fokus pada pengelolaan budaya seperti museum dan pelestarian warisan budaya (heritage).
Baca juga: Prabowo-Macron Standing Ovation Kagumi Aksi Gagah Pasukan RI di Defile Bastille Day

Dalam kesempatan ini, Menteri Teuku Riefky menyampaikan tiga poin utama. Pertama, pentingnya komitmen bersama untuk mengimplementasikan program-program konkret guna memperkuat ekosistem ekonomi kreatif kedua negara.
Kedua, mengusulkan lima inisiatif tindak lanjut MoU, yang mencakup pengembangan kapasitas, pertukaran talenta, serta kolaborasi riset kebijakan. Ketiga, ia menekankan keinginan Indonesia untuk belajar dari pengalaman Perancis dalam perumusan kebijakan dan perangkat regulasi ekonomi kreatif yang kuat dan inklusif.
Sebagai bagian dari kunjungan kerja, menteri dan delegasi juga melakukan diskusi mendalam di tiga subsektor utama: film, animasi, dan game. Dalam bidang film, delegasi Indonesia mengunjungi markas Centre National du Cinéma et de l'image animée (CNC) dan berdiskusi langsung dengan Presiden CNC serta para ahli senior.
Sementara untuk animasi, delegasi akan mengadakan dialog dengan Gobelin School, institusi animasi terbaik dunia. Adapun tindak lanjut konkret dari kunjungan ini meliputi:
a) Penguatan Ekraf Bijak melalui riset bersama untuk penyusunan kebijakan sektor film, termasuk studi kelembagaan dan kajian kebijakan pajak sinema (earmark tax policy);
b) Penguatan Talenta Ekraf melalui pelatihan dengan institusi Perancis dan pendampingan teknis dari CNC dalam bidang film dan permainan video;
c) Penguatan Sinergi Ekraf untuk membangun jejaring antara pelaku industri kreatif Indonesia dan Perancis.
Pertemuan ini dinilai mencerminkan komitmen bersama dalam memajukan sektor ekonomi kreatif sebagai kekuatan diplomasi budaya dan ekonomi Pemerintahan Presiden Prabowo.
(rca)
Lihat Juga :