Gibran Ungkit Pemecatan Effendi Simbolon, Guntur Romli: Tak Bisa Move On?
Rabu, 09 Juli 2025 - 19:51 WIB
loading...
Wakil Presiden Gibran Rakabuming saat membuka secara resmi Rakernas Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) Tahun 2025 di The Ballroom, Pondok Indah Golf Course, Jakarta Selatan, Senin (7/7/2025). Foto/Setwapres
A
A
A
JAKARTA - Politikus PDIP Mohamad Guntur Romli menyoroti sikap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang mengungkit pemecatan Effendi Simbolon dari PDIP . Ia mempertanyakan sikap itu sebagai bentuk sakit hati dan tak bisa move on.
"Apakah Gibran masih sakit hati, sehingga tidak bisa move on? Karenanya masih saja membahasnya," kata Guntur dalam keterangannya, Rabu (9/7/2025).
Padahal, kata dia, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Indonesia tengah menghadapi tantangan yang tidak mudah, baik yang muncul dari dalam dan luar Indonesia. "Sebaiknya Gibran fokus mengurus hal-hal penting untuk merespon tantangan-tantangan tersebut," tegas Guntur.
Baca juga: Gibran Singgung Pemecatan Effendi Simbolon dari PDIP, Said Abdullah: Itu Masa Lalu
Apalagi, kata dia, Gibran punya janji kampanye untuk menciptakan 19 juta lapangan kerja yang sampai saat ini belum terwujud. "Sampai-sampai Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) mengaku enggan menyebut angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena takut memicu sikap pesimistis di tengah masyarakat," ucap Guntur.
Selain itu, Guntur menyarankan pada putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) itu untuk fokus mengurus Papua seperti yang ditugaskan oleh Presiden Prabowo.
"Gibran juga sebaiknya fokus mengurus Papua sebagaimana penugasan dari Presiden Prabowo, daripada 'curhat' untuk masalah pribadinya, alih-alih seharusnya menerima keluhan dan aspirari masyarakat, atau seperti yang disinggung anggota DPR RI Deddy Sitorus 'daripada bagi-bagi skincare," pungkasnya.
Sebelumnya, Wapres Gibran Rakabuming Raka menyinggung pemecatan politikus senior Effendi Simbolon dari PDIP. Hal itu dia ungkapkan saat menghadiri acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI).
Mulanya, Gibran mengajak seluruh keluarga besar Simbolon agar tetap mendukung agenda dan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Jadi, saya mohon nanti di dalam acara Rakernas dalam dua hari ini, saya mohon Pak Ketua, beserta seluruh keluarga besar Simbolon untuk terus mengawal, untuk terus mendukung visi-visi dan program dari Pak Presiden," kata Gibran, dilihat dari YouTube Sekretariat Wapres, Selasa (8/7/2025).
Gibran mengatakan, dia memahami betapa besar konsekuensi yang dihadapi Effendi hingga akhirnya diberhentikan dari partai yang telah membesarkannya.
"Ya, karena pengorbanan Pak Ketua ini sungguh besar ya, sampai dipecat," ujar Gibran.
Putra sulung Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) itu juga menyinggung nomor surat pemecatan PDIP yang dikirimkan kepada Effendi Simbolon.
"Suratnya itu Pak Ketua itu nomor berapa? 26. Saya nomor 28. Oh bisa berurutan gitu ya," kata Gibran dengan nada bercanda, yang disambut tawa anggota PSBI.
"Apakah Gibran masih sakit hati, sehingga tidak bisa move on? Karenanya masih saja membahasnya," kata Guntur dalam keterangannya, Rabu (9/7/2025).
Padahal, kata dia, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Indonesia tengah menghadapi tantangan yang tidak mudah, baik yang muncul dari dalam dan luar Indonesia. "Sebaiknya Gibran fokus mengurus hal-hal penting untuk merespon tantangan-tantangan tersebut," tegas Guntur.
Baca juga: Gibran Singgung Pemecatan Effendi Simbolon dari PDIP, Said Abdullah: Itu Masa Lalu
Apalagi, kata dia, Gibran punya janji kampanye untuk menciptakan 19 juta lapangan kerja yang sampai saat ini belum terwujud. "Sampai-sampai Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) mengaku enggan menyebut angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena takut memicu sikap pesimistis di tengah masyarakat," ucap Guntur.
Selain itu, Guntur menyarankan pada putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) itu untuk fokus mengurus Papua seperti yang ditugaskan oleh Presiden Prabowo.
"Gibran juga sebaiknya fokus mengurus Papua sebagaimana penugasan dari Presiden Prabowo, daripada 'curhat' untuk masalah pribadinya, alih-alih seharusnya menerima keluhan dan aspirari masyarakat, atau seperti yang disinggung anggota DPR RI Deddy Sitorus 'daripada bagi-bagi skincare," pungkasnya.
Sebelumnya, Wapres Gibran Rakabuming Raka menyinggung pemecatan politikus senior Effendi Simbolon dari PDIP. Hal itu dia ungkapkan saat menghadiri acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI).
Mulanya, Gibran mengajak seluruh keluarga besar Simbolon agar tetap mendukung agenda dan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Jadi, saya mohon nanti di dalam acara Rakernas dalam dua hari ini, saya mohon Pak Ketua, beserta seluruh keluarga besar Simbolon untuk terus mengawal, untuk terus mendukung visi-visi dan program dari Pak Presiden," kata Gibran, dilihat dari YouTube Sekretariat Wapres, Selasa (8/7/2025).
Gibran mengatakan, dia memahami betapa besar konsekuensi yang dihadapi Effendi hingga akhirnya diberhentikan dari partai yang telah membesarkannya.
"Ya, karena pengorbanan Pak Ketua ini sungguh besar ya, sampai dipecat," ujar Gibran.
Putra sulung Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) itu juga menyinggung nomor surat pemecatan PDIP yang dikirimkan kepada Effendi Simbolon.
"Suratnya itu Pak Ketua itu nomor berapa? 26. Saya nomor 28. Oh bisa berurutan gitu ya," kata Gibran dengan nada bercanda, yang disambut tawa anggota PSBI.
(rca)
Lihat Juga :