Ustaz Rahmat Baiquni: Israel Genosida Gaza Demi Incar Minyak dan Gas Bumi
Jum'at, 04 Juli 2025 - 07:42 WIB
loading...
Pemerhati Timur Tengah, Ustaz Rahmat Baiquni menyatakan serangan Israel ke Gaza, Palestina diduga salah satunya karena mengincar kekayaan minyak dan gas bumi. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Serangan bombardir Israel ke wilayah Kota Gaza, Palestina yang telah meluluh lantakkan hingga menyebabkan korban jiwa sekitar 60 ribu orang lebih diduga menyimpan tujuan yang selama ini tak terungkap ke publik. Di bawah tanah Gaza, Palestina ternyata tersimpan kekayaan minyak dan gas bumi yang jadi incaran zionis Israel.
Temuan itu disampaikan pemerhati Timur Tengah, Ustaz Rahmat Baiquni dalam siniar To The Point Aja di YouTube SindoNews dikutip Jumat (2/7/2025).
Baca juga: 85% Jalur Gaza Berada dalam Perintah Militer dan Zona Militerisasi Israel
"Itu adalah dari ambisi Yahudi Askenazim ingin menguasai dunia. Ini berangkat dari ambisi founding father Israel, David Ben-Gurion. Nah, David Ben-Gurion ini dia perdana menteri pertama dan dialah jenderal yang dulu memimpin salah satunya perang Yon Kipur itu 6 sampai 26 Oktober 1973 yang di mana Israel menang, negara Arab yang dipimpin Mesir dan Suriah kalah. Oke. Nah, dari situlah maka Israel mencaplok dataran tinggi Golan," ungkap Rahmat Baiquni dalam siniar yang dipandu hostLukman Hanafi dan Pung Purwanto.
Kemudian Israel juga mencaplok wilayah Libanon. Nah, David Ben-Gurion ini memiliki ambisi untuk menguasai Sine dan menciptakan Israel raya yang teritorialnya.
"Itu akan dimulai dari sebelah barat itu Sungai Nil, sebelah timur itu adalah Sungai Efrat, Irak. Nah, kemudian dia memandang bahwa entah ya memang saat itu teknologinya juga hebat. Mereka paham bahwa sine itu kaya," ungkapnya.
Rahmat Baiquni menjelaskan bahwa ternyata salah satu alasan Amerika ngotot ingin merelokasi penduduk Gaza ini terkait dengan gas bumi dan minyak bumi.
Baca juga: Hamas Siap Akhiri Perang Sepenuhnya, Bukan Gencatan Senjata 60 Hari
Lokasi kaya minyak dan gas bumi itu ada di Levan Basin, Laut Tengah. Data dari USGS, lembaga survei Amerika Serikat dan dari PBB yang khusus mendata tentang perkembangan geografi dan pertambangan dan perdagangan dan juga energi. Selama ini temuan dan data tersebut ditutupi.
"Nah, mereka mengatakan bahwa di bawah Levan Basin ini wabil khusus di bawah Gaza pantai Gaza. Di Levan Basin ini ada 1,7 miliar barel minyak bumi dan terkandung 122 triliun kubik gas alam dan itu sampai sekarang masih tertutupi, masih ada dan itu ditutupi," ungkap Rahmat Baiquni.
Artinya selama itu masih belum kebuka ini akan kemungkinan letupan-letupan akan terus terjadi dong?
"Saya pernah menyampaikan ini dan ini direspons oleh salah satu jemaah. Ternyata beliau adalah pakar pertambangan alumni ITB dan dulu pernah di Departemen Pertambangan dan Energi Indonesia serta lama di Arab Saudi, lama di Timur Tengah," lanjut Rahmat Baiquni.
Jemaah itu menyatakan bahwa, "Ustaz, itu adalah lokasi yang dirahasiakan oleh Amerika dan Israel."
"Ternyata diam-diam Benjamin Netanyahu dan Joe Biden itu bikin kerja sama. Yuk, kita ambil bareng-bareng," sebut Rahmat Baiquni.
Dia melanjutkan bahwa dari situlah mereka paham alasan kenapa David Ben-Gurion sangat ngotot ingin membangun kanal Ben-Gurion.
"Itu Kanal Ben-Gurion beberapa kali muncul. Nah, itu pernah muncul juga. Nah, ini jadi ada multiffek. Jadi tidak murni ini sebetulnya bukan perang agama. Nah, iya makanya berarti ini berarti agama dibangun ya itu cover story saja," sebutnya.
Temuan itu disampaikan pemerhati Timur Tengah, Ustaz Rahmat Baiquni dalam siniar To The Point Aja di YouTube SindoNews dikutip Jumat (2/7/2025).
Baca juga: 85% Jalur Gaza Berada dalam Perintah Militer dan Zona Militerisasi Israel
"Itu adalah dari ambisi Yahudi Askenazim ingin menguasai dunia. Ini berangkat dari ambisi founding father Israel, David Ben-Gurion. Nah, David Ben-Gurion ini dia perdana menteri pertama dan dialah jenderal yang dulu memimpin salah satunya perang Yon Kipur itu 6 sampai 26 Oktober 1973 yang di mana Israel menang, negara Arab yang dipimpin Mesir dan Suriah kalah. Oke. Nah, dari situlah maka Israel mencaplok dataran tinggi Golan," ungkap Rahmat Baiquni dalam siniar yang dipandu hostLukman Hanafi dan Pung Purwanto.
Kemudian Israel juga mencaplok wilayah Libanon. Nah, David Ben-Gurion ini memiliki ambisi untuk menguasai Sine dan menciptakan Israel raya yang teritorialnya.
"Itu akan dimulai dari sebelah barat itu Sungai Nil, sebelah timur itu adalah Sungai Efrat, Irak. Nah, kemudian dia memandang bahwa entah ya memang saat itu teknologinya juga hebat. Mereka paham bahwa sine itu kaya," ungkapnya.
Rahmat Baiquni menjelaskan bahwa ternyata salah satu alasan Amerika ngotot ingin merelokasi penduduk Gaza ini terkait dengan gas bumi dan minyak bumi.
Baca juga: Hamas Siap Akhiri Perang Sepenuhnya, Bukan Gencatan Senjata 60 Hari
Lokasi kaya minyak dan gas bumi itu ada di Levan Basin, Laut Tengah. Data dari USGS, lembaga survei Amerika Serikat dan dari PBB yang khusus mendata tentang perkembangan geografi dan pertambangan dan perdagangan dan juga energi. Selama ini temuan dan data tersebut ditutupi.
"Nah, mereka mengatakan bahwa di bawah Levan Basin ini wabil khusus di bawah Gaza pantai Gaza. Di Levan Basin ini ada 1,7 miliar barel minyak bumi dan terkandung 122 triliun kubik gas alam dan itu sampai sekarang masih tertutupi, masih ada dan itu ditutupi," ungkap Rahmat Baiquni.
Artinya selama itu masih belum kebuka ini akan kemungkinan letupan-letupan akan terus terjadi dong?
"Saya pernah menyampaikan ini dan ini direspons oleh salah satu jemaah. Ternyata beliau adalah pakar pertambangan alumni ITB dan dulu pernah di Departemen Pertambangan dan Energi Indonesia serta lama di Arab Saudi, lama di Timur Tengah," lanjut Rahmat Baiquni.
Jemaah itu menyatakan bahwa, "Ustaz, itu adalah lokasi yang dirahasiakan oleh Amerika dan Israel."
"Ternyata diam-diam Benjamin Netanyahu dan Joe Biden itu bikin kerja sama. Yuk, kita ambil bareng-bareng," sebut Rahmat Baiquni.
Dia melanjutkan bahwa dari situlah mereka paham alasan kenapa David Ben-Gurion sangat ngotot ingin membangun kanal Ben-Gurion.
"Itu Kanal Ben-Gurion beberapa kali muncul. Nah, itu pernah muncul juga. Nah, ini jadi ada multiffek. Jadi tidak murni ini sebetulnya bukan perang agama. Nah, iya makanya berarti ini berarti agama dibangun ya itu cover story saja," sebutnya.
(shf)
Lihat Juga :