Wamensos Agus Jabo: Bansos Tak Boleh Jadi Alat Politik
Sabtu, 28 Juni 2025 - 16:59 WIB
loading...
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengingatkan bantuan sosial (bansos) tidak boleh dijadikan alat politik. Foto/Riyan Rizki Roshali
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengingatkan bantuan sosial ( bansos ) tidak boleh dijadikan alat politik. Dia juga berkomitmen tidak akan menyalahgunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi dan golongan.
"Saya berjuang untuk negara, berjuang untuk bangsa. Persoalan dalam perjuangan itu ada keuntungan politik yaitu dikenal oleh masyarakat. Tapi kalau diminta menggunakan jabatan untuk kepentingan partai, tidak," ujar Agus Jabo dalam keterangan yang diterima, dikutip Sabtu (28/6/2025).
"Kepentingan bangsa, kepentingan negara harus kita tempatkan lebih tinggi dari kepentingan partai dan golongan," imbuhnya.
Baca juga: Bansos Beras Cair Dua Bulan Sekaligus, Tiap Keluarga Terima 20 Kg
Ia menjelaskan, mekanisme penyaluran bantuan sosial yang dikelola oleh Kemensos diberikan melalui transfer yang langsung diterima oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui PT Pos dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Sehingga peluang menjadikan bansos sebagai alat politik otomatis tertutup.
Agus Jabo juga berkomitmen hanya mengurus program-program yang memperjuangkan rakyat, bukan untuk urusan lain. "Hidup hanya sekali, nama kita, martabat kita," jelasnya.
Komitmen untuk menjaga integritas ini, kata Agus Jabo, selaras dengan pesan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Selain pesan untuk tidak korupsi, Agus Jabo juga menyampaikan pesan lain dari Prabowo kepadanya saat dilantik, yaitu, untuk bekerja dengan data, sehingga bansos dan program pemberdayaan masyarakat tepat sasaran.
"Di sini saya ingin mengajak sesuai perintah Presiden untuk menjadikan Negara yang gemah ripah loh jinawi, semua harus tersenyum, rakyat harus gemuyu," tegasnya.
Merujuk pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) saat ini masih terdapat 3 juta masyarakat yang miskin ekstrem. Untuk mewujudkan negara yang gemah ripah loh jinawi, Presiden meminta pada 2026 kemiskinan ektrem menjadi nol persen.
Agus Jabo menjelaskan apa yang dilakukan negara untuk mewujudkan hal tersebut. Salah satunya melalui Sekolah Rakyat. Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini, menurutnya, memberikan harapan dan kesempatan bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dan berkarakter, dengan konsep boarding school secara gratis.
Sekolah Rakyat menjadi harapan baru bagi keluarga miskin yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya karena terhambat biaya. Orang tua siswa Sekolah Rakyat juga akan diberdayakan melalui program-program pengentasan kemiskinan dan rumahnya diperbaiki. “Singkat kata, Negara hadir untuk rakyat," kata Agus Jabo.
Agus Jabo lantas bercerita, dalam beberapa pertemuannya dengan orangtua calon siswa Sekolah Rakyat, mereka berpesan tidak ingin anak mereka bernasib sama. "Ketika bertemu orang tua siswa di beberapa daerah mereka bilang bahwa jangan sampai anak saya jadi seperti saya," pungkasnya.
"Saya berjuang untuk negara, berjuang untuk bangsa. Persoalan dalam perjuangan itu ada keuntungan politik yaitu dikenal oleh masyarakat. Tapi kalau diminta menggunakan jabatan untuk kepentingan partai, tidak," ujar Agus Jabo dalam keterangan yang diterima, dikutip Sabtu (28/6/2025).
"Kepentingan bangsa, kepentingan negara harus kita tempatkan lebih tinggi dari kepentingan partai dan golongan," imbuhnya.
Baca juga: Bansos Beras Cair Dua Bulan Sekaligus, Tiap Keluarga Terima 20 Kg
Ia menjelaskan, mekanisme penyaluran bantuan sosial yang dikelola oleh Kemensos diberikan melalui transfer yang langsung diterima oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui PT Pos dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Sehingga peluang menjadikan bansos sebagai alat politik otomatis tertutup.
Agus Jabo juga berkomitmen hanya mengurus program-program yang memperjuangkan rakyat, bukan untuk urusan lain. "Hidup hanya sekali, nama kita, martabat kita," jelasnya.
Komitmen untuk menjaga integritas ini, kata Agus Jabo, selaras dengan pesan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Selain pesan untuk tidak korupsi, Agus Jabo juga menyampaikan pesan lain dari Prabowo kepadanya saat dilantik, yaitu, untuk bekerja dengan data, sehingga bansos dan program pemberdayaan masyarakat tepat sasaran.
"Di sini saya ingin mengajak sesuai perintah Presiden untuk menjadikan Negara yang gemah ripah loh jinawi, semua harus tersenyum, rakyat harus gemuyu," tegasnya.
Merujuk pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) saat ini masih terdapat 3 juta masyarakat yang miskin ekstrem. Untuk mewujudkan negara yang gemah ripah loh jinawi, Presiden meminta pada 2026 kemiskinan ektrem menjadi nol persen.
Agus Jabo menjelaskan apa yang dilakukan negara untuk mewujudkan hal tersebut. Salah satunya melalui Sekolah Rakyat. Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini, menurutnya, memberikan harapan dan kesempatan bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dan berkarakter, dengan konsep boarding school secara gratis.
Sekolah Rakyat menjadi harapan baru bagi keluarga miskin yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya karena terhambat biaya. Orang tua siswa Sekolah Rakyat juga akan diberdayakan melalui program-program pengentasan kemiskinan dan rumahnya diperbaiki. “Singkat kata, Negara hadir untuk rakyat," kata Agus Jabo.
Agus Jabo lantas bercerita, dalam beberapa pertemuannya dengan orangtua calon siswa Sekolah Rakyat, mereka berpesan tidak ingin anak mereka bernasib sama. "Ketika bertemu orang tua siswa di beberapa daerah mereka bilang bahwa jangan sampai anak saya jadi seperti saya," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :