Canda Prabowo Ingin Perbaiki Gigi di RS Ngoerah Bali: Tapi Diam-diam Nyamar
Rabu, 25 Juni 2025 - 21:25 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto kembali berkelakar ingin memperbaiki gigi di Ngoerah Sun Wellness and Aesthetic Center, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. dr. I.G.N.G Ngoerah, Kota Denpasar, Bali. Foto/YouTube BPMI Setpres
A
A
A
BALI - Presiden Prabowo Subianto kembali berkelakar ingin memperbaiki gigi di Ngoerah Sun Wellness and Aesthetic Center, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. dr. I.G.N.G Ngoerah, Kota Denpasar, Bali. Kelakar ini dilontarkan Presiden Prabowo untuk kedua kalinya pada saat meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) kesehatan yakni Sanur dan Bali International Hospital, di Denpasar, Bali, Rabu (25/6/2025).
Sebelumnya, dia telah berkelakar ingin memperbaiki giginya saat meresmikan Ngoerah Sun Wellness and Aesthetic Center. Mulanya Presiden Prabowo menceritakan bahwa telah berkeliling melihat dua Rumah Sakit bertaraf internasional di Bali.
“Saya sudah keliling, saya melihat lumayan canggih, saya lihat 2 rumah sakit hari ini Rumah Sakit Wellness dan Aesthetic Center dari Universitas Ngoerah Sun,” katanya.
Baca juga: Prabowo Resmikan KEK Kesehatan di Bali: Takdir Saya, Resmikan yang Baik-baik!
Dia pun mengaku bangga dengan teknologi dan pengobatan yang canggih khususnya untuk kulit, gigi, hingga mata. Pada saat itulah, Presiden Prabowo melontarkan bahwa dia ingin memperbaiki gigi namun diam-diam dan dengan penyamaran.
“Luar biasa di situ teknologi dan pengobatan yang paling, yang cukup canggih taraf internasional untuk kulit, plastik, gigi, mata, dan sebagainya. Saya lihat cukup hebat, cukup canggih, sampai saya sendiri tertarik diam-diam saya mau juga ke situ, tapi diam-diam nyamar dan katanya ada jalur khusus untuk gubernur ke atas katanya. Memang gigi saya agak kurang bagus,” kata Prabowo yang membuat gelak tawa seluruh tamu yang hadir.
Baca juga: Momen Prabowo Disambut Tarian dan Senyum Ratusan Anak-Anak di Bali
Pada kesempatan itu, Prabowo juga mengaku kaget melihat Bali International Hospital, yang ia kira sebagai hotel. Mengingat, bangunan Rumah Sakit yang mewah, bernuansa hotel bahkan lantainya menggunakan marmer. “Dan kemudian saya juga melihat Bali International Hospital, luar biasa juga. Waktu saya masuk saya kira hotel memang rumah sakit nuansa Hotel, lantainya marmer.”
“Maksudnya adalah bahwa Indonesia negara besar negara yang berkemajuan, negara yang dinamis, kita juga harus punya fasilitas terbaik sehingga kita juga bisa jadi pusat, kita bisa terima pasien-pasien dari kawasan kita, kawasan Asia Tenggara, kawasan Pasifik dan sebagainya,” pungkasnya.
Sebelumnya, dia telah berkelakar ingin memperbaiki giginya saat meresmikan Ngoerah Sun Wellness and Aesthetic Center. Mulanya Presiden Prabowo menceritakan bahwa telah berkeliling melihat dua Rumah Sakit bertaraf internasional di Bali.
“Saya sudah keliling, saya melihat lumayan canggih, saya lihat 2 rumah sakit hari ini Rumah Sakit Wellness dan Aesthetic Center dari Universitas Ngoerah Sun,” katanya.
Baca juga: Prabowo Resmikan KEK Kesehatan di Bali: Takdir Saya, Resmikan yang Baik-baik!
Dia pun mengaku bangga dengan teknologi dan pengobatan yang canggih khususnya untuk kulit, gigi, hingga mata. Pada saat itulah, Presiden Prabowo melontarkan bahwa dia ingin memperbaiki gigi namun diam-diam dan dengan penyamaran.
“Luar biasa di situ teknologi dan pengobatan yang paling, yang cukup canggih taraf internasional untuk kulit, plastik, gigi, mata, dan sebagainya. Saya lihat cukup hebat, cukup canggih, sampai saya sendiri tertarik diam-diam saya mau juga ke situ, tapi diam-diam nyamar dan katanya ada jalur khusus untuk gubernur ke atas katanya. Memang gigi saya agak kurang bagus,” kata Prabowo yang membuat gelak tawa seluruh tamu yang hadir.
Baca juga: Momen Prabowo Disambut Tarian dan Senyum Ratusan Anak-Anak di Bali
Pada kesempatan itu, Prabowo juga mengaku kaget melihat Bali International Hospital, yang ia kira sebagai hotel. Mengingat, bangunan Rumah Sakit yang mewah, bernuansa hotel bahkan lantainya menggunakan marmer. “Dan kemudian saya juga melihat Bali International Hospital, luar biasa juga. Waktu saya masuk saya kira hotel memang rumah sakit nuansa Hotel, lantainya marmer.”
“Maksudnya adalah bahwa Indonesia negara besar negara yang berkemajuan, negara yang dinamis, kita juga harus punya fasilitas terbaik sehingga kita juga bisa jadi pusat, kita bisa terima pasien-pasien dari kawasan kita, kawasan Asia Tenggara, kawasan Pasifik dan sebagainya,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :