Gubernur Lemhannas Akui Indonesia Bisa Kena Dampak Ekonomi dari Perang Iran-Israel
Senin, 23 Juni 2025 - 14:39 WIB
loading...
Anggota pasukan keamanan Israel di lokasi dampak setelah serangan Iran terhadap Israel di Nes Ziona, Israel, 22 Juni 2025 di tengah konflik Iran-Israel. Foto/Iran International
A
A
A
SUMEDANG - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace Hasan Syadzily mengakui konflik perang Iran Vs Israel bisa memberikan dampak terhadap ekonomi di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Perang Iran vs Israel saat ini dinilai menarik beberapa negara lain untuk turut terlibat dalam proses konflik tersebut.
"Pasti ini akan mempengaruhi juga terhadap situasi harga minyak dunia," kata Ace di area Gedung Balairung Rudini Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Jatinangor, Sumedang, Senin (23/6/2025).
Ace menerangkan, salah satu lintasan rantai pasok global turut terganggu atas konflik Iran-Israel. Di antaranya harga minyak dunia, saat ini mulai terasa merangkak naik.
Baca juga: 3 Alasan Iran Ancam 'Menggembok' Selat Hormuz, Salah Satunya Balasan atas Serangan AS
"Termasuk juga saya kira isu terkait dengan hari ini kita saksikan reaksi pasar global yang mengalami reaksi yang negatif," terangnya.
Ace menilai, hal tersebut perlu disampaikan kepada para kepala daerah agar mereka memiliki kewaspadaan, supaya dapat mengambil langkah bijak dalam menentukan kebijakan yang tepat.
"Dalam konteks ini salah satunya adalah, apa yang dilakukan pemerintah pusat terkait Asta Cita, maupun arahan terkait efisiensi anggaran," bebernya.
Dijelaskan Ace, langkah tersebut menjadi bentuk antisipasi terhadap potensi-potensi yang bisa menimbulkan dampak pada ekonomi nasional.
Menurutnya, apabila Indonesia mempunyai kemampuan dan daya tahan yang kuat dalam konteks perekonomian nasional, maka badai ekonomi global yang saat ini terjadi bisa dilewati sebaik mungkin.
"Karena itu, upaya kita untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju di 2045, saya kira ini menjadi posisi yang sangat penting," jelas Ace.
“Karena kita sedang dalam posisi modus demografi, yang dalam konteks ketahanan nasional, tentu menjadi modal untuk menuju Indonesia Maju 2045,” pungkasnya.
"Pasti ini akan mempengaruhi juga terhadap situasi harga minyak dunia," kata Ace di area Gedung Balairung Rudini Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Jatinangor, Sumedang, Senin (23/6/2025).
Ace menerangkan, salah satu lintasan rantai pasok global turut terganggu atas konflik Iran-Israel. Di antaranya harga minyak dunia, saat ini mulai terasa merangkak naik.

Baca juga: 3 Alasan Iran Ancam 'Menggembok' Selat Hormuz, Salah Satunya Balasan atas Serangan AS
"Termasuk juga saya kira isu terkait dengan hari ini kita saksikan reaksi pasar global yang mengalami reaksi yang negatif," terangnya.
Ace menilai, hal tersebut perlu disampaikan kepada para kepala daerah agar mereka memiliki kewaspadaan, supaya dapat mengambil langkah bijak dalam menentukan kebijakan yang tepat.
"Dalam konteks ini salah satunya adalah, apa yang dilakukan pemerintah pusat terkait Asta Cita, maupun arahan terkait efisiensi anggaran," bebernya.
Dijelaskan Ace, langkah tersebut menjadi bentuk antisipasi terhadap potensi-potensi yang bisa menimbulkan dampak pada ekonomi nasional.
Menurutnya, apabila Indonesia mempunyai kemampuan dan daya tahan yang kuat dalam konteks perekonomian nasional, maka badai ekonomi global yang saat ini terjadi bisa dilewati sebaik mungkin.
"Karena itu, upaya kita untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju di 2045, saya kira ini menjadi posisi yang sangat penting," jelas Ace.
“Karena kita sedang dalam posisi modus demografi, yang dalam konteks ketahanan nasional, tentu menjadi modal untuk menuju Indonesia Maju 2045,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :