Kemlu Ungkap 196 WNI Berada di Israel, 11 Orang Minta Dievakuasi

Jum'at, 20 Juni 2025 - 06:43 WIB
loading...
Kemlu Ungkap 196 WNI...
Direktur Perlindungan WNI Kemlu mengungkap ada sekitar 194 WNI yang kini berada di wilayah Israel. Dari jumlah tersebut, 11 orang di antaranya meminta untuk segera dievakuasi. Foto/Dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengungkap ada sekitar 194 Warga Negara Indonesia (WNI) yang kini berada di wilayah Israel. Dari jumlah tersebut, 11 orang di antaranya meminta untuk segera dievakuasi karena perang yang terjadi antara Israel dan Iran semakin memanas.

“Dengan eskalasi yang terjadi saat ini kami menerima informasi ada 11 warga negara Indonesia yang di Israel yang meminta untuk dievakuasi, dan untuk itu KBRI Amman saat ini juga sedang melakukan langkah-langkah persiapan evakuasi,” kata Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha dikutip Jumat (20/6/2025).

Baca juga: Rudal Balistik Iran Gunakan Hulu Ledak Bom Cluster, Tel Aviv Porak-poranda

Judha mengatakan, KBRI Amman sudah menetapkan status siaga 1 untuk wilayah Israel dan Palestina sejak tahun 2023. Sebelumnya, juga sudah dilakukan proses evakuasi warga negara Indonesia.

“Dapat kami jelaskan juga bahwa proses evakuasi ini sifatnya voluntary bukan mandatory,” ujarnya.



Kemlu juga mengimbau kepada WNI yang berada di Iran maupun Israel untuk terus waspada dan membatasi diri untuk keluar rumah.

“Kemudian menghindari keluar rumah untuk hal-hal yang non-essensial dan mengikuti arahan evakuasi yang sudah diterapkan atau disampaikan baik oleh KBRI Teheran maupun KBRI aman,” pintanya.

Baca juga: Israel Akui Melenyapkan Ayatollah Ali Khamenei sebagai Tujuan Perang

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengumumkan peningkatan status siaga di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran, Iran , dari Siaga II menjadi Siaga I.

Kebijakan ini diambil menyusul meningkatnya eskalasi perang antara Israel dan Iran yang membahayakan keselamatan ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) di sejumlah wilayah Iran.

Saat ini terdapat 380 WNI yang tersebar di Teheran dan kota-kota lainnya di Iran. Situasi keamanan semakin memburuk dan serangan yang terjadi tidak hanya menyasar target militer, tetapi juga mulai mengancam infrastruktur dan warga sipil.

“Dari perkembangan dua hari ini, serangan Israel semakin meningkat dan yang disasar juga lagi bukan target-target militer tapi target sipil. Maka saya memutuskan untuk meningkatkan level siaga di Kedutaan Iran, Teheran, dari level siaga II menjadi level siaga I,” ujar Sugiono, Kamis (19/6/2025).

Sejak dua hari lalu, Kementerian Luar Negeri telah menginstruksikan KBRI di Teheran untuk melakukan penilaian situasi dan menyusun rencana evakuasi terhadap seluruh WNI di Iran.

Dalam upaya evakuasi tersebut, Menlu telah melakukan komunikasi intensif dengan negara-negara tetangga Iran guna mempermudah proses keluar masuk wilayah jika evakuasi harus dilakukan secara mendesak.

“Kemudian juga memulai langkah-langkah kontijensi, langkah-langkah evakuasi bagi WNI. Kami juga sudah berkomunikasi dengan beberapa negara tetangga Iran, memohon supaya ketika terjadi evakuasi nanti saudara-saudara kita diberikan kemudahan melewati pemeriksaannya karena situasi semakin tidak menguntungkan,” kata Sugiono.

Menurut dia, peningkatan status siaga ini semata-mata demi perlindungan maksimal terhadap WNI yang berada di wilayah konflik.

“Sekali lagi yang ingin saya sampaikan adalah peningkatan status siaga di Iran khususnya bagi WNI mengingat situasi yang semakin tidak kondusif,” tandasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Perompak Somalia Sandera...
Perompak Somalia Sandera 4 WNI, DPR Minta TNI dan Kemlu Bikin Contingency Plan
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Prabowo Ungkap Indonesia...
Prabowo Ungkap Indonesia Ingin Perluas Peluang WNI Kerja di Jerman
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Mengapa Gol Iran ke...
Mengapa Gol Iran ke Gawang Mesir Dianulir? Ini Penjelasan Aturan Offside di Piala Dunia 2026
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Rekomendasi
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
GAPKI: Pengawasan Ekspor...
GAPKI: Pengawasan Ekspor Sawit Sudah Ketat, Kuncinya Penegakan Hukum
Berita Terkini
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Bareskrim Didesak Pulihkan...
Bareskrim Didesak Pulihkan Hak Korban Penipuan dan Penggelapan Dana Syariah Indonesia
Pengamat: Penegakan...
Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
Kemendagri dan DPR Sinergi...
Kemendagri dan DPR Sinergi Pemberdayaan Ormas untuk Percepat Kesejahteraan Masyarakat NTB
Survei Puspoll Indonesia,...
Survei Puspoll Indonesia, Kepuasan Publik Atas Kinerja Presiden Prabowo Capai 64,8 Persen
Infografis
13 Orang Meninggal Akibat...
13 Orang Meninggal Akibat Insiden Pemusnahan Amunisi di Garut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved