Kenapa Prabowo Turun Gunung pada Polemik 4 Pulau Aceh? Gerindra: Ada Pihak yang Menunggangi
Rabu, 18 Juni 2025 - 06:17 WIB
loading...
Politikus Gerindra Hendarsam Marontoko menjadi narasumber pada program Rakyat Bersuara bertajuk Sengketa 4 Pulau Aceh-Sumut, Ada Apa? yang disiarkan iNews, Selasa (17/6/2025). Foto: iNews
A
A
A
JAKARTA - Politikus Gerindra Hendarsam Marontoko menilai ada pihak yang menunggangi polemik 4 pulau Aceh . Hal itulah yang menjadi alasan Presiden Prabowo Subianto sampai turun gunung menyelesaikan masalah ini.
Dia melihat memang ada pihak yang hendak menunggangi isu tersebut. Hal itu diungkapkan Hendarsam dalam program Rakyat Bersuara bertajuk "Sengketa 4 Pulau Aceh-Sumut, Ada Apa?" yang disiarkan iNews, Selasa (17/6/2025).
Baca juga: Putuskan 4 Pulau Sengketa Sah Milik Aceh, Prabowo: Rapikan Pengarsipan
"Pasal 4 ayat 1 sudah menjelaskan bahwa presiden adalah pemegang kekuasaan pemerintahan yang tertinggi. Karena itu, presiden mengembalikan masalah ini. Secara implisit dalam UUD menyatakan bahwa presiden mempunyai kewenangan menjaga keutuhan bangsa dan negara," ujarnya.
Hendarsam menilai masalah pembuktian pulau itu ada di wilayah mana merupakan hal subjektif. Namun, kehadiran Prabowo menyelesaikan masalah itu ditujukan menjaga persatuan dan mencegah polarisasi.
"Jangan sampai ada lagi perpecahan. Ini tugas seorang kepala negara. Tugas dari seorang Pak Prabowo untuk mengambil langkah yang paling simpel, paling taktis. Ini tipe beliau. Pendekatan materiil untuk menuntaskan masalah ini sebesar-besarnya," katanya.
Menurut dia, eskalasi konflik dalam isu itu sudah tinggi. Dia menduga ada pihak yang memainkan propaganda dalam polemik 4 pulau Aceh.
"Saya orang hukum, tapi saya juga belajar tentang masalah propaganda. Saya orang politik juga belajar tentang masalah itu. Bagaimana eskalasi itu dimainkan di media-media sosial. Kita harus peka terhadap itu," ujar Hendarsam.
"Bagaimana kutipan-kutipan video, kutipan-kutipan dokumentasi lama tentang bagaimana dulu berdarah-darahnya Aceh dengan Republik kita. Ini diungkit kembali seolah-olah kejadian yang baru terjadi kemarin-kemarin ini. Ini berbahaya. Sangat berbahaya," tambahnya.
Atas dasar itu, dia menilai Prabowo memilih turun gunung dan menyelesaikan masalah tersebut. "Beliau ingin menuntaskan ini dan harus case close. Karena kalau tidak, orang-orang ingin menunggangi masalah itu," katanya.
Dia melihat memang ada pihak yang hendak menunggangi isu tersebut. Hal itu diungkapkan Hendarsam dalam program Rakyat Bersuara bertajuk "Sengketa 4 Pulau Aceh-Sumut, Ada Apa?" yang disiarkan iNews, Selasa (17/6/2025).
Baca juga: Putuskan 4 Pulau Sengketa Sah Milik Aceh, Prabowo: Rapikan Pengarsipan
"Pasal 4 ayat 1 sudah menjelaskan bahwa presiden adalah pemegang kekuasaan pemerintahan yang tertinggi. Karena itu, presiden mengembalikan masalah ini. Secara implisit dalam UUD menyatakan bahwa presiden mempunyai kewenangan menjaga keutuhan bangsa dan negara," ujarnya.
Hendarsam menilai masalah pembuktian pulau itu ada di wilayah mana merupakan hal subjektif. Namun, kehadiran Prabowo menyelesaikan masalah itu ditujukan menjaga persatuan dan mencegah polarisasi.
"Jangan sampai ada lagi perpecahan. Ini tugas seorang kepala negara. Tugas dari seorang Pak Prabowo untuk mengambil langkah yang paling simpel, paling taktis. Ini tipe beliau. Pendekatan materiil untuk menuntaskan masalah ini sebesar-besarnya," katanya.
Menurut dia, eskalasi konflik dalam isu itu sudah tinggi. Dia menduga ada pihak yang memainkan propaganda dalam polemik 4 pulau Aceh.
"Saya orang hukum, tapi saya juga belajar tentang masalah propaganda. Saya orang politik juga belajar tentang masalah itu. Bagaimana eskalasi itu dimainkan di media-media sosial. Kita harus peka terhadap itu," ujar Hendarsam.
"Bagaimana kutipan-kutipan video, kutipan-kutipan dokumentasi lama tentang bagaimana dulu berdarah-darahnya Aceh dengan Republik kita. Ini diungkit kembali seolah-olah kejadian yang baru terjadi kemarin-kemarin ini. Ini berbahaya. Sangat berbahaya," tambahnya.
Atas dasar itu, dia menilai Prabowo memilih turun gunung dan menyelesaikan masalah tersebut. "Beliau ingin menuntaskan ini dan harus case close. Karena kalau tidak, orang-orang ingin menunggangi masalah itu," katanya.
(jon)
Lihat Juga :