PDIP Bakal Tulis Ulang Sejarah Tandingan Pemerintah, Bambang Pacul: Simpel Saja, Clear Ya Adinda
Selasa, 17 Juni 2025 - 07:27 WIB
loading...
Ketua DPP PDIP Bambang Wuryanto (Bambang Pacul) menyoroti pernyataan Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang menyangkal ada kasus pemerkosan pada kerusuhan Mei 1998. Foto/Dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPP PDIP Bambang Wuryanto yang akrab disapa Bambang Pacul turut menyoroti proyek penulisan ulang sejarah Kementerian Kebudayaan (Kemenbud). Ia menilai, unsur subjektivitas akan muncul dalam penulisan ulang sejarah tersebut.
"Ini soal penulisan sejarah, soal penulisan sejarah, ini kan subjektivitas pasti ikut campur, 100% ikut campur subjektivitas, kan begitu. Jadi siapapun yang akan menulis pasti akan ada kontranya," ujar Bambang Pacul saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (16/6/2026).
Baca juga: Menteri Kebudayaan Sebut Tak Ada Pemerkosaan Dalam Kerusuhan Mei 98, Komnas HAM: Tidak Tepat!
Kendati demikian, Bambang Pacul mengatakan, PDIP akan menulis ulang sejarah tandingan Pemerintah.
"Terhadap penulisan sejarah ini gimana Pak Pacul? yang diinisiasi oleh Pak Menteri Kebudayaan, Fadli Zon ini gimana sikap PDI Perjuangan? PDI perjuangan juga akan menulis sejarah," terang Bambang Pacul.
Bambang Pacul pun menyoroti pernyataan Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang menyangkal ada kasus pemerkosan massal terhadap etnis China pada peristiwa kerusuhan Mei 1998. Ia meminta, Fadli Zon membaca pernyataan Presiden ke-3 RI BJ Habibie.
Wakil Ketua MPR RI ini tak masalah, bila Fadli Zon memikiki subjektivitas sendiri terkait tragedi pemerkosaan massal Mei 1998. Namun, ia mengatakan, subjektivitas Fadli Zon tersebut dapat ditabrakkan dengan fakta yang lebih akurat.
Baca juga: DPR Akan Panggil Fadli Zon Buntut Sebut Tak Ada Pemerkosaan Massal Mei 98
"Bahwa subjektivitas Pak Pak Fadli Zon mau memengambil cara yang berbeda, ya dipersilahkan, nanti kan ditabrakkan dengan ayat fakta, kita kan susah hari ini kalau kita hanya ngotot-ngototan tok, kan gitu loh," katanya.
Bambang Pacul mengaku tak mau adu argumen terkait fakta tragedi pemerkosaan massal pada Mei 1998. Ia hanya mengatakan, biarlah fakta dan data yang dapat berbicara.
"Jadi kalau hanya ngotot-ngotot, ya kita bikin sejarah kita sendiri dengan fakta yang kita punya sendiri, kan begitu aja, just a simple as that. Wohhh iya tohhh, simpel-simpel saja, clear ya adinda," katanya.
"Ini soal penulisan sejarah, soal penulisan sejarah, ini kan subjektivitas pasti ikut campur, 100% ikut campur subjektivitas, kan begitu. Jadi siapapun yang akan menulis pasti akan ada kontranya," ujar Bambang Pacul saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (16/6/2026).
Baca juga: Menteri Kebudayaan Sebut Tak Ada Pemerkosaan Dalam Kerusuhan Mei 98, Komnas HAM: Tidak Tepat!
Kendati demikian, Bambang Pacul mengatakan, PDIP akan menulis ulang sejarah tandingan Pemerintah.
"Terhadap penulisan sejarah ini gimana Pak Pacul? yang diinisiasi oleh Pak Menteri Kebudayaan, Fadli Zon ini gimana sikap PDI Perjuangan? PDI perjuangan juga akan menulis sejarah," terang Bambang Pacul.
Bambang Pacul pun menyoroti pernyataan Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang menyangkal ada kasus pemerkosan massal terhadap etnis China pada peristiwa kerusuhan Mei 1998. Ia meminta, Fadli Zon membaca pernyataan Presiden ke-3 RI BJ Habibie.
Wakil Ketua MPR RI ini tak masalah, bila Fadli Zon memikiki subjektivitas sendiri terkait tragedi pemerkosaan massal Mei 1998. Namun, ia mengatakan, subjektivitas Fadli Zon tersebut dapat ditabrakkan dengan fakta yang lebih akurat.
Baca juga: DPR Akan Panggil Fadli Zon Buntut Sebut Tak Ada Pemerkosaan Massal Mei 98
"Bahwa subjektivitas Pak Pak Fadli Zon mau memengambil cara yang berbeda, ya dipersilahkan, nanti kan ditabrakkan dengan ayat fakta, kita kan susah hari ini kalau kita hanya ngotot-ngototan tok, kan gitu loh," katanya.
Bambang Pacul mengaku tak mau adu argumen terkait fakta tragedi pemerkosaan massal pada Mei 1998. Ia hanya mengatakan, biarlah fakta dan data yang dapat berbicara.
"Jadi kalau hanya ngotot-ngotot, ya kita bikin sejarah kita sendiri dengan fakta yang kita punya sendiri, kan begitu aja, just a simple as that. Wohhh iya tohhh, simpel-simpel saja, clear ya adinda," katanya.
(shf)
Lihat Juga :