Prabowo Pilih ke Rusia Dibanding Hadiri KTT G7, Ini Penjelasan Istana

Senin, 16 Juni 2025 - 14:48 WIB
loading...
Prabowo Pilih ke Rusia...
Presiden Prabowo Subianto akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Rusia pada 19 Juni 2025. Sebelumnya, Prabowo berkunjung ke Singapura. Foto/BPMI Setpres
A A A
JAKARTA - Istana membantah Indonesia condong ke blok tertentu seusai Presiden Prabowo Subianto memilih menghadiri undangan Presiden Rusia Vladimir Putin dibandingkan undangan negara-negara G7 di Kanada. Bantahan itu disampaikan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO) Hasan Nasbi

Diketahui, agenda di Rusia berlangsung pada 18-20 Juni 2025. Di Rusia, Prabowo akan bertemu dengan Presiden Putin dan menghadiri St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025.

Sementara, Presiden Prabowo juga menerima undangan untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 tahun 2025 di Kananaskis, Alberta, Kanada. Menurut informasi, KTT G7 di Kananaskis ini akan diselenggarakan pada tanggal 15 hingga 17 Juni 2025.

"Kita ini kan politik luar negerinya bebas aktif. Jadi tidak condong ke blok mana pun. Kita tidak melihat dunia hitam putih. Jadi spekulasi-spekulasi semacam tadi, kayak cenderung ke blok ini, itu tidak ada,” kata Hasan saat konferensi pers di Kantor PCO, Jakarta, Senin (16/6/2025).

Baca Juga: Prabowo Pilih Temui Putin di Rusia, Absen KTT G7 Kanada

Hasan pun menuturkan bahwa politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif dan minat bergabung dengan forum mana pun untuk kepentingan nasional. Dia mencontohkan jika Indonesia bergabung dengan BRICS misalnya, bukan berarti lebih condong kepada negara di perkumpulan tersebut, termasuk Rusia dan China. Begitu pun ketika Indonesia kerja sama ekonomi dengan Organization for Economic Co-operation and Development (OECD).

“Kalau OECD kan ada Amerika, ada negara-negara Eropa di sana. Nah, di saat yang bersamaan kita menjadi anggota BRICS, dan di saat yang bersamaan kita juga dalam proses menjadi anggota OECD. Jadi nggak condong ke mana pun. Kita akan bergabung dengan klub yang, kalau klub-klub internasional itu, klub-klub multilateral itu memberikan keuntungan strategis kepada bangsa kita, kita akan join."



Lebih lanjut Hasan menegaskan bahwa Indonesia tidak akan masuk ke blok militer atau pertahanan. Indonesia, kata Hasan, akan masuk ke blok ekonomi yang menguntungkan bangsa.

“Kita nggak akan masuk ke dalam blok militer, blok pertahanan. Kita masuk dalam blok ekonomi selama itu menguntungkan buat bangsa kita. Jadi spekulasi kayak tadi harusnya kita taruh jauh-jauh dari pendirian politik luar negeri negara kita,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya membocorkan sejumlah agenda penting rencana pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Rusia, pada 19 Juni 2025.

“Presiden Prabowo Subianto beserta delegasi terbatas Pemerintah Indonesia akan berangkat untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Rusia dalam rangka memenuhi undangan dari Presiden Rusia, Yang Mulia Vladimir Putin,” kata Seskab Teddy dalam keterangannya, dikutip Senin (16/6/2025).

Seskab Teddy mengatakan bahwa undangan khusus dari Presiden Putin menjadi bukti bahwa Indonesia semakin dipandang di mata dunia. Apalagi, di tengah situasi global yang penuh tantangan saat ini.

“Presiden Prabowo mendapat undangan khusus dari Presiden Putin, di tengah situasi global yang penuh tantangan saat ini, menunjukkan bahwa Indonesia semakin dipandang di mata dunia,” ujar Seskab Teddy.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UU Polri Baru Dinilai...
UU Polri Baru Dinilai Perkuat Transformasi Polri dan Dukung Asta Cita
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
PKB Minta PDIP Tegas...
PKB Minta PDIP Tegas soal Posisi terhadap Pemerintah: Jangan Abu-abu
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rekomendasi
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Head-to-Head Inggris...
Head-to-Head Inggris vs Ghana: The Three Lions Tak Pernah Kalah dari Afrika
Berita Terkini
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Infografis
Ini Penjelasan Warna...
Ini Penjelasan Warna Singa Putih Ternyata Bukan Albino
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved