Prabowo Pilih ke Rusia Dibanding Hadiri KTT G7, Ini Penjelasan Istana
Senin, 16 Juni 2025 - 14:48 WIB
loading...
A
A
A
Hasan pun menuturkan bahwa politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif dan minat bergabung dengan forum mana pun untuk kepentingan nasional. Dia mencontohkan jika Indonesia bergabung dengan BRICS misalnya, bukan berarti lebih condong kepada negara di perkumpulan tersebut, termasuk Rusia dan China. Begitu pun ketika Indonesia kerja sama ekonomi dengan Organization for Economic Co-operation and Development (OECD).
“Kalau OECD kan ada Amerika, ada negara-negara Eropa di sana. Nah, di saat yang bersamaan kita menjadi anggota BRICS, dan di saat yang bersamaan kita juga dalam proses menjadi anggota OECD. Jadi nggak condong ke mana pun. Kita akan bergabung dengan klub yang, kalau klub-klub internasional itu, klub-klub multilateral itu memberikan keuntungan strategis kepada bangsa kita, kita akan join."
Lebih lanjut Hasan menegaskan bahwa Indonesia tidak akan masuk ke blok militer atau pertahanan. Indonesia, kata Hasan, akan masuk ke blok ekonomi yang menguntungkan bangsa.
“Kita nggak akan masuk ke dalam blok militer, blok pertahanan. Kita masuk dalam blok ekonomi selama itu menguntungkan buat bangsa kita. Jadi spekulasi kayak tadi harusnya kita taruh jauh-jauh dari pendirian politik luar negeri negara kita,” pungkasnya.
“Kalau OECD kan ada Amerika, ada negara-negara Eropa di sana. Nah, di saat yang bersamaan kita menjadi anggota BRICS, dan di saat yang bersamaan kita juga dalam proses menjadi anggota OECD. Jadi nggak condong ke mana pun. Kita akan bergabung dengan klub yang, kalau klub-klub internasional itu, klub-klub multilateral itu memberikan keuntungan strategis kepada bangsa kita, kita akan join."
Lebih lanjut Hasan menegaskan bahwa Indonesia tidak akan masuk ke blok militer atau pertahanan. Indonesia, kata Hasan, akan masuk ke blok ekonomi yang menguntungkan bangsa.
“Kita nggak akan masuk ke dalam blok militer, blok pertahanan. Kita masuk dalam blok ekonomi selama itu menguntungkan buat bangsa kita. Jadi spekulasi kayak tadi harusnya kita taruh jauh-jauh dari pendirian politik luar negeri negara kita,” pungkasnya.
Lihat Juga :