8 Juta Masyarakat Ikut Cek Kesehatan Gratis, 3 Penyakit Ini Paling Banyak Ditemukan

Sabtu, 14 Juni 2025 - 16:02 WIB
loading...
8 Juta Masyarakat Ikut...
Sebanyak 8 juta masyarakat telah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hanya dalam 4 bulan sejak layanan kesehatan ini diluncurkan pada 10 Februari 2025. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Pemerintah mengungkapkan sebanyak 8 juta masyarakat telah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hanya dalam 4 bulan, sejak diluncurkan pada 10 Februari 2025. Program yang merupakan implementasi nyata dari Pasal 28H dan 34 UUD 1945.

Dengan target menjangkau 280 juta penduduk dalam lima tahun, CKG menjadi salah satu program pemeriksaan kesehatan terbesar di dunia. Pada tahun pertama, program ini menargetkan 60 juta orang, dengan rencana anggaran sebesar Rp4,7 triliun dari APBN 2025.

Baca juga: 3 Cara Daftar Cek Kesehatan Gratis Kado Ulang Tahun

“Anggaran sebesar ini setara dengan pembangunan infrastruktur vital di negara maju. Di Swedia atau Finlandia, jumlah tersebut cukup untuk mendanai operasional transportasi publik kota selama satu tahun penuh,” kata Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO) Prita Laura, dikutip Sabtu (14/6/2025).



Prita mengatakan, Indonesia menghadapi beban besar dari penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, stroke, dan gagal ginjal. Penyakit itu menyumbang lebih dari 500.000 kematian per tahun.

Oleh karena itu, deteksi dini melalui CKG menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi kronis yang mahal dan sulit ditangani.

“CKG dirancang sebagai hadiah ulang tahun dari negara. Setiap warga berhak mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis yang nilainya bisa mencapai lebih dari Rp1 juta jika dilakukan secara mandiri agar dapat mendeteksi dini risiko kesehatan yang dihadapinya,” ujar Prita.

Baca juga: Cara Daftar Cek Kesehatan Gratis di Aplikasi dan Offline

Namun pada perkembangannya, antusiasme masyarakat yang ingin memeriksakan kesehatan semakin tinggi, maka Kementerian Kesehatan membuka program CKG bagi komunitas. Organisasi kemasyarakatan, badan usaha milik negara, perusahaan swasta bahkan kelompok hobi pun sekarang sudah, sedang dan akan menikmati CKG bersama.

“Kolaborasi nyata antara puluhan ribu Puskesmas, ratusan dinas kesehatan, Kementerian Kesehatan, dan Kabinet Merah Putih yang solid. Semua anggota kabinet terlibat aktif mempromosikan CKG,” ujar Prita.

Mulai Juli 2025, program CKG Sekolah akan diluncurkan untuk menjangkau hingga 50 juta siswa di seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Partisipasi tertinggi berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, yang menyumbang sekitar 60% total peserta. Dinas Kesehatan Jawa Tengan menyatakan bahwa kunci keberhasilan Jawa Tengah dalam tingginya partisipasi masyarakat di Program CKG karena sinergis dengan inovasi program daerah Speling atau Dokter Spesialis Keliling.

Diluncurkan pada 4 Maret 2025, Program Speling fokus pada layanan kesehatan yang menghadirkan berbagai dokter spesialis, langsung ke desa-desa, terutama di wilayah miskin. Pemeriksaan dilakukan di balai desa, sehingga warga tidak perlu pergi jauh ke puskesmas atau rumah sakit.

Sedangkan CKG dimulai 10 Februari, setelah empat bulan berjalan, program ini telah menjangkau lebih dari 8,2 juta warga di seluruh Indonesia.

Dari pemeriksaan yang dilakukan di 9.552 puskesmas di 38 provinsi terungkap tiga masalah kesehatan utama (penyakit) yakni hipertensi, diabetes melitus, dan gangguan kesehatan gigi.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa satu dari lima peserta mengalami hipertensi, sebanyak 5,9% menderita diabetes, dan setengah peserta CKG mengalami masalah gigi dan mulut. obesitas sentral juga mendapat perhatian khusus, dengan prevalensi 50% pada perempuan dan 25% pada laki-laki dari seluruh peserta CKG.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi...
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi Kesehatan Tak Boleh Hanya Terjadi di Atas Kertas
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
BPOM Tegaskan Peraturan...
BPOM Tegaskan Peraturan BPOM No 5/2026 Bukan Soal Penempatan Apoteker
PROLANIS Bantu Peserta...
PROLANIS Bantu Peserta JKN Memantau Penyakit Kronis
JKN di Ujung Tanduk:...
JKN di Ujung Tanduk: Risiko Gagal Bayar yang Tidak Boleh Dibiarkan
Beri Layanan Kesehatan...
Beri Layanan Kesehatan Korban Banjir Aceh, USK Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
Fullerton Health dan...
Fullerton Health dan AdMedika Perluas Konektivitas Layanan Kesehatan Terintegrasi
Rekomendasi
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
Indro Warkop Gaungkan...
Indro Warkop Gaungkan Pesan Hidup Sehat Lewat Kebiasaan Harian
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
3 Senjata yang Paling...
3 Senjata yang Paling Banyak Membunuh Umat Manusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved