Israel Serang Iran, PBNU: Kegagalan Sistem Tata Internasional

Sabtu, 14 Juni 2025 - 10:34 WIB
loading...
Israel Serang Iran,...
Penyerangan Israel yang menargetkan militer dan tempat penyimpanan nuklir milik Iran menandakan kegagalan sistem tata internasional yang selama ini tidak dipelihara sehingga konflik terus berkepanjangan. Foto: Tasnim
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyoroti penyerangan Israel yang menargetkan militer dan tempat penyimpanan nuklir milik Iran , Jumat (13/6/2025). Peristiwa tersebut merupakan kegagalan sistem tata internasional yang selama ini tidak dipelihara dan tidak dijaga konsistensinya sehingga konflik terus berkepanjangan.

“Aktor-aktor global mulai bertindak sendiri-sendiri tanpa ada konsekuensi apa pun dari masyarakat internasional,” kata Gus Yahya dikutip dari laman resmi NU, Sabtu (14/6/2025).

Baca juga: Perang Israel-Iran Pecah, Zionis Umumkan Keadaan Darurat Seluruh Negeri

Dia mendesak agar seluruh konflik di dunia segera dihentikan. Jika tidak, akibat konflik tersebut akan berbuntut panjang sehingga masuk pada babak bencana yang jauh lebih besar.

“Saya menyerukan agar berhenti, berhenti, dan saya menyerukan kepada aktor-aktor global termasuk stakeholder dari tata internasional yang kita punya sekarang yaitu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk bekerja lebih decisive (penentu) dalam menyelesaikan macam-macam konflik yang sekarang marak,” ungkapnya.

Gus Yahya menuturkan sebelum ada serangan Israel ke Iran, publik sudah sangat khawatir dengan berbagai macam konflik yang sudah meletus di mana-mana.

“Pakistan dengan India, Rusia dengan Ukraina, ini mau apalagi? Ngapain itu Israel tiba-tiba menyerang Iran tanpa melalui proses-proses multilateral yang sepatutnya,” ucapnya.

Terkait komunikasi PBNU dengan jaringan internasional, dia mengaku telah menghubungi sejak lama terkait perdamaian dunia seperti Vatikan, Rabitah Alam Islami (RAI), serta tokoh-tokoh di bagian Eropa dan Amerika.

“Tapi, ini kan ormas. Tata dunia dan geopolitik itu stakeholdernya negara. Maka kita memanggil negara-negara untuk bertindak demi keselamatan dunia seluruhnya,” katanya.

Dampak konflik dunia dari tingkatan besar sampai kecil akan sangat mengganggu stabilitas internasional. “Sekarang ada perang Rusia dan Ukraina, kita nggak ikut-ikutan tembak-tembakkan, kita ikut laparnya. Apalagi sekarang marak, tambah lagi, tambah lagi, terus bagaimana kalau aktor-aktor global ini dibiarkan bertindak seenaknya sendiri, semaunya sendiri,” ujar Gus Yahya.


Terkait masalah global, dia melihat untuk tidak mengkotak-kotakkan sebuah masalah karena sekecil apa pun itu akan berimbas kepada yang lain.

“Sekarang begini, nggak usah bicara soal Islam. Manusia ini gimana dunia ini. Kalau bicara apalagi negara, jangan-jangan nanti negara lain merasa yang diserang Iran ini bukan gue, jangan-jangan begitu. Seolah-olah ini kepentingan yang bisa diisolasi dari semua orang lain, padahal tidak,” katanya.

Jika tidak segera diatasi, seluruh dunia akan masuk dalam bencana yang luar biasa. “Maka, seluruh dunia harus berkonsolidasi bersatu untuk menghentikan ini segera supaya kemanusiaan dan seluruh tatanan peradaban selamat,” ucapnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Ma’shum: NU juga Butuh Tata Krama
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Rekomendasi
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Jelang Eksekusi Hotel...
Jelang Eksekusi Hotel Sultan, Spanduk Penolakan hingga Kawat Berduri Terpasang di Sekitar Lokasi
Berita Terkini
Mutasi TNI: Marsdya...
Mutasi TNI: Marsdya M. Khairil Lubis Jabat Dansesko TNI, Marsda Muzafar Jadi Pangkogabwilhan II
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved